Pelayanan PDAM Buruk, Warga Dusun Woloara Ngaduh Ke Bupati Sikka

Dibaca 584 kali

Kunjungan kerja Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo di dusun woloara desa woloara kecamatan Koting Kabupaten Sikka. Foto Istimewah

FaktahukumNTT.com, MAUMERE

Kunjungan kerja Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo Jum’ad (11/09/2020) di dusun woloara desa woloara kecamatan Koting Kabupaten Sikka menuai catatan dan kritik dari masyarakat dusun woloara terkait dengan pelayanan PDAM di wilayah tersebut.

Berdasarkan keterangan yang diterima media faktahukumntt.com (11/09/20), bahwa masyarakat dusun woloara sangat kecewa dengan pelayanan PDAM di wilayah tersebut karena selama ini debit air minum yang mereka nikmati sama sekali tidak ada, sementara pembayaran meteran tetap di tagih.

Warga dusun woloara desa woloara kecamatan Koting Kabupaten Sikka mengaduh ke Bupati Sikka terkait pelayanan buruk PDAM. Foto Istimewah

Ibu Since warga dusun woloara desa woloara kecamatan Koting Kabupaten Sikka menyampaikan langsung tentang kondisi itu kepada Bupati Sikka pada saat kunjungan kerja hari ini.

Baca Juga :  Bupati Sikka : Peran Wartawan Sangat Penting dalam Membangun Daerah

Ia menyampaikan bahwa selama ini untuk menikmati air bersih terpaksa mereka harus merogoh kocek, sementara kondisi tersebut mestinya tidak boleh terjadi.

Ia juga menyampaikan bahwa ada oknum PDAM yang mengurus air minum sangat menyakitkan karena pembayaran meteran mahal namun air tidak keluar.

“Kami sangat kecewa dengan oknum PDAM yang urus air minum sangat menyakitkan karena kita sudah bayar mahal tapi air tidak keluar, meteran jalan terus tapi yang keluar angin bukan air, kita bayar pake apa lagi kalau seperti ini, kita mau beli garam dan Lombok saja setengah mati” Ujar Ibu Since”.

Baca Juga :  *MAKAN TANAH, SAYA INJAK* Refleksi Dua Pemimpin NTT Yang Pro Rakyat *Piet A.Tallo Dan Robi Idong*

Menanggapi keluhan warga dusun woloara desa woloara kecamatan Koting Kabupaten Sikka tentang pelayanan PDAM yang buruk bupati Sikka langsung menyampaikan bahwa pihaknya akan meminta pertanggung jawaban pihak PDAM.

Ia juga menyampaikan bahwa tahun depan krisis air bersih akan teratasi, karena sumber mata air dari Nirangkliung tidak lagi dialirkan ke kota dan hanya untuk wilayah Lela, Koting, Nita dan, Nele. Sementara untuk wilayah kota akan menikmati air minum bersih dari bendungan Napun Gete.
(wt)

Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment