Pertanian Bangkit Petani Sejahtera

Dibaca 411 kali

Kupang (faktahukumntt.com), Dinas Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengadakan Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Pembangunan Pertanian sekaligus evaluasi pelaksanaan program, percepatan pelaksanaan pembangunan pertanian dan persiapan pelaksanaan 2018/2019, di Swiss Bellin Hotel Kristal, Jumat (1/2/2019).

Kepala Dinas Pertanian provinsi NTT, Yohanes Tay Ruba, mengatakan bahwa pada periode 2015 sampai 2018 Kementrian Pertanian dengan mengacu pada nawa cita mendorong 4 program utama diantaranya; pertama, Program peningkatan produksi, produktifitas dan mutu hasil tanaman pangan. Kedua, Peningkatan Produksi dan nilai tambah holtikultura, program penyediaan dan pengembangan prasarana dan sarana pertanian. Ketiga, Program peningkatan produksi produktifitas dan mutu tanaman perkebunan berkelanjutan. Keempat, program peningkatan Sumber daya manusia pertanian.

Baca Juga :  Program Baznas Jember Saat Kondisi Covid 19, Santuni Kaum Dhu'afa

Perlu diketahui bahwa beberapa komoditi mengalami peningkatan produksi dari tahun ketahun, seperti Padi mencapai 1,2 juta ton atau naik kurang lebih 480 ribu ton dari produksi tahun 2013 sebesar 729 ribu ton. Sedangkan untuk komoditi jagung tahun 2018 mencapai 859 ribu ton lebih atau mengalami peningkatan dari tahun 2013  dengan produksi 707 ribu ton.

Komoditi Kedele mengalami peningkatan cukup  signifikan, pada tahun 2018  sebesar 10800 ton jika dibandingan tahun 2013 hanya 1600 ton. Komoditi holtikultura mengalami fruktuasi seperti; Bawang merah, Cabe untuk memenuhi, menekan inflasi yang ada didalam negeri. Sementara komoditi perkebunan mengalami peningkatan seperti Kelapa, Jambu Mente, Kopi, cengkeh dan Cacao.

Baca Juga :  Wakil Gubernur NTT: Penyerapan Anggaran di Setiap OPD Harus Mencapai 75%

Terkait dengan  penanaman kelor, Yohanes menjelaskan bahwa tahun 2018 telah dilakukan pengembangan tanaman kelor seluas 8 hektar; 5 hektar di Pariti, 2 hektar Oeteta dan 3 hektar di Oefafi.

“Saat ini kita sudah siapkan tanaman kelor seluas 2 hektar di Oeteta yang bisa dijadikan sebagai model, selain Pariti dan Oefafi”, ujarnya.

Untuk  tahun 2019 direncanakan pemerintah akan menyiapkan lahan seluas  135 hektar untuk pengembangan pertanian di NTT. Kabupaten Kupang saja sekitar 35-40 hektar sedangkan untuk kabupaten lain bisa mencapai  5 hektar.

Baca Juga :  DAVID MARTS MANGI : TIDAK DIBENARKAN ADANYA PERBEDAAN PERLAKUAN DALAM PENERBITAN E-KTP

Tentunya ini membutuhkan anggaran yang besar. oleh karena itu Dinas Pertanian Provinsi menyiapkan anggaran khusus untuk Kelor 1 miliar. Pihaknya juga sedang membangun kerja sama dengan instansi terkait lainnya agar Kelor bisa didistribusikan. Pada tahun 2018 kemarin sudah didistribusikan 1,2 ton  daun kelor kering keluar NTT”, sebut Yohanes.

Yohanes mengharapkan, Rakor ini menjadi awal kebangkitan pertanian yang mana akan mensejahterakan petani NTT. Turut hadir dalam Rakor ini, Wagub NTT (Josef A. Nae Soi), Ketua DPRD NTT (Anwar Pua Geno) Forkopinda NTT, serta seluruh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota se NTT. (Mariani)

 

 

 

Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment