Pilkada serentak 2018, Jangan ada Noda di Wajah Polisi.

Dibaca 180 kali

FLORES-(faktahukumntt.com), Netralitas lembaga Kepolisian Republik Indonesia menyongsong pilkada serentak 2018 menjadi sorotan khusus. Sikap Independen lembaga bernama Rastra Sewakottama itu belakang disoroti lantaran dua anggotanya terlibat aktif dalam urusan politik praktis dalam momentum Pilkada serentak 2018 Wilayah Nagekeo dan Manggarai Timur.

Kuat dugaan kedua petinggi Polri Di Polres Manggarai Dan Ngada (MS dan AN) terpantau aktif menjalankan sistem politik praktis dalam bursa pencalonan Bupati dan Wakil Bupati dalam hajatan demokrasi Pilkada serentak 2018 mendatang.

Nama MS masih tercatat sebagai Anggota Kepolisian Republik Indonesia Sektor Manggarai yang kini menjabat sebagai Kapolres Manggarai, sedangkan AN sebagai Kabag OPS Polres Ngada yang juga masih berstatus aktif menjadi anggota Polisi. Berhembus kabar, kedua Nama itu kini telah dipindahkan Kapolda NTT. Kuat dugaan, keduanya ditarik lantaran terpantau terlibat politik praktis.

Di Manggarai Timur, Marselis Karong telah terdaftar sebagai salah satu Pasangan bakal calon Bupati dan wakil bupati Manggarai Timur. Marselis menggandeng Paskalis Sirrajudin sebagai wakil dengan Tagline paket MERPATI yang diusung oleh Partai Nasdem dan PDIP.

Baca Juga :  Wagub : KPID Benteng untuk Menyaring News, Hoax, Pendapat dan Persepsi Publik

Sedangkan, di Nagekeo, Adrianus Ndait digandeng Gaspar Batu Bata sebagai wakil dengan Tagline paket GARDA. Gaspar – Adrianus diusung oleh 2 (dua) parpol yakni koalisi partai Hanura dan PKPI.

Keduanya kini telah resmi mendaftar sebagai Bakal Calon Bupati Dan wakil bupati di KPU Kabupaten Manggarai Timur dan Nagekeo pada 9 Januari 2018. (Patrianus Meo)

Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment