Pilkades Aeramo : Pemilihan Kepala Desa Serasa Pilkada

Dibaca 271 kali

Nagekeo (faktahukumntt.com), Proses pemilihan kepala desa (Pilkades) Aeramo, di desa Aeramo kecamatan Aesesa kabupaten Nagekeo saat ini masuk dalam tahapan kampanye. Seiring dengan berjalannya waktu, desa heterogen ini memulai menunjukkan gejala adanya persoalan sosial seperti kemiskinan, kesenjangan sosial, kriminalitas hingga yang paling kompleks yakni keterbatasan warga dalam mengakses sarana air bersih.


Aroma Pilkades Aeramo menjadi menarik tatkala persoalan itu dijadikan komoditas politik guna mengerahkan dukungan bagi calon tertentu untuk mendulang suara. Diatas kertas, para kandidat berkomitmen mewujudkan visi dan misi serta program kerja bila kelak dipercayakan masyarakat desa untuk memimpin. Namun yang tak nampak, kampanye negatif dan kampanye hitam juga terus menggelinding dan dihembus di lapisan bawah.

Siapa saja yang menjadi kandidat kepala desa Aeramo hingga Pilkades Aeramo serasa Pilkada?

Sebelumnya, panita pilkades Aeramo menetapkan sebanyak empat orang dinyatakan lolos menjadi calon Kades Aeramo. Mereka adalah Anselmus Jawa, Andreas Supana Poma, Seravinus Mena dan Dominggus Biu Dore.

Berikut profil kandidat kepala desa Aeramo.

1. Anselmus Jawa, pria kelahiran tahun 1971 merupakan seorang guru sekolah dasar yang berstatus sebagai seorang pegawai negeri sipil (pns) golongan II. Tahun 2008, ia pertama kali menjadi ASN serta menjabat sebagai Operator Dapodik sekolah terkait pengiriman data secara online. Selain itu, dia pernah menjadi Komandan Platon Pertahan Sipil (Danton Hansip) era presiden Soeharto. Keputusan meninggalkan tugasnya sebagai seorang guru demi memperebutkan posisi menjadi kepala desa Aeramo merupakan cita-cita lamanya. Anselmus secara tulus bertekad mewujudkan Desa Aeramo menjadi Desa yang menerapkan standard maksimal membangun desa berbasis Informasi Teknologi (IT). Bila kelak terpilih Anselmus bertekad mengelolah Sumber daya Air secara maksimal demi memenuhi kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :  Cegah Covid-19, Demokrat Kabupaten Kupang Bagi Masker dan Semprot Disinfektan

2. Andreas Supana Poma; Andreas adalah pria dengan status terakhir sebagai kepala urusan umum (Kaur) di desa Aeramo. Andreas berkeinginan, bila kelak terpilih, dia dengan hati tulus dan niat ikhlas membangun Aeramo yang inovatif. Kemampuannya secara akademis, Pria berusia 50 tahun ini pernah mengenyam pendidikan di sekolah bergengsi di NTT yakni SMP Ndao Ende, SMA Katholik Syuradikara dan SMA Islam Mutmainah Ende. Latarbelakang pendidikan itu diharapkan mampu memimpin desa Aeramo yang cukup majemuk.
Meski tak selesai disekolah itu, Andreas tetap memiliki ijazah setara SMA (Paket C) dan dinyatakan lulus dengan predikat baik di Lembaga Swadaya Masyarakat Pelita Harapan Rakyat (LSM PELIHARA) besutan Oskarianus Meta pada tahun 2014/2015.

3. Seravinus Mena; pria ini sering dijuluki “Ahok” Desa Aeramo. Seravinus merupakan alumnus kampus Universitas Katholik (Unika) yang kini menjadi Universitas Widiya Mandira (Unwira) Kupang. Dia merupakan calon kepala desa petahana dan menjadi satu-satunya calon kepala desa bergelar Sarjana Ilmu Pemerintahan (S,IP) dari semua kandidat kepala desa Aeramo. Dia dikenal tegas dan disiplin, bahkan ada masyarakat yang menilai ketegasannya berkonotasi kasar, namun kemampuannya memimpin desa Aeramo sudah tidak diragukan lagi. , pria berusia 42 tahun ini dikenal mudah meneteskan air mata tatkala mendengar pengeluhan warga serta akan sangat marah bila menyaksikan ketimpangan semisal kasar kepada pelaku pencurian hewan dan kenakalan remaja
Sesuai visinya, bila kelak terpilih, Seravinus berkomitmen mewujudkan masyarakat desa yang maju, mandiri, sejahtera, beriman berbudaya, penuh rasa aman dalam kebersamaan, serta bersaing dalam era globalisasi. Karena kemampuan itu, dia cukup mempunyai konektivitas ke lembaga pemerintah daerah kabupaten Nagekeo dan Dewan perwakilan rakyat daerah kabupaten Nagekeo. Pada tahun 2010, Seravinus pernah menjabat sebagai wakil ketua I partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Nagekeo dengan Ketua terpilih Thomas Tiba Owa dan Wakilnya Kristianus Du’a Wea.

Baca Juga :  Danrem 043/Gatam dalam Pelaksanaan Penutupan TNI TMMD Ke-109 Tahun 2020 di Kelurahan Garuntang

4. Dominggus Biu Dore; Pria nyentrik kelahiran tahun 1971 ini kerap mengenakan kacamata hitam. Dia merupakan putra asli Boanio dan juga merupakan seorang orator ulung. Dia cukup dikenal karena kemampuannya berkomunikasi dalam hajatan besar sebagai seorang “Master of Ceremonial”. Terakhir, Dominggus dipercayakan menjadi juru kampanye (Jurkam) dari Paket pemenang pilkada, Yohanes Don Bosco Do – Marianus Waja (YES). Dari segi pendidikan, Dominggus terakhir memegang ijazah SMA di SMAK Baleriwu – Danga. Dominggus berkomitmen mewujudkan Desa Aeramo menjadi Kota Hijau sesuai dengan visinya.

Baca Juga :  Esok, Lima Kandidat Kades Nangadhero Siap Bertarung

Kepada masing-masing kandidat, panitia Pilkades memberikan waktu guna memaparkan visi, misi dan program kerja sejak 21 November kemarin hingga 23 November 2018, dengan perhitungan masing-masing kandidat diberikan waktu dua hari untuk melakukan kampanye terbuka dan satu hari melakukan kampanye dialogis, kata Melkianus Tna’auni, wakil ketua panitia Pilkades Aeramo.

Ajang Pilkades di wilayah desa heterogen seperti Desa Aeramo memang menjadi hal yang menarik untuk disimak. Desa yang pernah menjadi tujuan wilayah transmigrasi lokal (Translok) pada tahun 1974 dan1976 ini menyajikan sejumlah persoalan kompleks yang menjadi sorotan serius bagi masing-masing calon kepala desa.

Yang paling serius yakni persoalan kesenjangan sosial, kemiskinan dan sarana air bersih, kata tokoh muda Aeramo, Leksi Legho. Kepada masing-masing kandidat, dia berharap agar prioritas pembangunan di desa Aeramo harus lebih memperhatikan skala prioritas berdasarkan tingkat kebutuhan dasar masyarakat. (patriOT).

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment