REVOLUSI 5P “KOMITMEN” MENGABDI PADA RAKYAT

Dibaca 283 kali

Bupati Kupang, Drs. Korinus Masneno dan Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe dalam sebuah Acara

Faktahukumntt.com – OELAMASI, KUPANG

Korinus Mansneno dan Jerry Manafe berkeyakinan bahwa kelima fokus utama yang merupakan prioritas pembangunan Kabupaten Kupang 2019 — 2024 dapat terealisasi hanya dengan satu tekad, satu semangat, dan satu gerakan. Revolusi “5P” adalah pilihannya. Revolusi “5P” akan berfungsi sebagai lokomotif yang mampu padu padankan seluruh tekad, semangat dan gerakan masyarakat di daerah tercinta ini.

Revolusi “5P”(Pertanian, Peternakan, Perkebunan, Perikanan dan Pariwisata).

Revolusi “5P”, kata Bupati Korinus merupakan syarat utama bangkitnya kabupaten Kupang dari keterpurukan hingga jadi daerah yang maju. Dengan Revolusi “5P” pengelolaan sumber daya alam akan dikerjakan oleh sumber daya manusia yang memiliki semangat dan keyakinan yang tinggi, ditopang dengan konsep pembangunan yang realistis, melalui proses yang terbuka dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Dengan demikian cita-cita kabupaten Kupang Maju, mandiri dan sejahtera niscaya menjadi sebuah realita.

Revolusi 5P (Pertanian, Peternakan, Perkebunan, Perikanan dan Pariwisata) merupakan komitmen mengabdi pada rakyat yang dapat direkam secara baik dan secara detail dapat dipaparkan sebagai berikut.

Revolusi Pertanian. Inovasi Korinus untuk pengembangan bidang pertanian di kabupaten Kupang adalah dengan memperkuat alsintan, instruksi kepada para camat mengawal Revolusi 5P di wilayah masing-masing, memperketat penyaluran pupuk bersubsidi dengan cara mengalihkan penyalurannya kepada BUMDes untuk mengurangi kebocoran penyaluran pupuk kepada petani.

Bagi dirinya, keberhasilan Revolusi pertanian bergantung pada ketersediaan air. Sumber air besar yang ada di waduk tilong, raknamo dan manikin nyatanya belum mampu memenuhi kebutuhan air bagi petani. Alasannya sangat sederhana, bahwa kontur wilayah Kabupaten Kupang berbukit-bukit dengan luasan dataran rendah sangat sedikit sehingga masyarakat yang hidup di dataran tinggi tidak dapat menikmati air dari sumber besar itu.

Oleh karena itu, ia sedang mempersiapkan program yaitu dengan sumur bor, dalam waktu 5 tahun ke depan mesti ada sekitar 1000 sumur bor tersebar diseluruh wilayah pemerintahannya. Tahun 2020 sekitar 200 sumur bor sudah harus ada dan bermanfaat bagi masyarakat.

Revolusi Perkebunan. Khusunya perkebunan terhadap Kepala Dinas Pertanian, Bupati Korinus menitipkan pembangunan pada sektor perkebunan yang merupakan bagian dari gerakan revolusi 5P untuk dapat direncanakan dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Tahun anggaran 2020 sebagai tahun investasi dari revolusi Perkebunan. Laksanakan kegiatan yang diyakini dapat memberikan manfaat, baik jangka pendek maupun jangka panjang, sehingga tujuan dan sasaran pembangunan di sektor pertanian dan perkebunan yang telah direncanakan dapat benar-benar direalisasikan.

Baca Juga :  DPD I Golkar dan YTMI Bantu APD, Makanan Tambahan bagi Ibu Hamil dan Balita

Revolusi Peternakan. Korinus menjelaskan persoalan utama dalam bidang peternakan bukan pada makin berkurangnya populasi ternak sapi tapi persoalan utama ternyata pada penyiapan pakan ternak. Peningkatan kualitas populasi ternak tergantung pada kualitas pakan. Ketersediaan pakan ternak sapi masih bergantung pada sisa tanaman lamtoro yang sudah ditanam sejak dulu.

Langkah yang akan dilakukan tentunya dengan mengurangi pemberian bantuan ternak kepada masyarakat, diubah menjadi program bagaimana menyiapkan kebun lamtoro teramba untuk pakan ternak. Bagi masyarakat yang sudah menyiapkan kebun pakan, pemerintah baru akan memberi bantuan ternak melalui kerja sama dengan pihak Bank dan kemudian ternak-ternak itupun diasuransikan sehingga mengurangi kerugian masyarakat karena alasan ternaknya mati, sakit atau hilang. “intinya rakyat siapkan pakan, kita dorong kredit perbankan, kita siapkan pasar dan siapkan asuransi ternak,”Ujarnya.

Revolusi Perikanan. Di bidang perikanan, selain menyiapkan bantuan peralatan perikanan, Pemerintah kabupaten Kupang pun merencanakan untuk merubah pola sasaran penerima bantuan. Sejauh pengamatannya dibeberapa TPI, ternyata yang menjadi nelayan sesungguhnya adalah masyarakat Kabupaten Kupang, sementara para pendatang dari luar NTT hanya sebagai cukong pengumpul hasil perikanan.

Bantuan perahu bagi nelayan tidak tepat sasaran, selama ini bantuan diberikan kepada mereka yang bekerja dibawah kendali para cukong dan bukan berusaha mandiri. Kedepan, bantuan peralatan akan fokus diberikan kepada para nelayan sesungguhnya yaitu masyarakat Kabupaten Kupang yang selama ini bekerja pada para cukong.

“Kelompok penerima akan saya seleksi secara ketat, termasuk kelompok penerima bantuan ternak sapi, sehingga tidak ada lagi tumpang tindih menerima bantuan terus-terusan. yang begini perlu ditertibkan di tahun 2020,”Tegas Bupati Kupang.

Revolusi Pariwisata. Untuk bidang pariwisata, Pemkab Kupang pada tahun 2020 akan fokus mengembangkan salah satu destinasi pariwisata di pantai selatan Kabupaten Kupang atau tepatnya di Pantai Teres Amarasi Selatan. Tugas Pemkab Kupang hanya menyiapkan infrastruktur dan grand design. Sementara untuk penataan lokasi wisata pantai teres sepenuhnya dibuka ruang untuk keteribatan masyarakat setempat termasuk para pengusaha lokal di Amarasi. Kelengkapan fasilitas dalam objek wisata pantai teres seperti jalan setapak, home stay, spot foto, rumah makan, panggung untuk hiburan rakyat termasuk kebun wisata semuanya diserahkan kepada masyarakat untuk menyiapkannya dengan cara swadaya dan gotong-royong.

Baca Juga :  Peringatan HUT NTT Ke 62 BKD NTT Raih 5 Penghargaan

Hasil dari objek wisata itu nantinya diambil oleh masyarakat, sementara Pemkab Kupang hanya mengambil dari karcis masuk para pengunjung. Sistemnya pun akan dikembanglan sehingga karcis masuk tidak ada lagi pembayaran tunai/cash, namun lebih pada pembayaran sistem nontunai. Sistem nontunai dilakukan untuk memghindari kebocoran.

Tanah disekitar lokasi wisata diupayakan diserahkan ke Pemkab Kupang, agar kedepan tidak terjadi persoalan seperti terjadi di lokasi wisata lain. “pemerintah harus tuntas mengurus objek wisata, jangan hanya tunjuk dan bikin. seperti di oenesu, pemerintah tidak berani ambil karcis masuk karena tanah itu masih milik masyarakat. Semua sektor ini saya siapkan untuk mulai eksen di 2020,”Ujarnya.

Program Prioritas Kerja Pemerintah Tahun 2020.

Pembangunan ekonomi, menurutnya sudah ditetapkan sebagai program prioritas kerja pemerintah tahun 2020 dalam mendorong percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Tahun 2020 akan dijadikan sebagai tahun pengembangan investasi di Kabupaten Kupang, karena alokasi dana desa yang dialokasikan pemerintah pusat sangat besar ke daerah ini.

Setiap tahun dana desa terus bertambah sehingga harus memberi manfaat bagi pembangunan ekonomi masyarakat di daerah ini. Investasi yang dilakukan buian dilaksanakan investor besar namun dilakukan masyarakat desa dengan memanfaatkan berbagai potensi ekonomi di desa. Modal usahanya sudah dialokasikan pemerintah melalui dana desa bahkan lembaga Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) juga dibentuk di semua desa sehingga harus dimanfaatkan. Kita tidak ingin niat baik pemerintah menjadi mubazir karena tidak cermat dalam pengelolaan dana desa yang begitu besar.

Dana desa tahun 2019 sebesar 165 miliar rupiah. Angka ini naik sekitar 30 miliar rupiah dari tahun 2018 yang hanya mencapai 135 miliar rupiah. Dana sebesar ini harus mampu terealisasi dan dikelola dengan baik. Semua kepala desa harus mempedomani RPJMD kabupaten Kupang tahun 2019—2024. Seluruh target-target yang pencapaiannya memnbutuhkan kolaborasi pembiayaan mesti diatur dalam RPJM Desa dan RKP Desa. Kita perlu kerja sama, dengan pola kerja sama, persoalan keterbatasan anggaran di daerah ini mampu diatasi.

Baca Juga :  Bupati Korinus: Pengangkatan Pejabat Lingkup Kabupaten Kupang Mengedepankan Prinsip Kompetensi

Selain itu, langkah untuk meletakan dasar sebelum pelaksanaan RKPD Pemkab Kupang tahun 2020 dan seterusnya, yaitu mempersempit struktur organisasi pemerintahan daerah dengan melakukan merger terhadap beberapa bagian bahkan OPD, menempatkan pejabat sesuai bidang ilmunya (right man on the right place). Penataan struktur organisasi pun akan dilakukan besar – besaran pada bulan Januari 2020 khusus untuk pejabat eselon III ke bawah.

KOMITMEN adalah KITA

Sejak awal dilantik sesuai tagline “Komitmen” menghadirkan kepemimpinan yang berpihak pada rakyat dan memilih jalan kerakyatan untuk bersama membangun dan mengembangkan kabupaten Kupang tercinta ini. Jabatan adalah berkat yang terjadi hanya oleh karena izin dan campur tangan Tuhan, maka yang perlu untuk dilakukan yakni mempersembahkan yang terbaik bagi pembangunan yang berpihak pada kepentingan masyarakat Kabupaten Kupang.

Komitmen kami untuk menjadi bagian terpenting dari masyarakat kabupaten Kupang. Dalam segala kondisi duka, kami hadir untuk menjadi penghibur dan peringan beban. Dan dalam segala kondisi suka kami selalu menjadi pribadi yang tulus dan rendah hati untuk merayakan setiap kesuksesan kecil yang diraih bersama rakyat, dan juga bersama para Aparatur Sipil Negara yang ada di lingkungan pemerintah kabupaten kupang. Apa yang menjadi harapan dan kecemasan yang masih tersisa untuk terwujud dalam program kepemimpinan kabupaten kupang yang akan datang adalah dengan menitik-beratkan pada lima fokus utama yang dirumuskan dengan satu tekad, satu semangat, dan satu gerakan “Revolusi 5P” yang menjadi harapan baru seluruh masyarakat kabupaten kupang dalam menggapai kesejahteraan.

Perjuangan baru dimulai. Dalam kondisi yang seperti ini pilihan rasional dari Korinus-Jerry ber-komitmen untuk berjuang bersama rakyat adalah pilihan kita semua, karena kita adalah warga kabupaten Kupang yang merindukan kesejahteraan yang sama, kita merindukan keadilan yang sama, kita mendambakan daerah ini maju dan lebih bermartabat. Kita adalah Komitmen.

Penulis: Yoseph Bataona 

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment