Soft Lounching Aplikasi Online Sistem Informasi Pendaftaran Data Kependudukan (SI-PANDA)

Dibaca 137 kali

Faktahukumntt.com. – Kota Kupang (NTT)

[dropcap]S[/dropcap]oft Louching Aplikasi Online Sistem informasi Pendaftaran Data Kependudukan ( SI-PANDA) diselenggarakan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Kupang pada hari Jumat tanggal 6 September 2019 di Ruang Pelayanan Dispendukcapil Kota Kupang.[sc name=”Iklan Artikel” ]

Kepala Bidang Layanan Informasi Dinas Kominfo Kota Kupang, Andre Ota dalam penjelasannya menyampaikan  salah satu instrument dari Smart City yaitu smart government yang memberikan pelayanan public kepada masyarakat. Tentunya dengan ini bukan hanya masyarakat tetapi pihak swasta, pihak pemerintah kota Kupang sendiri maupun Pemprov untuk mengakses data desk kependudukan kota Kupang akan lebih mudah karena disitu ada mekanismenya, ada pendaftaran onlinenya sehingga semuanya dapat berjalan lebih efisien.[sc name=”Iklan Artikel” ]

“Dengan aplikasi SI-PANDA orang tidak perlu lagi mencari tahu datanya menggunakan pulsa tetapi dengan satu kali klik sudah mendapat semua informasi. Selain itu, bisa mendaftar secara online bahkan mendapatkan ijin pun secara online”, ungkap Andre.[sc name=”BACA JUGA” ]

Baca Juga :  Gubernur VBL Resmikan Kantor Baru Bank NTT Cabang Rote Ndao

Lanjut Andre, memang salah satu instrument smart city yaitu memberikan pelayanan yang efektif dan efisien. Dan yang menjadi harapan saya semoga ini menjadi stimulant bagi yang lain kalau boleh semua urusan itu dibuat secara online supaya tidak eksklusif tetapi inklusif seluruh masyarakat bisa mengakses ini dan itu merupakan keterbukaan public yang ada pada pemerintah, masyarakat perlu banyak tentang pemerintah.[sc name=”Iklan Artikel” ]

Selanjutnya dilapangan pasti juga menghadapi kendala karena banyak aplikasi yang tidak dibangun secara harmoni sehingga disaat kita mengintegrasikan kalau website tidak begitu sulit tetapi kalau aplikasi yang harus terhubung antara satu dengan yang lain sedikit mengalami kendala karena mempunyai skrip yang berbeda-beda tetapi ada metodenya hanya membutuhkan waktu sedikit lebih lama dibanding kalau dibangun secara bersamaan seperti yang di Dukcapil kata Andre Ota[sc name=”Iklan Artikel” ]

Baca Juga :  Pemprov NTT Serius Fokus Tangani Penyakit Demam Berdarah dan Masalah Sampah

Dalam kesempatan ini Kepala Seksi Kerja sama bidang Pemanfaatan data yang juga adalah Penggagas Aplikasi SI-PANDA, Maria Magdalena Loedoe, S.Sos mengungkapkan alasan mendasar yang memotivasi dirinya adalah melayani masyarakat.[sc name=”BACA JUGA” ]

“Sekecil apapun yang kita buat harus bisa bermanfaat bagi masyarakat. Memang ada saja kendala yang muncul di lapangan tetapi dengan usaha yang keras pasti bisa mengatasiny”, ujar Magdalena

Jadi bagi Maria, dalam proses pembuatan aplikasi ini dirinya harus mengumpulkan data, mencoba mencari apa manfaat yang paling penting untuk diberikan kepada masyarakat.[sc name=”Iklan Artikel” ]

Baca Juga :  Penuhi Kebutuhan Masker, Pemko Batam Kumpulkan Pengusaha Konveksi

“Harapan saya kedepan aplikasi ini bisa memberikan manfaat bagi pemerintah khususnya bagi OPD dan juga pihak swasta karena kita lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Dan untuk kedepan masih ada ide-ide sesuai dengan kebutuhan apalagi melihat informasi yang berkembang di kota Kupang atau di Dukcapil sendiri apa saja yang menjadi kebutuhan yang mendesak itu yang akan dicari lagi inovasi-inovasi baru, ketika kita menemui masalah dalam pelayanan tentu kita harus berpikir apa yang harus kita buat untuk menyelesaikan masalah itu”, pungkas Maria.(Mariani)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment