SOSIALISASI KEBERADAAN ORMAS, YAYASAN DAN LSM BAGI MASYARAKAT TINGKAT KOTA KUPANG

Dibaca 273 kali

Faktahukumntt.com – Kota Kupang

[dropcap]B[/dropcap]adan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Kupang menggelar kegiatan Sosialisasi Keberadaan Organisasi Masyarakat (Ormas), Yayasan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bagi Masyarakat dengan tema “Kita Tingkatkan Sinergitas Organisasi Masyarakat, Yayasan dan Lembaga Swadaya Masyarakat dengan Pemerintah Daerah” di Aula Sasando Kantor Wali Kota Kupang, Selasa (22/10).

Kegiatan dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kota Kupang, Ir. Eduard John Pelt, didampingi oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Kupang, Noce Nus Loa, SH, M.Si, yang diikuti oleh 100 orang peserta, terdiri dari 34 orang pengurus Ormas, Yayasan dan LSM, 50 orang tokoh masyarakat, 8 orang tokoh agama dan 8 orang tokoh pemuda. Narasumber antara lain Hengky Ndolu, SH, M.Hum (Kepala Lembaga Pengabdian UKAW Kupang), Filmon M. Polin, SH, MH (Dosen Fakultas Hukum UKAW Kupang), dan Noce Nus Loa, SH, M.Si (Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Kupang).

Baca Juga :  PEMKOT KUPANG SELENGGARAKAN PELATIHAN HAKI

Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kota Kupang, Ir. Eduard John Pelt dalam sambutannya menyampaikan bahwa ormas, yayasan dan LSM merupakan komponen pembangunan dan mitra bagi pemerintah Kota Kupang dalam melaksanakan pembangunan, pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. “Partisipasi dari komponen masyarakat sangat penting selain untuk berkreatif, menjadi instrument, dan merupakan sumber-sumber inovatif bagi pemerintah. Dinamika pembangunan dan pertumbuhan ormas, yayasan dan LSM begitu pesatnya bahkan bisa mengalahkan kecepatan dan pesatnya pembentukan regulasi”, kata Ir. Eduard John Pelt. Lebih lanjut Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kota Kupang menyampaikan bahwa pengetahuan dan teknologi berkembang lebih cepat daripada regulasi yang disiapkan untuk mengawal dan mengatur pelaksanaan kegiatan itu sendiri sehingga dapat menimbulkan permasalahan, ketidaksesuaian maupun pertentangan di dalam masyarakat terutama dengan pemerintah itu sendiri.

Kegiatan sosialisasi ini sangat penting dan strategis untuk mempersiapkan masyarakat sebagai mitra dan pelopor pembangunan, mempersiapkan masyarakat dalam aktifitas ormas, yayasan dan LSM sesuai dengan koridor hukum yang berlaku dan tidak bertentangan dengan pemerintah, dan dapat membangun hubungan yang harmonis antara masyarakat dan pemerintah Kota Kupang untuk menciptakan rasa aman dan damai. “Kota Kupang ini merupakan kota dengan penduduk multi etnik, sehingga dapat dikatakan Indonesia mini karena berkumpulnya berbagai suku, agama, ras dan budaya. Saya berharap, peran aktif ormas, yayasan dan LSM ini mampu menjaga keamanan ketertiban serta memberikan solusi maupun menjadi solusi untuk kota yang layak huni, cerdas, mandiri, sejahtera dengan tata kelola bebas KKN.” kata Ir. Eduard John Pelt.

Baca Juga :  Pembangunan Galangan Kapal pertama di NTT, Berada di Kabupaten Kupang

Kepala Bidang Hubungan Antar Lembaga Agusthinus M. Manafe, SH selaku Ketua Panitia dalam laporan panitia mengatakan bahwa tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan pembangunan daerah dan penyelenggaraan pemerintahan yaitu tata kelola yang baik. Untuk mencapai hal tersebut terdapat 3 pilar yang harus terpenuhi yaitu masyarakat, pemerintah dan dunia usaha/swasta serta tokoh-tokoh perorangan. “Ketiga pilar tersebut bukan dalam posisi yang saling melemahkan, melainkan saling bersinergi dan memperkuat dengan peran dan kedudukan masing-masing. Pemerintah daerah terus berupaya menjalin komunikasi dalam rangka mencari berbagai solusi atas persoalan pembangunan dan kemasyarakatan dengan berbagai ormas, yayasan dan LSM”, kata Agusthinus M. Manafe, SH.

Selain itu menurut Agusthinus M. Manafe, SH, ormas, yayasan dan LSM yang ada di Kota Kupang ini cukup banyak sehingga dapat memberikan sumbagsih nyata bagi pemberdayaan masyarakat dalam kerangka awal proses dan keberhasilan pembangunan. Beliau juga mengatakan tujuan kegiatan sosialisasi ini yaitu memberikan pencerahan dalam rangka meningkatkan pemahaman keberadaan ormas, yayasan dan LSM kepada komponen masyarakat dan memberikan ruang kepada peserta kegiatan untuk memperoleh dan membagi informasi-informasi yang menandai mengenai keberadaan ormas, yayasan dan LSM. (*Humas)

Baca Juga :  RSUD S. K. LERIK BERKOMITMEN MEMPEROLEH SERTIFIKAT ISO, INI HARAPAN WALI KOTA

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment