Sri Wulandari, 11 Wisma untuk 85 Orang Lansia

Dibaca 400 kali

Kupang (faktahukumntt.com), Kepala UPT Kesejahteraan Sosial Kupang, Sri Wulandari menyebutkan bahwa Jumlah lansia yang dilayani oleh Panti Lansia Budi Agung Kupang sebanyak 85 orang terdiri dari 25 orang laki-laki dan 60 orang perempuan.

Kepada Media ini Sri Wulandari menjelaskan bahwa sebanyak 85 Lansia diinapkan di 11 wisma, masing-masing wisma ada pengasuh yang siap melayani mereka baik soal makan-minum, kesehatan, rekreasi dan juga ada kebutuhan serta sandang dari pagi hinggai malam. Selain itu mereka juga dilayani oleh dua orang perawat/tenaga medis yang setiap paginya mereka keliling ke 11 wisma untuk mengecek kesehatan opa-oma. sehingga kita bisa tahu secara dini kira-kira  opa-oma lagi sakit apa atau kondisi seperti apa. Kebetulan tim medis juga tinggal di Panti yang bekerja sama dengan 2 dokter sehingga kalau Opa-Oma sakit tengah malam juga bisa diatasi.

Baca Juga :  Lusianus Tusalakh; Perangkat Desa Yang Dilantik Bisa Dianulir Jika Ada Kesalahan Proses

Lanjut Sri, dalam satu wisma ada 5 kamar satu kamarnya untuk pengasuh, sedangkan 4 kamar lainnya masing-masingnya ditempati 2 orang lansia. Mengenai kondisi wismanya, 11 wisma sudah rusak banyak.

“Saya bersyukur ada 3 wisma sudah dirubuhkan dan dibangun baru, 5 wisma sudah direhab. Terkait hal ini kami sudah berusaha mengajukan usulan-proposal tapi untuk tahun ini tidak diakomodir mudah-mudahan tahun depan”.

Beberapa waktu yang lalu Ibu Gubernur, Julia Laiskodat pernah berkunjung ke sini dan kebetulan lagi hujan besar dan saat beliau masuk di wisma depan bocor sehingga menyaksikan tetesan air hujan yang jatuh ke lantai ruangan ditampung dengan ember. Melihat kondisi ini beliau bilang nanti diusulkan saja mudah-mudahan realisasinya tahun depan

“Ibu Gubernur juga pernah berkunjung ke Panti Lansia Maumere yang mana saya membawahi 2 seksi yakni Panti lansia Budi Agung Kupang dan Kabupaten Sikka”, beber Sri.

Baca Juga :  TdT 2017 Diharapkan Menarik Minat Kunjungan Wisatawan

Menurut Sri, Permasalahan lain yang dihadapi yakni ada banyak keluarga-keluarga yang tidak iklas menyerahkan orang tuanya. Mereka masih berpikir negatif terhadap Panti. Sebenarnya panti inikan terbuka dan bisa dikunjungi kapan saja namun mereka gengsi; masa saya kasih makan orang tua satu piring nasi saja tidak bisa! padahal faktanya mereka yang dikampung-kampung itu tidak memperhatikan makanan bagi lansia. Sudah lansia tidak ada gigi tapi makanannya jagung dan tidak sesuai dengan gisi.

“Melalui media ini saya harapkan masyarakat bisa paham tentang panti ini sehingga mereka juga bisa iklas untuk menyerahkan orang tuanya agar bisa diurus dengan baik karena ini juga adalah kewajiban negara. Selain itu juga, biasanya sebelum merekrut penerima manfaat atau klien, kita mengadakan sosialisasi namun dana untuk itu sudah 3 tahun ini tidak ada. saya berharap pemerintah juga bisa memberikan kami dana sedikit untuk mensosialisasikan ke desa-desa di seluruh wilayah Kabupaten/Kota” ungkap Sri Wulandari penuh harap.

Baca Juga :  Gubernur Apresiasi Kerja PLN NTT, Masyarakat Diminta Bersabar 
Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment