Tim Relawan Beraksi, Tumpukan Sampah Ludes

Dibaca 294 kali

Kupang-NTT (FaktahukumNTT.com), Gerakan Kebersihan Kota Kupang yang dicanangkan oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat kini menjadi Agenda rutin Tim relawan yang terdiri dari Tim Percepatan Gubernur (Orson Basoeki), Tim relawan dari PUPR, Stef Surat dan Pelipus Dare serta Tim ULTRAS NTT, Veky Asadoma, Petra Bilaut, Vecky Taseseb, Simon Pena dan lainnya.  Tim Relawan melakukan pemungutan sampah di seputaran Jalur 40 Kota Kupang, Sabtu (16/2/2019).

Kepada wartawan, Orson Basoeki mengatakan, kegiatan pemungutan sampah ini telah menjadi rutinitas tim relawan dan ini kali yang ketiga selama 3 pekan berturut-turut. Dan kami memilih lokasi ini karena diluar jangkauan Dinas Kebersihan Kota Kupang. Di tempat ini, banyak sekali sampah yang bertebaran sementara setiap saat dilalui oleh semua kalangan masyarakat.

“Sudah saatnya kita perduli melawan sampah yang bertebaran dipinggiran kota Kupang. Selain menciptakan lingkungan yang bersih juga secara perlahan-lahan kita berupaya mengubah predikat Kota Kupang termasuk salah satu kota terkotor di Indonesia menjadi Kupang Kota kasih bebas dari sampah”, sebut Orson.

Baca Juga :  ATR/BPN-NTT, SERTIPIKAT TANAH MENJADI PERHATIAN PEMERINTAH

Bagi Tim gabungan Relawan, Orson mengatakan mereka tidak butuh banyak rencana tapi aksi nyata. Setiap minggu kita melakukan aksi dijalur ring road (lingkar luar kota Kupang) dan sudah dua titik yang kita angkut hari ini. Di kedua titik tersebut, sampah menumpuk mencapai kurang lebih 3 kubik dan sudah diangkut menggunakan  truk untuk dibuang ke tempat pembuangan sampah akhir (TPA) Alak di Kecamatan Alak.

Mereka juga sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Kupang untuk menyampaikan kegiatan pemungutan sampah tersebut supaya tim mendapat suport dan dukungan dari pemerintah. Selain itu, mereka berupaya untuk mengajak masyarakat sekitar agar terlibat dalam gerakan peduli sampah.

Baca Juga :  Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) Kini Hadir di NTT

“Saya pikir semua orang sudah tahu bahwa Bapak Gubernur sangat konsen dengan kebersihan bahkan beliau sendiri pernah mengangkut sampah beberapa minggu yang lalu dan itu spontanitas beliau turun langsung juga mengangkat sampah bersama tim.

Dengan begitu kita harus care atau peduli karena sampah sudah menjadi bencana. Seperti yang kita lihat baru-baru ini kota Kupang terkena wabah Demam berdarah. Semua kalangan mengalaminya, dan salah satu penyebabnya adalah sampah.

“Ini tidak main-main, perang terhadap sampah adalah harga mati”, tegas Orson. (Mariani)

Baca Juga :  Update Data dan Upaya Gugus Tugas Covid-19 Kota Kupang
Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment