Tingkatkan Produktivitas dengan Menanam dan Membangun Konservasi Tanah dan Air

Dibaca 139 kali

Faktahukumntt.com – Kota Kupang

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man menghadiri acara Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GNPDAS) Tingkat Provinsi NTT dengan tema Pulihkan Lahan Membangun Masa Depan di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Selasa (26/11).

Hadir pada acara tersebut Gubernur NTT, Victor Bungtilu Laiskodat, Ketua DPRD Provinsi, Ir. Emelia Julia Nomleni, Direktur Jenderal (Dirjen) Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDASHL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ir. Hudoyo, MM, Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe, Ketua Tim Penggerak PKK, Julie Sutrisno Laiskodat dan para Pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Provinsi NTT dan Kabupaten Kupang, para Pimpinan Kelembagaan Agama Tingkat Provinsi NTT serta Tokoh Masyarakat.

Baca Juga :  Peran Tokoh Agama dalam Merawat Perbedaan

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ir. Ferdi Kapitan, M.Si melaporkan bahwa acara ini dirangkaikan dengan Pencanangan Desa Bolok sebagai Desa Cendana yang bertujuan untuk meningkatkan komitmen dalam memelihara lingkungan di sekitar kita.

“Pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan perlu terus dilaksanakan oleh Pemerintah sebagai upaya untuk mempertahankan kualitas dan produktivitas dalam mendukung sistem penyanggah kehidupan. Salah satu permasalahan yang mendesak dan harus ditangani adalah kerusakan daerah aliran sungai. Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GNPDAS) merupakan upaya pemerintah untuk mendorong kesadaran serta partisipasi berbagai pihak untuk mendukung Gerakan Penanaman Pohon dalam rangka Pemulihan DAS,” jelasnya.

Baca Juga :  Gubernur NTT Pimpin Rapat Penanganan Pencegahan Penyebaran Covid-19

Sambutan Direktur Jenderal (Dirjen) Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDASHL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Ir. Hudoyo, M.M., mengatakan bahwa Balai Nasional Pengendalian Daerah Aliran Sungai (BNPDAS) pertama kali dicanangkan pada tahun 2018 dan diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia dan meningkatkan kesadaran masyarakat agar menjaga keselamatan hutan dan sumber daya air, produktivitas lahan, perubahan iklim, dan pencegahan bencana iklim metereologi.

“Saat ini, kita mempunyai lahan krisis seluas 14 juta hektar yang tersebar di seluruh Indonesia, lahan kritis ini harus kita pulihkan dengan meningkatkan produktivitas yaitu melalui kegiatan penanaman dan membangun bangunan konservasi tanah dan air. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia akan membangun 1.000 kebun bibit desa dan di Nusa Tenggara Timur  terdapat  1 persemaian permanen yang setiap tahun kita produksi 1 juta bibit,” jelas Ir. Hudoyo, MM. (*Humas)

Baca Juga :  GUBERNUR VIKTOR LAISKODAT, 5 "P" Gerakan Membangun Manusia NTT

 

 

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment