Ulah Urbanus Podi di Pilkades Rendu Wawo, Kris Du’a akan Panggil Kepala BKD Nagekeo

Dibaca 131 kali

Nagekeo (faktahukumntt.com), Kristianus Du’a Wea, wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Nagekeo berencana akan memanggil Albertus Seke, Kepala Badan Kepegawaian Daerah kabupaten Nagekeo. Pemanggilan itu merupakan buntut dari laporan warga terkait adanya indikasi pelanggaran etika oleh seorang oknum Aparatur Sipil Negara saat Pilkades di Desa Rendu Wawo pada rabu, (28/11).

Keputusan itu bermula dari aksi tiga belas orang warga Desa Rendu Wawo yang dipimpin oleh Simon Sapa (41) yang mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Nagekeo, pada kamis kemarin. Mereka mengaku sebagai pendukung dan keluarga Mikael Do, salah satu kandidat Kepala Desa yang kalah dalam Pilkades itu.

Baca Juga :  Pelayanan PDAM Buruk, Warga Dusun Woloara Ngaduh Ke Bupati Sikka

Simon yang saat itu berperan sebagai saksi memilih menolak menandatangani hasil rekapitulasi perhitungan suara untuk Mikael Do. Itu dilakukan Simon sebagai bentuk protesnya terhadap Urbanus Podi, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Nagekeo, yang menjadi saksi rekapitulasi perhitungan suara untuk kandidat Teodorus Aru. Kegalauan hati Simon Sapa semakin menjadi tatkala panitia pelaksana Pilkades menetapkan Teodorus Aru unggul 40 suara diatas Mikael Do.
Keesokan harinya, dia dan dua belas warga lainya lantas melaporkan Urbanus Podi ke DPRD Nagekeo. Urbanus dilaporkan atas didugaan pelanggar nertalitas ASN hingga dituding menjadi penyebab kekalahan Mikael Do, dalam Pilkades Rendu Wawo.
Selain melaporkan keikutsertaan oknum ASN, laporan lain yang turut disampaikan Simon yakni adanya kegiatan kampanye pada masa tenang di halaman rumah milik salah satu ketua RT di desa Rendu Wawo.

Kris Du’a, usai menerima pengaduan itu, kepada awak media berjanji akan segera memanggil kepala Badan Kepegawaian Daerah kabupaten Nagekeo guna mendapatkan alasan mengapa Urbanus Podi “nyasar” di desa Rendu Wawo. Sebab sepengatahuan politisi Golkar asal Kecamatan Boawae itu, saat ini Urbanus tengah mendapat tugas belajar di salah satu Universitas di provinsi Bali yang dibiayai oleh pemerintah daerah kabupaten Nagekeo.

Baca Juga :  Suhardi dan Taufik Terpilih Pimpin Pemuda Muhammadiyah NTT

” Urbanus itu memang seorang PNS, tetapi saat ini dia sedang menyelesaikan tugas belajar yang dibiayai oleh pemerintah Nagekeo di Bali. Kita akan panggil BKD dan memastikan alasan dia bisa berada di Rendu, apakah sedang cuti kuliah atau sedang berlibur. Terkait urusan kode etik, penindakannya sudah menjadi wewenang BKD.” kata Kris Du’a.

Untuk informasikan, desa Rendu Wawo menjadi salah satu dari lima desa di Kecamatan Aesesa Selatan ikut menggelar pilkades serentak di tahun 2018. Berikut, nama desa dan kandidat pemenang dari masing-masing desa.
Desa Rendu Butowe / Yeremias Lele,
Desa Rendu Wawo / Teodorus Aru,
Desa Rendu Teno / Baltasar Bisara,
Desa Tengatiba / Servasius Ame,
Desa Langedhawe / Wilhelmus Saze.
(patriOT)

Baca Juga :  DPW KAMIJO Jatim Akan Gelar Pelantikan Pengurus dan Gathering Bisnis Forum CSR
Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment