Wagub NTT, Rapat Koordinasi Agenda Penting Pelaksanaan Pembangunan NTT

Dibaca 66 kali

Kupang (faktahukumntt.com), Wagub NTT Wajib, Josef A. Nae Soi menyampaikan Rapat Koordinasi antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota sebagai Agenda Penting dalam pelaksanaan Pembangunan NTT secara merata dan menyeluruh. Hal ini penting karena Rapat korordinasi (Rakor) merupakan tahapan evaluasi pelaksanaan kegiatan tahun sebelumnya dan memantapkan langkah pelaksanaan kegiatan tahun berikutnya.

“Kita hadir disini untuk mengevaluasi kegiatan tahun 2018 dan memantapkan pelaksanaan kegiatan tahun 2019 serta menyusun rancangan kegiatan tahun 2020 dengan menempatkan pertanian sebagai salah satu sektor andalan pembangunan ekonmi di NTT”, ungkap Josef Nae Soi saat membuka Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Pembangunan Pertanian sekaligus evaluasi pelaksanaan program, percepatan pelaksanaan pembangunan pertanian dan persiapan pelaksanaan 2018/2019, di Swiss Bellin Hotel Kristal, Jumat (1/2/2019).

“Saya atas nama pemprov NTT menyampaikan selamat kepada seluruh peserta dan menyambut baik pelaksanaan rakor ini. Tadi Bapa-ibu memberikan salam yang luar biasa yaitu salam swapan (swasembada pangan). Kalau petani kita melarat maka negara akan kanga-ranga. Pasti diseluruh dunia kalau pertanian tidak kuat maka negara akan linglung”, sebut Josef

Tahun ini merupakan tahun pertama pelaksanaan dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) NTT 2018-2023. Dan merupakan tahapan ke 4 atau periode terakhir RPJMD NTT 2005-2025. Spirit dalam RPJMD 2018-2023 dalam semangat dan berorienbtasi kuat pada restorasi pembangunan untuk menciptakan lompatan besar. Kita tidak bisa jalan, lari tetapi harus lompat maka saya dan Viktor mempunyai visi yakni NTT Bangkit, NTT sejahtera.

“Kita harus bangkit tidak bisa main-main”, tegas Josef

Josef juga menegaskan bahwa Para Peserta Rakor sebagai ujung tombak mengingat posisi NTT saat ini berada diurutan keterbelakang dalam berbagai indikator kunci pembangunan terutama kemiskinan dan derajat kualitas manusia yang tercermin dalam indeks pembangunan manusia (IPM). Yang membanggakan kita memang NTT ini dari segala sudut kita miskin tetapi NTT kaya akan martabat. Walaupun kita miskin harta tetapi martabat harus kita jaga.

Baca Juga :  Wakil Gubernur NTT Lepas 25 Peserta Vokasi Pariwisata

Berdasarkan hal tersebut diatas asumsi-asumsi makro 5 tahun ke depan dipatok lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya dengan meletakan pembangunan NTT ke depan sebagai provinsi bercirikan kepulauan dimana luas laut 4 x luas daratan. Garis pantai yang panjang serta potensi laut pesisir dan pulau-pulau yang kaya dengan sumber daya.

Orienrasi pembangunan daerah kepulauan berbasis kepada ekonomi biru dan ekonomi hijau. Ekonomi Hijau yang berbasis komoditas ungggulan seperti perikatan, kelautah, garam, rumput laut dan budidaya perikanan serta industri pengolahan hasil-hasil perikanan. Sedangkan ekonomi hijau yang mengandalkan komoditas. Mengapa kita mengatakan bahwa Marungga sebagai ekonomi hijau. Contoh kasus di Afrika 10 tahun yang lalu rakyatnya banyak mengalami kurang gisi tetapi fakta saat ini tidak ada lagi karena ada kelor/marungga.

Selain itu, jagung, ternak sapi serta industri pakan ternak dan industri pengolahan hasil pertanian. Kita punya program tanam jagung, panen jagung dan ternak. Ini yang harus kita lakukan. Dibeberapa negara yang daerah-daerah pertanian yang sangat luas selalu mengalami kekurangan pasokan pasokan makanan untuk menyehatkan anak. Oleh karena itu kita melakukan gerakan tanam jagung namun sekaligus bisa panen ternak secara bersamaan. “Hal itu sudah dilakukan penelitan yang mendalam. Disamping itu kita sudah melakukan kerja sama dengan Undana dan Universitas Melborn”, beber Josef

 

Menyingung soal Pariwisata, Josef menjelaskan bahwa pembangunan sektor pariwista sebagai penggerak ekonomi Nusa Tenggara Timur dengan mengandalkan NTT sebagai ring of beauty. Hal ini menimbulkan pertanyaan, mengapa tidak menggunakan pertanian sebagai lokomotif tetapi justru menggunakan pariwisata sebagai lokomotif.

Menurut Wagub, berbicara mengenai pariwisata maka kita berbicara 5 esensia ;

Pertama, Atraktif, budaya NTT sangat luar biasa. Akhir-akhir ini ada  wacana Pemerintah Provinsi untuk menutup sementara Taman Nasional Komodo. Kalau Komodo semua dimasukin, dijejak terus setiap hari maka komodo menjadi jinak. Apa bedanya komodo yang ada di Labuan Bajo dengan komodo yang ada di Ragunan. Ketika orang datang ke NTT mestinya untuk melihat atraktif dari komodo. Komodo harus atraktif! begitu melihat kerbau liar, rusa liar langsung dikejar. seperti di Afrika selatan. Bagaimana harimau mengejar kerbau, rusa dan itu menjadi tontonan atraktif dan menjadi mahal. Jadi bukan wisatawan  datang dan “Oh….” Komodo yang begini to, tidak! tetapi orang datang lihat komodo dan mengatakan “Wow…….” Itu baru pariwisata.

“Jadi kita tutup sementara harus dibedakan koservasi dengan main disaham. Taman Nasional itu adalah taman yang perlu dilindungi baru kemudian kita masuk kepada pariwisata dan pariwisata itu harus dijual tidak bisa dengan murah. Kalau kita ke Yunani, hanya satu tiang saja kita baru masuk dari depan pemandu mulai cerita tentang inilah, yang itulah lalu wajib bayar 100 dolar”, urai Josef

Baca Juga :  Delapan Titik Lokasi Internet di Sikka Resmi Dibangun' Ini Sebarannya

Budaya NTT sangat luar biasa, kekayaan wisata alam NTT luar biasa. Siapa sangka di NTT ada komodo satu satunya didunia, danau kalimutu satu satunya didunia, batu warna warni di Sabu, ada teluk seribu, dan masih banyak lagi.

Kedua, Akomodasi hotel, home stay. Mengapa pemprov mengatakan hotel-hotel Melati  tidak boleh dibuka. Kalau pengusaha mau membuka harus hotel berbintang. Hotel melati harus berikan kepada rakyat kecil, biarkan rumah rakyat dijadikan home stay. Pemerintah akan memberikan fasilitas untuk melakukan renovasi kemudian membersihkan rumahnya dengan bagus sehingga orang yang datang melihat dan nyaman untuk tinggal. Hal ini sekaligus menjadi sumber penghasilan bagi ranyat.

Ketiga, Aksesibilitas. Jalan, transportasi masih sangat kurang. Bayangkan jalan Provinsi 2650 km yang rusak 1650 km. kalau sekarang dibangun maka 1 tahun hanya 2 km maka sampai anak cucu kitapun belum selesai. Oleh sebab itu minggu yang lalu saya, bersama DPR-RI Melki Mekeng dan Johni Plate bertemu dengan Mentri Keuangan dan mengatakan kami mau dalam 3 tahun jalan Provinsi NTT harus tuntas.

Baca Juga :  NTT Harus Punya Tenaga Kerja Berkualitas

Keempat, Kepedulian. Kepedulian dari semua pihak (instansi) merupakan hal yang utama. Kepedulian terhadap masyarakat, lingkungan yang bersih dan bebas dari sampah-sampah. Kelima, Kesadaran. Menjaga kebersihan kamar mandi dan wc.

RPJMD tahun 2018-2023 menggambarkan bahwa sektor pertanian masih menjadi sektor penting dalam pembangunan ekonomi nasional dan daerah. Peran strategis sektor pertanian tersebut digambarkan dalam kontribusi sektor pertanian dalam penyediaan bahan pangan, bahan baku industri, penyumbang pajak bumi dan bangunan, penghasil devisa negara, penyerap tenaga kerja, sumber utama pendapatan rumah tangga pedesaan, penyediaan bahan bakar bio-energi serta berperan dalam upaya penurunan kemiskinan.

Sesuai dengan agenda pembangunan Nusa tenggara Timur diarahkan agar sejalan dengan nawa-cita pembangunan pertanian Indonesia yang dicanangkan oleh Presiden RI untuk mewujudkan kedaulatan pangan, berbasis Agribisnis kerakyatan melalui;

  1. Kebijakan pengendalian import pangan
  2. Pembangunan irigasi, bendungan, sarana jalan, transportasi serta pasar.
  3. Rehabilitasi jaringan irigasi yang rusak, lahan pertanian samapi dengan pembangunan bendungan sampai tahun 2019.
  4. Pencanangan 1000 desa berdaulat benih sampai tahun 2019, subsidi pangan dan subsidi petani.
  5. Kebijakan pupuk sesuai dengan kebutuhan.

Ada beberapa poin penting dalam rakor ini yakni pertemuan ini mengevaluasi kegiatan tahun 2018 antara lain kendala penyediaan sarana produksi secara tepat dan cepat. Melaksanakan kegiatan pembangunan pertanian secara terpadu dan selalu ada sinkronisasi baik pusat, provinsi maupun kabupaten. Mudah-mudahan dalam rakor ini bisa menghasilkan data yang akurat dan kebutuhan-kebutuhan apa saja yang akurat. Khusus mengenai Malaka dan Belu itu dikhususkan karena merupakan daerah perbatasan.

“Bagi siapa yang kerja dengan tulus dan jujur melayani rakyat, dia pantas mendapatkan mahkota baik di dunia maupun diakhirat”, pesan Josef. (Mariani)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment