“Percepatan ini adalah hasil kerja kolaboratif. Semua bergerak cepat tanpa menunggu instruksi panjang,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., dalam laporan resminya.

Selain listrik, upaya pemulihan jalan dan jembatan juga berjalan simultan. Pemerintah memastikan bahwa jalur-jalur vital Sumbar sudah dapat dilalui:

  • Padang – Pariaman – Pasaman Barat – Batas Sumatera Utara
  • Padang Panjang – Bukittinggi – Batas Riau
  • Padang – Painan – Batas Bengkulu
  • Padang – Solok – Dharmasraya – Batas Jambi

Meski demikian, sejumlah ruas masih memerlukan pekerjaan besar. Jalur Sicincin – Padang Panjang ditargetkan dapat dilalui kendaraan ringan dalam 14 hari, sebelum dilanjutkan dengan perbaikan permanen.

Keberhasilan pemulihan 100 persen listrik dalam hitungan hari tidak hanya memberikan rasa aman bagi masyarakat Sumbar, tetapi juga menegaskan kapabilitas Indonesia dalam merespons bencana.

Operasi pemulihan kali ini menjadi studi kasus penting bagi perencanaan ketahanan energi nasional, terutama di wilayah rawan bencana seperti Sumatra Barat, yang secara geografis berada di jalur patahan dan rentan terhadap gempa bumi, banjir bandang, serta longsor.