Informasi Terupdate Hari Ini

Harry Hikmat : Bantuan Bagi Korban Kebakaran Gurusina, Bukti Pemerintah Ada dan Hadir

0 91

Nagekeo (faktahukumntt.com), Pemerintah Negara Republik Indonesia melalui Direktur Jendral Perlindungan dan jaminan sosial, Kementerian Sosial, Harry Hikmat dan Direktur Perlindungan Sosial dan Bencana Sosial Nurul Farijati, Kamis (6/11/2018) melakukan kunjungan kerja ke Kampung adat “Guru Sina” di Desa, Watu Manu, kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, yang terbakar pada 13 agustus lalu. Selain meninjau lokasi, Kementerian Sosial juga menyalurkan sejumlah bantuan bagi warga dan korban.

“Sesuai arahan presiden Jokowi dan Menteri Sosial, mekanisme penyaluran bantuan non-tunai dilakukan dilakukan secara terpadu yakni melalui kartu kombo” kata . Harry.

Bantuan Kemensos itu, ungkap Harry, bertujuan untuk membangun kembali perumahan warga kampung adat Gurisina agar kampung itu kembali menjadi tujuan wisata, ungkap. Untuk itu, dalam penyalurannya, Kementerian Sosial bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui ATM Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Sehingga, bagi warga dan korban yang memenuhi kriteria akan menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Beras Sejahtera (Rastra), dan bansos lainnya.

Bantuan itu terbagi menjadi tiga bagian meliputi bantuan sosial Pendamping Keluarga Harapan (PKH), bantuan korban bencana sosial, bantuan Rumah Sehat – Rumah Tidak Layak Huni (RS-RTLH), dengan total bantuan sebesar Rp 2.2 Miliar.

Selain menyalurkan bantuan bagi korban bencana kebakaran Gurisina, Kemensos juga merincikan jumlah bantuan sosial untuk propinsi NTT yakni sebesar 1,28 triliun rupiah yang terdiri dari basos PKH sebesar 682.76 miliar rupiah untuk 386.315 keluarga dan bantuan beras sejahtera sebesar 597,4 miliar rupiah untuk 452.557. Sedangkan bansos untuk kabupaten Ngada antara lain bantuan PKH sebesar 12.89 miliar rupiah untuk 7.188 keluarga, bantuan beras sekahtera sebesar 10.63 miliar rupiah untuk 8.051 keluarga.

Selain itu, Kemensos juga melakukan penyaluran bansos Program Keluarga Harapan tahap IV kepada 150 Keluarga Penerima Manfaat Gurusina.

Harry menambahkan, berdasarkan data yang dihimpun Dinas Sosial Provinsi NTT, secara keseluruhan rumah adat yang berada di Kampung Gurusina berjumlah 33 unit, satu pos pariwisata, dan beberapa situs-situs adat didalamnya.

Situs-situs tersebut yaitu tiga buah kayu Ngadu (Tiang Adat yang melambangkan wujud laki-laki) dan tiga Rumah Bhaga (Rumah Adat minimalis selaku simbol perempuan yang berfungsi sebagai tempat untuk memberikan sesajian kepada nenek moyang pada saat upacara adat). Sebanyak 27 rumah adat hangus terbakar, tiga buah Ngadu dan tiga buah Bhaga juga ikut terbakar. (patriOT)

Comments
Loading...