fbpx
Informasi Terupdate Hari Ini

PROVINSI NTT MENGALAMI DEFLASI SEBESAR O,15 IHK DAN NTP MENGALAMI KENAIKAN 0,03 PERSEN PADA BULAN FEBRUARI 2018.

0 81

NTT-(faktahukumntt.com), Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Nusa Tenggara Timur per Februari 2018 mengalami Deflasi sebesar 0,15 persen dengan IHK sebesar 131,71. Kota Kupang mengalami deflasi sebesar 0,25 persen sedangkan Kota Maumere mengalami inflasi sebesar 0,48 persen.

Hal ini dijelaskan oleh Maritje Pattiwaellapia, SE, M.Si selaku Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), dalam jumpa pers yang dilaksanakan di kantor BPS Prov. NTT Kupang, Kamis (01/03. Dalam Jumpa pers tersebut Maritje juga menjelaskan tentang deflasi Februari 2018 di Nusa Tenggara Timur terjadi karena adanya penurunan indeks harga pada kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan dan kelompok bahan makanan yang mengalami deflasi sebesar 1,61 dan 0,02 persen. Sedangkan Kelompok lainnya mengalami kenaikan indeks harga dimana kelompok makanan jadi mengalami kenaikan tertinggi sebesar 0,51 persen.

Pada Februari 2018, dari 82 kota sampel IHK Nasional, 55 kota mengalami inflasi dan 27 Kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Jayapura sebesar 1,05 persen dan terendah terjadi di Kota Palangka Raya dengan inflasi sebesar 0,04 persen. Deflasi terbesar terjadi di Kota Medan sebesar 0,96 persen.
Nilai Tukar Petani (NTP) bulan Februari 2018 didasarkan pada perhitungan NTP dengan tahun dasar 2012 (2012=100).

Penghitungan NTP ini mencakup 5 subsektor, yaitu subsektor padi & palawija, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan. NTP Nusa Tenggara Timur sebesar 104.82 dengan NTP masing-masing subsektor tercatat sebesar 109,30 untuk subsektor tanaman padi-palawija (NTP-P); 101,37 untuk subsektor hortikultura (NTP-H); 99,90 untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTP-TPR); 106,60 untuk subsektor peternakan (NTP-Pt) dan 108,86 untuk subsektor perikanan (NTP-Pi).

NTP dalam bulan Februari juga terjadi kenaikan sebesar 0,03 persen dibandingkan dengan NTP Januari 2018. Dapat disimpulkan bahwa tingkat kemampuan/daya beli dan daya tukar (term of trade) petani di pedesaan meningkat. Hal ini disebabkan karena biaya produksi pertanian dan kebutuhan sehari-hari rumah tangga petani meningkat tetapi masih lebih rendah dibandingkan penerimaan petani. Di daerah perdesaan terjadi inflasi sebesar 0,88% pada bulan Februari 2018ini . Subkelompok yang mengalami inflasi adalah bahan makanan (1,72%), makanan jadi (0,07%), sandang (0,04%), kesehatan (0,77%), pendidikan (0,14%) dan transportasi (0,07%).(MILDA)

Comments
Loading...