Beranda Nasional Kerukunan dalam Kebhinekaan Modal Utama Bangsa

Kerukunan dalam Kebhinekaan Modal Utama Bangsa

3
0

Faktahukumntt.com. Jakarta (3/11)

Keberagaman dan kebhinekaan di Indonesia harus kita jalin dengan baik. Saya sebagai umat hindu di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama islam merasa nyaman berada di Indonesia. Tugas kita semua adalah bagaimana membina kerukunan tersebut agar semakin lebih baik. Mari kita hormati keberagaman, jaga Negara kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila,” tutur Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga saat mengikuti kegiatan Gerak Jalan dalam rangka HUT ke-55 tahun Parisadha Buddha Dharma Niciren Syosyu Indonesia (NSI).

Kerukunan antarumat beragama yang terjalin dengan baik dapat terwujud karena peran tokoh agama dan lembaga keagamaan. Menteri Bintang juga mengajak agar para tokoh agama dan lembaga keagamaan juga ikut berperan dalam mewujudkan upaya perlindungan bagi perempuan dan anak.

“Melalui para tokoh agama dan lembaga keagamaan, kami juga mengajak untuk terus mengangkat nilai-nilai agama yang kami yakin tidak ada satu pun agama yang mengajarkan kekerasan, apalagi terhadap perempuan dan anak. Para tokoh agama dan lembaga keagamaan juga bisa berperan dalam melakukan pembinaan bagi jamaah atau para umat, keluarga dan masyarakat untuk melakukan upaya-upaya perlindungan bagi perempuan dan anak, serta pemberdayaan perempuan,” ujar Menteri Bintang.

Senada dengan Menteri Bintang, Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid mengatakan bahwa kerukunan merupakan modal berharga bagi Bangsa Indonesia. Kedewasaan berpikir seluruh umat beragama dan peran tokoh agama dalam menyebarluaskan nilai – nilai agama juga sangat penting untuk menjaga persatuan bangsa.

“Kita semua wajib menyadari bahwa kerukunan di antara umat beragama merupakan modal berharga bagi keberlangsungan hidup bangsa kita. Perlu kedewasaan berpikir para pemeluk agama dengan pemahaman moderasi beragama yang komprehensif, sehingga dapat mencegah berkembangnya pemahaman radikalisme, ekstrimisme, dan terorisme. Hal ini juga harus didukung dengan peran tokoh agama dalam melakukan syiar melalui berbagai macam media yang telah berkembang di era tekonogi ini,” ujar Zainut Tauhid.

Menteri Bintang juga mengucapkan HUT ke-55 tahun NSI, dan mendorong seluruh tokoh agama, lembaga keagamaan, dan umat beragama untuk mewujudkan Indonesia maju, utamanya dalam mewujudkan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

“Selamat Hari Ulang Tahun ke-55 untuk Niciren Syosyu Indonesia (NSI). Semoga NSI, para tokoh agama, dan lembaga keagamaan lainnya semakin ikut berkontribusi dalam pembinaan umat beragama di Indonesia dan mewujudkan Indonesia maju yang kita impikan bersama. Semoga melalui gerak jalan ini kita semakin erat dalam melakukan sinergi menuju Indonesia yang lebih maju, serta sebagai kampanye perlindungan bagi perempuan dan anak,” tutup Menteri Bintang.(**)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here