Swipe up untuk membaca artikel
Gubernur NTT: Parade Kuda Sandelwood Dan Festival Tenun Ikat - Indeks Berita Informasi Terupdate Hari Ini
Informasi Terupdate Hari Ini

Gubernur NTT: Parade Kuda Sandelwood Dan Festival Tenun Ikat

0 86

FHI-NTT, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menyadari bahwa tujuan wisata saat ini tidak lagi untuk mengunjungi tempat wisata yang populer, namun mencari daya tarik wisata baru yang menonjolkan budaya lokal. Oleh karena itu salah satu kegiatan yang menjadi implementasi dari  salah satu Tekad Pembangunan Provinsi NTT yakni Pembangunan Pariwisata adalah melaksanakan festival kuda sandelwood dan tenun ikat.

Parade Kuda Sandelwood Dan Festival Tenun Ikat merupakan even bergengsi dan bertaraf Internasional yang digelar di daratan pulau Sumba Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini diharapkan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur 4 (empat) kabupaten di Pulau Sumba dan juga guna mengembangkan obyek wisata di daerah tersebut.

Festival dibuka oleh Gubernur NTT, Drs. Frans Leburaya dengan acara parade 1001 kuda sandelwood yang pelepasannya di mulai dari Bandara Umbu Mehang Kunda Waingapu Sumba Timur menuju taman rekreasi Swembak Matawai Waingapu. Dalam sambutannya, Gubernur minta pemerintah kabupaten di tiga pulau besar yakni Flores, Sumba dan Timor menggelar even tahunan berskala nasional dan internasional. Kegiatan tahunan tersebut bertujuan menarik lebih banyak wisatawan berkunjung ke daerah itu sekaligus mendukung pembangunan sektor pariwisata di NTT.

“Kita harus berupaya ‘menjual’ Nusa Tenggara Timur dalam konteks sektor pariwisata agar dapat memicu perhatian dunia terhadap berbagai potensi yang kita miliki. Misalnya saat ini lewat parade kuda sandelwood dan festival tenun ikat tradisional dapat mengundang perhatian wisatawan domestik dan mancanegara untuk datang ke NTT.” ungkap Lebu Raya.

Hadir pada kegiatan tersebut, Forkompinda NTT, Bupati dan Wakil Bupati Sumba Timur, Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ketua TP PKK dan Dekranasda SBD, Forkopimda Sumba Timur, sejumlah pimpinan SKPD lingkup Pemerintah Provinsi NTT dan masyarakat setempat.

Lanjut Lebu Raya, pemerintah telah sepakat menjadikan NTT sebagai provinsi pariwisata yang mana pemerintah Provinsi NTT juga sudah memprogramkan akan mengembangan jalur pariwisata yaitu program Internasional Networking. Program ini bisa melalui jalur laut yakni dengan kapal pesiar lewat Darwin untuk keliling NTT sedangkan melalui jalur udara Dua bandara internasional yang di tentukan pemerintah pusat menjadi jalur penerbangan  Internasional yaitu Bandara El Tari Kupang dan Bandara Komodo Labuan Bajo”. Hal ini seiring dengan kebijakan Presiden Joko Widodo, menjadikan pariwisata menjadi salah satu sektor unggulan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Sebab itu, lanjut Gubernur Lebu Raya, yang paling penting adalah harus gencar melakukan promosi. Tanpa promosi maka orang tidak akan mengenal NTT. “Saya selalu minta kepada pimpinan dan anggota DPRD untuk mendukung kegiatan seperti ini. Setiap tahun seharusnya dilakukan promosi sambil mempersiapkan infrastruktur yang baik, seperti jalan, jembatan, sarana air bersih dan perhotelan termasuk menyiapkan kuliner yang menarik wisatawan,” ujar Lebu Raya.

Dijelaskan Gubernur, parade 1001 kuda sandalwood dan festival tenun ikat tahun ini di pulau Sumba, memiliki makna penting terutama selain nantinya dijadikan sebagai even tahunan juga mendorong masyarakat Sumba, untuk memelihara dan menjaga populasi ternak kuda agar tidak sampai punah. Sedangkan untuk tenun ikat juga mesti terus dilestarikan, agar menjadi nilai ekonomis yang dapat mendukung perekonomian masyarakat dan keluarga.

Gubernur NTT, menilai tenun ikat selama ini masih dipandang dari sisi sosial budaya saja. Hendaknya potensi ini bisa ditingkatkan pemanfaatannya ke arah ekonomi. Misalnya, produk tenun ikat ditingkatkan nilainya menjadi produk turunan yang bernilai ekononi, seperti dompet yang dibuat dari tenun, tempat tisu dari tenun, tas tenun dan lainnya.

Bupati Sumba Timur, Gideon Mbilijora dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT yang mulai menjadikan Sumba Timur sebagai tempat pembukaan pertama dari rangkaian kegiatan parade 1001 kuda sandalwood dan festival tenun ikat tradisional yang akan berlangsung hingga 12 Juli 2017 pada puncak acara di Tambolaka.

“Sumba Timur yang dikenal dengan kuda sandelwood dan tenun ikat perlu diperkenalkan kembali dan diangkat menjadi perhatian dunia internasional. Bagi kami orang Sumba, ternak dan kain tenun merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sosial budaya setiap hari dan menunjukan harga diri bagi orang Sumba,” jelas Bupati Mbilijora.

Menurut Bupati, khusus tenun ikat di Sumba sudah ada sejak masa lampau dengan kegiatan menenun bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sandang juga untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga.

Kepala Dinas Pariwisata NTT, Marius Ardu Jelamu selaku ketua panitia, mengatakan ada sejumlah branding internasional yang terdapat di tiga pulau besar di NTT, yaitu selain ada destinasi wisata dan ekonomi kreatif di Flores juga digelar even berskala internasional seperti Tour de Flores. Pulau Sumba, telah menciptakan branding baru selain megalitik dan atraksi budaya pasola dan mampu menciptakan branding internasional serta memperkuat branding yang sudah ada seperti parade 1001 kuda sandelwood dan festival tenun ikat pada 12 dan 13 Juli 2017 di Tambolaka. Kegiatan ini merupakan upaya pemerintah dalam mendatangkan wisatawan domestik dan internasional, melalui berbagai cara dalam memperkenalkan sektor pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan yang akan memperkuat sektor ekonomi di NTT. (JOSE)

Comments
Loading...