Dialog Kerukunan Beragama Di Tengah Keanekaragaman Budaya

Dibaca 263 kali

FHI-NTT, Kegiatan Dialog ini diadakan oleh Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Kupang dengan thema,”KERUKUNAN BERAGAMA DI TENGAH KEANEKARAGAMAN BUDAYA”. Adapun peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut sebanyak 48 orang dari berbagai kalangan masyarakat; tokoh tokoh agama, adat maupun para camat dan kepala desa sekabupaten Kupang. Kegiatan berlangsung selama 3 (tiga) hari di Hotel Neo Aston, Kupang.

Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini yakni menciptakan dan meningkatkan kerukunan yang dinamis dan kerjasama intern maupun antar umat beragama, membangun kemitraan antara masyarakat dengan tokoh agama maupun memelihara kerukunan hidup umat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menyamakan persepsi dan konsepsi hidup umat dan mengaktualisasikan nilai-nilai kerukunan beragama di kabupaten kupang.

Baca Juga :  Lantik Perwira TNI-Polri, Presiden Jokowi: Prajurit Harus Ikuti Perkembangan Zaman Dalam Hadapi Tantangan Global

Kerukunan beragama merupakan aset dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Keanekaragaman beragama juga dirasakan oleh masyarakat di kabupaten kupang sebagai sebuah kekayaan dalam kehidupan masyarakat kabupaten Kupang. “walaupun di Kabupaten Kupang mayoritas beragama Kristen tetapi kerukunan hidup beragama sudah berjalan dengan baik karena yang mayoritas sangat menghargai yang minoritas, ungkap Sem Saetban

Masyarakat kabupaten kupang tidak hanya dihadapkan pada pluralisme budaya, melainkan pula dengan pluralisme agama. Tentu saja pluralisme budaya dan agama tersebut sangat empengaruhi kelompok masyarakat dalam melakukan komunikasi manakala berinteraksi dengan orang lain yang juga mengususng budaya dan kekayaan agama yang dianutnya.

Baca Juga :  KONDISI KELUARGA INDONESIA MASIH BELUM IDEAL

Pluralisme keagamaan rentan memunculkan konflik karena agama dapat dikategorikan sebagai pandanagan dunia, pandangan dunia seorang muslim tentu saja berbeda dengan pandangan dunia seorang kristen protestan, katolik maupun agama lainnya yang diakui oleh Negara Indonesia.

Dalam merajut kerukunan hidup antar umat beragama, kabupaten Kupang tidak hanya menyerahkan peran dan tanggungjawabnya kepada negara atau pemerintah daerah semata akan tetapi peran seluruh masyarakat sangat dibutuhkan termasuk para pimpinan tokoh masyarakat dan agama.

Menyikapi situasi dan kondisi ini maka pemeritah kabupaten Kupang melalui bagian administrasi kesejahteraan rakyat setda kabupatenn kupang memandang perlu melaksanakan dialog kerukunan antar umat beragama merupakan sebuah langkah strategis untuk menciptakan keharmonisan dan memelihara kerukunan hiudp umat beragama di kabupaten Kupang.

Baca Juga :  Tetapkan Pemenang Seleksi, Menkominfo: Mari Bersama Majukan Industri Penyiaran

Kegiatan ini mempertemukan para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk melakukan dialog dalam rangka peningkatan toleransi dan kerukunan dalam kehidupan beragama sesuai dengan point-point kesepakatan bersama yang ditanda-tangani bersama pada bulan Oktober 2017. (OJ).

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment