Inilah Penjelasan Bey Machmudin Soal Kehadiran Bupati Minahasa Selatan ke Istana

Dibaca 187 kali

Faktahukumntt.com – Jakarta, Deputi Protokol Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin menyampaikan keterangan pers di kawasan Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10) siang.

Bupati Minahasa Selatan, Sulawesi Utara (Sulut), Christiany Eugenia Tetty Paruntu, mengejutkan wartawan saat tiba-tiba datang ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10) pagi, di tengah dipanggilnya sejumlah tokoh oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengisi posisi-posisi menteri.

Terkait hal itu Deputi Protokol Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin memberikan penjelasan, bahwa betul Presiden Jokowi memang betul memanggil beberapa calon menteri dari mulai Mahfud MD hingga Airlangga Hartarto.

Juga ada Tety Paruntu, yang merupakan usulan dari Partai Golkar.

Baca Juga :  Tinjau Kalimantan Timur, Presiden Cek Kelayakan Calon Ibu Kota Negara

“Nah tadi di dalam beliau menunggu dulu Pak Airlangga setelah bertemu dengan Pak Airlangga, beliau langsung kembali meninggalkan istana lewat samping.

Tadi tidak sempat bertemu dengan Bapak Presiden,” kata Bey kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10) siang. Bey menegaskan, bahwa Tety Paruntu tidak bertemu dengan Presiden Jokowi.

Ketua DPD Partai Golkar Sulut itu hanya bertemu dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar, setelah itu langsung meninggalkan Istana.

“Jadi tidak bertemu dengan Presiden,” tegasnya.

Baca Juga :  Presiden Minta Seluruh Kementerian/Lembaga Hingga Pemda Tertib Administrasi Tata Kelola dan Jaga Aset

Karena tidak bertemu dengan Presiden, Bey tidak secara langsung menyebut bahwa Tety Paruntu bukan calon menteri. “Ya karena tidak bertemu, ya tidak jadi bertemu.

Jadi semua yang bertemu dengan teman-teman tadi adalah setelah bertemu dengan Presiden dari mulai Pak Mahfud MD, Pak Nadiem, Pak Wishnutama, Pak Erick Thohir dan terakhir Pak Airlangga,” terang Bey.

Mengenai apakah diundang ke Istana, Deputi Protokol Pers dan Media Sekretariat Presiden itu kembali menegaskan, bahwa Tety memang bertemu dengan Pak Airlangga di dalam. Tetapi setelah itu dia meninggalkan Istana. (BM/Dewa Aruna)

Baca Juga :  Menteri PPPA Ajak TP-PKK Bhayangkari dan Dharma Pertiwi Sinergi Program

 

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment