Inilah Strategi Quik Wins Di Tujuh Wilayah Adat yang Terpadu Di Papua 

Dibaca 463 kali Reporter : Ril verified

Foto: Mendagri Tito Karnavian, Menkopolhukam Mahfud MD, Menkeu Sri Mulyani dan para menteri lainnya.

Jakarta, faktahukumntt.com – 21 Januari 2021

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional menyampaikan strategi percepatan pembangunan di 7 wilayah adat di Papua. Materi tersebut disampaikan dalam rapat konsultasi yang digelar bersama DPR RI pada hari Rabu 20 Januari 2021.

“Pemerintah akan merealisasikan strategi _Quick Wins_ di 7 wilayah adat Papua. Pembangunan tersebut akan dititikberatkan berdasarkan pada keunggulan komoditas yang dimiliki masing-masing wilayah”. Ujar Menteri Suharso dalam pidatonya.

Menteri Suharso menjelaskan 7 wilayah adat tersebut yaitu: (1) Domberay; (2) Bomberay; (3)Mee Pago (4) Anim Ha; (5) Saereri; (6) Tabi dan (7) La Pago. Proyek _Quick wins_ yang akan dikembangkan di wilayah Domberay antara lain adalah pengembangan sentra kakao, pengembangan pariwisata danau anggi serta pendirian pusat kajian keanekaragaman hayati bertaraf internasional di Universitas Negri Papua.

Baca Juga :  Mengenal Lebih Dekat Sosok Boby Hartono Tantoyo

Sementara itu proyek yang akan dikembangkan di wilayah Bomberay adalah pengembangan sentra pala di kabupaten Fakfak dan kabupaten Kaimana, Pembangunan jalan menuju perkebunan pala di Fakfak dan kaimana, pengembangan pariwisata teluk triton di Kaimana.

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment