NAIK 4,01%, SUDAH 7,83 JUTA WISMAN KE INDONESIA SEPANJANG 2019

Dibaca 155 kali

Faktahukumntt.com., Jakarta –Terhitung sejak Januari hingga Juni 2019, tercatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia mencapai 7,83 juta kunjungan, naik 4,01 persen dibanding kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 7,53 juta kunjungan.[sc name=”Iklan Artikel” ]

“Jumlah kunjungan wisman ini terdiri atas wisman yang berkunjung melalui pintu masuk udara sebanyak 4,52 juta kunjungan, pintu masuk laut sebanyak 2,11 juta kunjungan, dan pintu masuk darat sebanyak 1,19 juta kunjungan,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Dr. Suhariyanto dalam keterangan pers di Gedung BPS Lantai 3, Jl. Dr. Sutomo, Jakarta, Kamis (1/8/2019).

Menurut Kepala BPS ini, secara kumulatif Januari-Juni 2019, wisman yang datang dari wilayah ASEAN memiliki persentase kenaikan paling tinggi, yaitu sebesar 18,91 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan wilayah Asia selain ASEAN memiliki persentase penurunan paling besar, yaitu sebesar 7,06 persen.[sc name=”BACA JUGA” ]

Sementara menurut kebangsaaan, kunjungan wisman yang datang ke Indonesia selama 2019 paling banyak berasal dari wisman berkebangsaan Malaysia sebanyak 1,60 juta kunjungan (20,47 persen), Tiongkok 1,05 juta kunjungan (13,43 persen), Singapura 925,8 ribu kunjungan (11,83 persen), Timor Leste 608,5 ribu kunjungan (7,77 persen), Australia 607,2 ribu kunjungan (7,76 persen).[sc name=”Iklan Artikel” ]

Baca Juga :  Pemuda Muhammadiyah Kota Kupang : Menuduh Ayahanda Din Syamsuddin Radikal Sama Saja Menghina Ormas Muhammadiyah

Khusus di bulan Juni, dari 1,45 juta kunjungan, wisman yang datang dari wilayah Timur Tengah memiliki persentase kenaikan paling tinggi dibanding Juni 2018, yaitu sebesar 37,95 persen. Sedangkan penurunan terjadi pada wisman yang datang dari wilayah Asia selain ASEAN, yaitu sebesar 6,51 persen.

Meningkatnya tingkat kunjungan wisman ke Indonesia itu berdampak pada kenaikan tingkat hunian kamar hotel. BPS mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Juni 2019 mencapai rata-rata 52,27 persen atau naik 0,23 poin dibandingkan TPK Juni 2018 yang sebesar 52,04 persen.[sc name=”BACA JUGA” ]

Baca Juga :  Presidium RIB Minta Mendagri Lantik Sekda Papua sesuai Keputusan Presiden

Demikian pula, jika dibanding dengan TPK Mei 2019 yang tercatat 43,53 persen, TPK Juni 2019 mengalami kenaikan sebesar 8,74 poin.

“TPK tertinggi tercatat di Provinsi DI Yogyakarta sebesar 64,31 persen, diikuti Provinsi Sulawesi Utara sebesar 60,48 persen, dan Provinsi Bali yaitu sebesar 60,37 persen, sedangkan TPK terendah tercatat di Provinsi Maluku yang sebesar 30,19 persen,” jelas Dr. Suhariyanto.[sc name=”Iklan Artikel” ]

Namun demikian, menurut Kepala BPS Dr. Suhariyanto, rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang di Indonesia mencapai 1,77 hari selama Juni 2019, terjadi penurunan sebesar 0,08 poin jika dibanding rata-rata lama menginap pada Juni 2018.

Baca Juga :  Presiden Apresiasi Ekspor Produk Berkomponen Lokal Tinggi

Begitu pula, jika dibandingkan dengan Mei 2019, rata-rata lama menginap pada Juni 2019 mengalami penurunan sebesar 0,16 poin.[sc name=”Iklan Artikel” ]

“Secara umum, rata-rata lama menginap tamu asing Juni 2019 lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata lama menginap tamu Indonesia, yaitu masing-masing 2,71 hari dan 1,64 hari,” ungkap Suhariyanto.

Jika dirinci menurut provinsi, lanjut Suhariyanto, rata-rata lama menginap tamu yang terlama pada Juni 2019 tercatat di Provinsi Bali, yaitu 2,69 hari, diikuti Provinsi Sulawesi Utara 2,40 hari, dan Provinsi Maluku sebesar 2,26 hari, sedangkan rata-rata lama menginap tamu yang terpendek terjadi di Provinsi Jawa Tengah sebesar 1,24 hari. *Badan Pusat Statistik* ( DA)

Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment