“Presiden Jokowi dan Trans Sumatera”

Dibaca 391 kali

FaktahukumNTT.com, FAKTA KEHIDUPAN

Tahun 2024 direncanakan infrastruktur raksasa jalan raya tol Trans Sumatera selesai dibangun.

Perjalanan darat di Pulau Sumatera – dari Lampung ke Aceh – yang jaraknya hampir tiga kali Pulau Jawa akan tersambung jadi satu.

Jalan raya tol Trans Sumatera ini akhirnya dapat terealisasi setelah menunggu hampir lima puluh tahun, karena dua presiden sebelumnya yang berkuasa selama 32 tahun dan 10 tahun sama sekali tak dapat mebuat jalan raya tol Trans Sumatera.

Adalah Presiden Jokowi yang mampu mewujudkan mimpi Bung Karno untuk menyatukan Pulau Sumatera dengan Pulau Jawa melalui sambungan jalan raya Trans Sumatera.

Seluruh kabupaten dan kota di Pulau Sumatera akan terkoneksi.

Baca Juga :  DUTA TERBAIK YONIF 743/PSY SIAP MENJAGA KEDAULATAN NEGARA DI WILAYAH PERBATASAN RI-RDTL.

Jalur jalan raya Trans Sumatera akan mempermudah pergerakan orang dan distribusi barang dengan memangkas jarak dan waktu tempuh yang jauh lebih cepat dan lancar.

Adanya Trans Sumatera ini akan meningkatkan percepatan aktivitas ekonomi di seluruh Pulau Sumatera sehingga semua warga dapat hidup sejahtera karena usaha berjalan lancar, efektif dan efisien.

Agar Trans Sumatera dapat terwujud pada tahun 2024, seusai waktu yang direncanakan, Presiden Joko Widodo dalam rapat kabinet terbatas pada hari Selasa (7/7) di Istana Negara meminta Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan jajarannya untuk tetap meneruskan pembangunan jalan raya tol Trans Sumatera walau ada wabah coronavirus.

Baca Juga :  OJK Dorong Vaksinasi dan Pengembangan UMKM di Daerah

Trans Sumatera menjadi bukti bahwa Presiden Jokowi merealisasikan konsep pembangunan Indonesianisasi.

Ia juga tidak pilih kasih – walau pada Pilpres 2019 lalu kalah di Sumatera Barat dan Nangroe Aceh Darussalam – kedua provinsi tersebut tetap dibangun dan jadi bagian pembagunan jalan raya tol Trans Sumatera.

*JOKOWI IS THE BEST*

#Bersatu_Lawan_Covid
#New_Normal
#Tetap_Mematuhi_Protokol_Kesehatan
#Dari_KAMIJO_Untuk_Indonesia

Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment