Apakah Mall sudah Sangat Urgen di KOTA MAUMERE..?

Dibaca 703 kali

FaktahukumNTT.com, MAUMERE

Rencana pembangunan mall di kota Maumere menjadi polemik di masyarakat ada yang setuju untuk dibangun dan ada yang tidak setuju,. Berbagai pendapat mulai dari anggota DPRD kabupaten SIKKA, aktivis, dan masyarakat pun mulai bermunculan menanggapi hal demikian Dosen Fakultas Hukum Universitas Surabaya (UBAYA) Marianus Gaharpung angkat bicara, melalui pesan singkat ke Media Faktahukumntt.com (Senin 8 /Juni/2020)

Marianus menyampaikan kesannya selama berada di Kota Maumere, jika Mall di bangun maka kondisi perkembangan masyarakat Sikka Harus sudah baik dari sisi ekonomi.

“Selama di Maumere, saya menangkap ada signal dari warga kota ini jika mall jadi dibangun. Pertama, bahwa perkembangan SIKKA sudah baik sehingga untuk mendongkrak ekonomi di Sikka salah satunya bangun mall apalagi Alfamart diperbolehkan.
Kedua, ada warga agak ekstrim ngapain bangun mall lebih baik ekonomi lokal kita kembangkan kita atur tempat -tempat jualan yang baik karena jujur banyak lahan tidur yang dikuasai oleh Pemkab SIKKA tidak mendatangkan nilai ekonomis sama sekali.
Oleh sebab itu, tanggungjawab dinas perdagangan perindustrian melakukan pelatihan pembinaan datangkan dari Jawa pihak pihak yang punya kreativitas tinggi melatih warga Sikka dalam mengelola, mengemas produk lokal untuk dijual pasti akan meningkatkan ekonomi rakyat Sikka. Daripada bangun mall tetapi disekitar itu ada penderitaan ekonomis yang luar biasa dari warga Sikka, apakah itu konsep keadilan?
Ketiga, untuk saat sekarang mall belum waktunya di bangun di kota Maumere. Contoh sederhana, mall di Kota Kupang juga tidak rame kelihatan banyak orang dari kabupaten lain datang tugas ke provinsi NTT baru sempatkan diri mampir di mall -mall atau ada ivent-ivent baru pengunjungnya banyak”, tegas Marianus

Baca Juga :  Senator Muda Asal NTT Mencuri Perhatian Publik Lewat Foto Bersama Kedua Orangtuanya

Dosen Fakultas Hukum Universitas Surabaya itu juga mempersoalkan bahwa pembangunan mall di kota Maumere bukan untuk gagah gagahan dan bukan untuk kabupaten Sikka terlihat hebat sementara ekonomi lokal amburadul.

“sebenarnya apa sih tujuan Pemkab SIKKA sangat bersemangat membangun mall di Kota Maumere? Apakah hanya untuk gagah-gagahan? Apakah supaya Maumere disebut kabupaten maju hebat sementara ekonomi lokal amburadul dan warganya miskin? Pilih mana yang harus kita dahulukan?”

Marianus juga menyampaikan bahwa pada saat kampanye hal yang diutamakan adalah pemenuhan Hak Hak dasar Warga Sikka

“Padahal saat kampanye selalu sebut kita harus utamakan peningkatan “hak-hak dasar warga Sikka. Apakah kehadiran mall adalah salah satu bentuk pemenuhan hak-hak dasar..? Dan, harus diingat yang datang ke mall sudah tentu didominasi kalangan menengah ke atas. Pertanyaannya, berapa prosentase kalangan menengah tsb di Kota Maumere? Padahal di depan mata kita, warga Sikka susah yang harus dibantu pemecahan problemnya bukan dengan bangun mall. Kita harus jujur, orang -orang bisa mengeluarkan lebih dari 100rb rupiah untuk setiap kedatangan ke mall (akumulasi dari parkir, belanja, makan dan minum, atau kegiatan lain seperti nonton bioskop).

Apakah warga Sikka yang tergolong miskin bisa setiap saat seperti ini? Kita harus jujur mengatakan berapa orang kaya di Sikka ini, tahun 2020?

Baca Juga :  Penyembuhan Gaib Pengobatan Alterrnatif, Digandrungi Masyrakat - Pelayanan Tersamar.

Contoh salah satu kabupaten di Menado untuk sementara indomart atau apapun belum boleh masuk tetapi bupatinya terus genjot ekonomi lokal dengan bangun sentra-sentra perdagangan lalu disewakan kepada warganya.

“Kabupaten Sikka berhak maju tetapi jangan lupa kewajiban utama sejahterakan warga Sikka dan bukan dengan kehadiran mall saat ini”, pungkas Dosen Fakultas Hukum Universitas Surabaya (UBAYA ) itu.

Reporter: Wyl c.h

Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment