Frans Leburaya Sosok yang Berani dan Antisipatif dalam Membangun NTT

Dibaca 3.5K kali Reporter : ** verified

Sebagai evidensi dari pada eksistensi beliau dalam rangkaian panjang karirnya sebagai Gubernur NTT terwujud dalam aksi nyata pemerintah Provinsi NTT yang dikemas melalui delapan agenda pembangunan daerah; Pemantapan kualitas pendidikan, Pembangunan kesehatan, Pembangunan ekonomi, Pembangunan infrastruktur, Pembenahan sistem hukum dan keadilan, Konsolidasi tata ruang dan pengelolaan lingkungan hidup, Pemberdayaan perempuan anak dan pemuda, Penanggulangan kemiskinan melalui program Desa Mandiri Anggur Merah (DeMAM) serta Enam tekad daerah yakni menjadi Provinsi Jagung, Ternak, Koperasi, Cendana, Perikanan Kelautan dan Pariwisata serta Gerakan Masuk Laut, dan Gerakan Konsumsi Pangan Lokal. Secara detail dapat kita paparkan sebagai berikut.

Baca Juga :  74 Tahun HMI MENGABDI, "Mengokohkan Komitmen Keislaman dan Kebangsaan"

Berani dan Antisipatif

Drs. Frans Lebu Raya muncul ketika memprioritaskan NTT menjadi provinsi Koperasi. Kita semua mengetahui dengan baik bahwa pamor koperasi dalam dasawarsa waktu itu sangat merosot akibat buruk kinerja dan rusaknya manajemen dan pengelolaannya. Tetapi beliau berusaha untuk lawan arus masa kini dan membuktikan bahwa di Nusa Tenggara Timur koperasi menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi rakyat dan masih merupakan jalan terbaik untuk mengentaskan dan mengurangi kemiskinan.

Fakta lain yang menunjukkan bahwa figur seorang Frans Lebu Raya menjadi tokoh yang berani dan antisipatif  adalah, bahwa semakin besarnya kepercayaan yang diberikan kepada rakyat untuk merencanakan dan mengatur strategi pembangunan dari bawah. Pola bottom – up menjadi salah satu prioritas darinya ketika Desa mandiri Anggur Merah diluncurkan sebagai program primadona untuk membangun masyarakat berbasis kebutuhan ril di daerah.

Baca Juga :  Partai UKM Indonesia, Partai Apa Sih?

Ini menjadi bukti yang besar akan komitmennya yang kuat untuk membangun negeri ini dalam satu perspektif yang lebih holistik. Ia juga berusaha untuk mengembalikan ikon Propinsi NTT yang sudah memudar yaitu sebagai propinsi penghasil ternak (sapi, kuda, kerbau, kambing) berkualitas, dan juga bertekad untuk mengembangkan kembali Cendana, tanaman khas Nusa Tenggara Timur yang hampir punah karena keserakahan nafsu manusia.

Sebelumnya
Selanjutnya
Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment