Penulis : Josse

Jumlah penduduk miskin di Sabu Rajua memang tidak “seberapa” jika dibandingkan dengan kabupaten yang padat penduduknya. Seperti contohnya Kabupaten Timor Tengah Selatan (120,45 ribu penduduk miskin), Kabupaten Sumba Barat Daya (98,50 ribu penduduk miskin) atau Kabupaten Kupang (88,02 ribu penduduk miskin). Tapi dibandingkan dengan total penduduk masing-masing kabupaten tersebut persentase penduduk miskinnya masih dibawah Kabupaten Sabu Raijua. Persentase penduduk miskin Kabupaten Timor Tengah Selatan sebesar 25,45 persen, Kabupaten Sumba Barat Daya sebesar 27,16 persen dan Kabupaten Kupang 21,70 persen.

Perlu upaya lebih atau ekstra dari pemerintah Sabu Raijua dalam menekan angka kemiskinan di daerah ini. Tujuan dari pemekaran wilayah Sabu Raijua dari Kabupaten Induk (Kabupaten Kupang) adalah untuk mendekatkan pelayanan publik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat bukan? Jika hingga saat ini masih banyak penduduk yang terjerumus dalam jurang kemiskinan bukankah ada yang “salah” dari pengelolaan anggaran pemerintah? Atau SDMnya yang belum mampu melahirkan kebijakan yang tepat bagi peningkatan perekonomian masyarakat?

Kehidupan di Sabu Raijua memanglah tidak semanis gula sabu. Akses laut dan udara untuk menuju maupun keluar wilayah ini sangat tergantung cuaca. Geliat ekonomi relatif lambat pertumbuhannya. BBM seringkali langka dan mahal serta berbagai persoalan lainnya. Sudah saatnya semua elemen masyarakat “melek data” dan bersatu mengawal setiap program kebijakan di Sabu Raijua. Cermat data, tepat kebijakan.

 “Meski hidup ini tidak semanis gula sabu, tapi jangan ragu nanti membawa oleh-oleh gula sabu ke Jakarta ya Mas…Mbak…..”, pesanku pada rekan sekerja dari kantor pusat. “Siap. Sudah tidak sabar nih mencoba manisnya gula sabu. Tapi kita tetap harus selesaikan semua tugas dulu ya.”, jawab mereka seraya tersenyum.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.