Jenderal Luhut Binsar Panjaitan Bergerak

Dibaca 372 kali Reporter : Zeng Wei Jian verified

by Zeng Wei Jian

JAKARTA, faktahukumntt.com – 3 Juli 2021

Taiwan’s management of pandemic dinyatakan sukses. Sampai April 2021, hanya 11 orang mati karena Covid-19. Impressive feat…!! Taiwan ngga pernah lockdown.

China, Hongkong, Singapore, South Korea & Taiwan semuanya negara sukses handle Covid-19. Mongoloid gene pool. No Caucasian, No Jews, No Arab nor Dravians in this elite class.

Journal of American Medical Association menyibak kunci sukses Taiwan. Dua type policy Taiwan: “case-based” dan “population-based” measures.

Case-based termasuk diteksi infeksi via testing, isolasi pasien positif, contact tracing dan 14-day quarantining of close contacts.

Population-based adalah face mask policies, personal hygiene dan social distancing. Kedua policy terbukti efektif mengurangi reproduction number (R number).

Baca Juga :  POLITIK TENDER POLITIK

Plus effective public health system, sophisticated contact tracing, dan widespread adherence (disiplin massa) adalah kombinasi paten.

Footnote penting: testing & isolasi mesti simultant. Di Inggris ada delay antara testing, result dan isolasi. Makanya Inggris pernah ancur-ancuran.

Intensive contact tracing ngga bisa dilakukan bila kapasitas rumah sakit ambruk. Taiwan ngga pernah punya masalah Bed Occupancy Ratio. Ngga seperti Irlandia saat diserang third wave of COVID-19 bulan Januari 2021.

Disiplin salah satu variable penting Anthropological foundations of public health. “Discipline is the bridge between goals & accomplishment,” kata American entrepreneur Jim Rohn.

Baca Juga :  KONFLIK SOSIAL di Perbatasan : “Butuh Komunikasi Budaya agar DAMAI DAN AMAN”

Orang Taiwan punya disiplin & awareness tinggi. Polisi ngga usah pake tongkat seperti di India.

The complex societal spread of COVID-19 di Indonesia butuh sociocultural forces. PPKM Darurat di 122 Kabupaten/Kota Jawa-Bali harus diikuti ketegasan & disiplin. President Jokowi tepat menyertakan Old Soldier seperti Menko Maritim & Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

Draconian measures worked in China when dealing with an unknown. Penggunaan drones dengan cepat ditiru Eropa. Sentralisasi diterapkan. Pusat leading. Daerah patuh.

Indonesia menghadapi Oposisi Provokator, Mahasiswa Meme-creator, Penyebar infodemics, Penimbun obat dan Antivac groups. Targetnya produksi sebanyak mungkin Covidiots.

Baca Juga :  Didukung Jokowi, Raja Yogyakarta Melawan Kadal Gurun Lewat Indonesia Raya

Plus Kepala Daerah Genit & Menteri yang ingin nyapres. Surfing di atas Gelombang Pandemic. Exploitasi Covid-19 sebagai alat pencitraan. Mereka ngga sadar political profiteering amid a crisis adalah perilaku amoral.

PPKM Darurat adalah sarana membentuk Health Determination of Society. A Little bit of iron-fist is needed. Ingredient-nya; Military-style approach.

Public support Jenderal Luhut Binsar Panjaitan nyikat Kepala Daerah Amoral dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Legitimasi Rezim Jokowi Jilid II dipertaruhkan. Legitimacy can go a long way toward recovery and growth.

THE END

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment