*MAKAN TANAH, SAYA INJAK* Refleksi Dua Pemimpin NTT Yang Pro Rakyat *Piet A.Tallo Dan Robi Idong*

Dibaca 1.1K kali

Dua Pemimpin NTT yang pro Rakyat: Bupati SIKKA Robi Idong dan Mantan Gubernur NTT, Piet A. Tallo

Sebuah Catatan refleksi: Marianus Gaharpung, S.H.M.H., (Dosen Fakultas Hukum Universitas Surabaya)

SURABAYA.faktahukumntt.com – 27 Juni 2021

Ketika membaca pemberitaan koran online ada ucapan Bupati Sikka, Roby Idong bahwa “kontraktor konsultan pengawas macam- macam kerja proyek saya injak”

Saya lalu teringat dengan mantan Gubernur NTT, bapak Piet Alexander Tallo, S.H (Piet A. Tallo) pribadi yang nyentrik, gagah, berani serta tegas dalam memimpin rakyat NTT.
Sekitar tahun 1980 an, ketika beliau sebagai Bupati Soe, melakukan tindakan yang sangat mengagetkan tidak saja warga Soe tetapi semua rakyat NTT pasalnya agar masyarakat Soe khususnya kaum mudanya tidak keluar dari Kabupaten Soe menuju Kupang untuk urusan yang tidak ada untrungannya, maka sang bupati berdiri di pintu keluar jembatan kurang lebih 20 km dari kota Soe dengan mencegat semua mobil dan bertanya kepada penumpang asalmu dari mana dan urusan apa ke Kota Kupang jika jawaban bahwa orang Soe dan tidak ada urusan penting ke Kupang sang bupati ambil tanah masukkan ke dalam mulut penumpang tersebut dan perintahkan mobil dan penumpang balik ke Soe.

Saat itu, reaksi masyarakat luar biasa tergambar dari pemberitaan koran Pos Kupang dan majalah DIAN, korang yang merajai NTT saat itu yang isinya protes tetapi ada juga memdukung bupati yang gaya nyentik ini bahwa untuk merubah pola hidup warga Soe dan NTT umumnya yang malas, suka bersenang- senang perlu pemimpin dengan model demikian.

Baca Juga :  Apakah Mall sudah Sangat Urgen di KOTA MAUMERE..?

Sikap almahrum Piet A. Tallo membuahkan hasil setelah 10 sampai dengan 15 tahun berselang pertanian di Soe berkembang pesat dan pujian kepada beliau sungguh luar biasa terbukti beliau Bupati dua periode di Kabupaten Soe dan terakhir sebagai Gubernur NTT.

Dalam konteks Kabupaten Sikka, ketika bupati Roby Idong membuat pernyataan ” kontraktor dan konsultan pengawas proyek” macam- macam saya injak dengan memberi nomor handphone kepada warga agar turut mengawasi proyek yang dibiayai dengan uang rakyat. Timbul reaksi luar biasa ada kurang pro ada juga yang mendukung bahwa perlu sikap bupati seperti itu agar kualitas dan kuantitas proyek di Sikka yang dibiayai uang rakyat terpenuhi.

Baca Juga :  ERICK THOHIR, BOY THOHIR & BANK MANDIRI DALAM MEGA SKANDAL BANGGAI AMMONIA PLANT

Pertanyaan mendasarnya adalah samakah makna tindakan memberi makan tanah warganya yang dilakukan almahrum Piet A. Tallo dan ucapan Roby Idong : saya injak kontraktor dan konsultan pengawas? Jawabannya adalah pesan yang mau disampaikan oleh dua pemimpin ini sama agar semua warga masyarakat di masing- masing kabupaten yang dipimpinnya mengetahui peran dan tanggungjawabnya.

Almahrum Piet A. Tallo sudah pergi meninggalkan Soe bumi NTT dengan berbagai buah tangannya yang luar biasa. Sekarang pesan dan harapan kami untuk bupati Roby Idong yang masih muda energik dan selalu dekat di hati rakyat nian Sikka, anda masih punya masa depan yang ceria yang bisa anda raih teruslah bekerja untuk rakyat singkirkan kesan warga masyarakat bahwa anda suka janji dan suka lupa, teruslah berkomitmen bahwa “ROBY IDONG HANYA UNTUK RAKYAT SIKKA PERSETAN ORANG MAU BICARA APA TERHADAP DIRIKU”

Baca Juga :  "Harapan Di Tengah Bencana", Renungan RD. Antonius Prakum Keraf

Saya apresiasi ketegasanmu terhadap kontraktor dan pengawas proyek. Dengan sisa waktu 2 (dua) tahun lebih berbuatlah yang terbaik untuk Nian Sikka kalau mau kikis habis perilaku kontraktor dan konsultan pengawas dan ASN yang nakal, maka sejak awal ketika proyek negara ditawarkan kepada penyedia jasa/ kontraktor, maka bupati harus kawal dengan kumpulkan kontraktor, konsultan pengawas, pokja, tim teknis penilai hasil pekerjaan, pejabat pembuat komitmen, penggunaan anggaran( kepala dinas) dengan memberikan statement bahwa “siapapun pejabat di Sikka meminta uang kepada kontraktor termasuk oknum tim sukses bupati wakil bupati Sikka segera lapor bupati dan sebagai bupati akan sendiri melapor kepada Kejaksaan Negeri Maumere karena bupati memiliki otorisasi penggunaan uang negara di Kabupaten Sikka”.

Saya sangat yakin jika Roby Idong berani dan jujur melakukan hal- hal seperti ini, maka penyelenggaraan pemerintahan termasuk pengerjaan proyek- proyek di Sikka akan terpenuhi aspek kualitas dan kuantitasnya bagi warga Nian Sikka.

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment