Oase Kehidupan ; Bencana Menyusul Program Relokasi

Dibaca 279 kali

Oase Kehidupan, Rabu Pekan III Paskah: 21 April 2021|Kis. 8: 1b-8|Mzm. 66: 1-3a,4-5,6-7a|Yoh. 6:35-40|

       RD. Antonius Prakum Keraf

Bencana kemanusiaan mengandung rencana besar Allah yang tak dapat kita pahami. Kita perlu mencermati rencana besar Allah dengan iman. Kita dapat menemukan rencana itu dalam terang pascapenganiayaan terhadap jemaat di Yerusalem. Mereka yang tersebar menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil, Kabar sukacita.

Filipus ternyata pergi ke suatu kota di Samaria. Di sana ia memberitakan Mesias. Banyak orang menerima pemberitaannya dengan bulat hati karena melihat banyak tanda dan mujizat. Kebutuhan mendesak pasca bencana kemanusiaan di Nelelamadike pulau Adonara, yaitu ‘program relokasi’. Program itu mesti kita tempatkan dalam bingkai iman dan rencana besar Allah.

Baca Juga :  Literasi Dan Character Building

Di dalam bingkai itu, program relokasi mesti kita lakukan dengan hati bersih, yaitu ‘melepaskan egoisme kita dari segala bentuk keterikatan dengan orang, tanah atau lingkungan bahkan budaya mengejar sesuatu yang lain di luar rencana Allah’. Program relokasi kemudian menjadi sebuah perutusan tanpa batas yaitu siap pergi ke tempat baru penuh susu dan madu. Menutup diri atas kebenaran relokasi berarti menciptakan bom waktu lagi bagi diri sendiri dan orang lain.
(Kis. 8: 1b-8)

Apakah kita takut keluar dari diri sendiri untuk menerima sebuah rencana besar Allah dalam hidup kita? Betapa dasyatnya pekerjaan Allah di balik program relokasi tanpa batas. Kita tidak boleh hanya membatasi program relokasi hanya pada wilayah tertentu atau menurut pikiran kita melainkan terbuka akan segala kemungkinan relokasi dengan program hidup dan budaya baru (Mzm. 66: 1-3a,4-5,6-7a).

Baca Juga :  Rencana Pemberian Beasiswa PEMKAB SIKKA Terhadap Mahasiswa UNIPA

Apakah kita sedang membatasi program relokasi menurut pikiran kita sendiri? Relokasi dapat juga kita letakan dalam pemahaman baru, yaitu ‘pertumbuhan iman’ dari kurang beriman kepada hidup yang semakin beriman kepada Yesus.

‘Barang siapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi bahkan tidak haus lagi’ (Yoh. 6:35-40).

Apakah kita juga memahami relokasi dalam arti yang mendalam yaitu ‘pertumbuhan iman dan perubahan perilaku hidup?’ Sejauh mana bencana banjir bandang di Nelelamadike Pulau adonara membuka pemahaman baru akan relokasi dalam arti yang sesungguhnya.

Baca Juga :  Jokowi Dan Kerumunan Maumere:  PERANG FRAMING ATAU PROBLEM PANOPTICON?
Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment