Politik Tender Politik

Dibaca 366 kali Reporter : Lukas Onek Narek, S.H. verified

Foto : Lukas Onek Narek, S.H.

(Sebuah Refleksi Politik di awal Tahun, di tengah hajatan Politik Pilkada di sejumlah wilayah kabupaten/kota wilayah NTT)

Bagian Ketiga

Penjaga Benteng Pertahanan Nilai, Terancam Jebol

Oetalu, faktahukumntt.com – 20 Januari 2021

Cara licik para pelaku politik praktis merebut konstituen dengan menerobos dan menjebol benteng pertahanan para penjaga, perawat nilai-nilai.

Aliran bantuan, sumbangan para dermawan baru mengalir deras di setiap momentum hajatan politik. Para dermawan dan donatur baru berseliweran di semua pelosok medan pertempuran politik, bak jamur di musim hujan, hanya ingin berbagi dan berdonasi kepada umat, masyarakat melalui struktur lembaga-lembaga adat, struktur lembaga-lembaga sosial, struktur lembaga-lembaga pendidikan, apalagi struktur lembaga-lembaga agama yang menjadi incaran. Lembaga-lembaga penjaga nilai-nilai ini memiliki power full untuk dijadikan kekuatan politik tangguh. Ini strategis konsolidasi politis sistimatis berselubung gerakan sosial merebut kekuasaan.

Baca Juga :  Indonesia Harus Bangkit dari Ancaman Resasi Global

Semua kandidat, kompetitor polik melakukan hal yang sama sebagai strategi menggalang kekuatan dukungan. Sementara para penjaga benteng nilai-nilai ini pun tidak pernah menolak, malah terbuka _*(wellcome)*_ menerima bantuan, sumbangan dan donasi, bahkan meminta jenis bantuan baru untuk menjawabi segmen kebutuhan lembaganya. Sudah dibantu semen malah minta besi. Sudah dibantu sembako malah minta ditambah. Permintaan yang sama dimajukannya ke semua kandidat atau kompetitor politik. Kekuasaan yang dimilikinya dijadikan sebagai power sharing untuk menjawabi kepentingannya. Sungguh memprihatinkan, fenomena pergeseran nilai ini.

Baca Juga :  KRI dr. SOEHARSO-990 Bawa Bantuan dan Tenaga Medis ke Mamuju Sulawesi Barat

Adalah wajar kalau permintaan semacam ini ditujuhkannya kepada para pemegang kekuasaan yang ada. Tetapi kalau lembaga-lembaga penjaga nilai sendiri mendapatkan bantuan atau malah meminta-minta bantuan, sumbangan pada para kandidat atau kompetitor politik dalam nuansa hajatan politik, sungguh sangat disesali. Para penjaga benteng nilai-nilai keropos dan terancam jebol pertahanannya lalu masuk dalam rana pragmatisme *Politik “Tender Politik”*.

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment