POLITIK TENDER POLITIK

Dibaca 615 kali Reporter : Lukas Onek Narek, S.H. verified

Foto: Lukas Onek Narek, S.H.

(Sebuah Refleksi Politik di awal Tahun di tengah hajatan politik Pilkada di sejumlah kabupaten/kota wilayah NTT)

Oetalu Kupang, faktahukumntt.com – 19 Januari 2021

Fakta membuktikan praktek politik yang sudah berjalan di berbagai wilayah Nusa Tenggara Timur adalah praktek politik Tender Politik. Masyarakat NTT pun sudah pintar berpolitik. Bagi mereka politik adalah kesempatan untuk meraup keuntungan bagi dirinya dan keluarganya.

Masyarakat juga memiliki pandangannya sendiri soal perekrutan kepemimpinan. Bagi mereka, orang yang bisa memberinya secuil hidup pada saat proses politik (perekrutan kepemimpinan), berupa kebaikan kandidat dalam memberikan sejumlah uang, bantuan sembako). Bagi mereka “itulah pemimpin mereka”. Tidak Peduli, seperti apa nantinya dia memimpin. Apakah dia korupsi, apakah dia lebih suka melakukan perjalanan keluar daerah, itu urusan nanti.! Bahkan tak peduli seperti apa nanti daerah itu, itu bukan urusannya. Yang penting saya sudah dapat sesuatu. Baginya itulah calon pemimpin yang berbudi baik.

Baca Juga :  16 Program Prioritas Kapolri

Jadi kalau kandidat yang datang hanya sebatas omong tentang program meskipun baik, menyentuh hajat hidup orang banyak, punya moralitas dan komitmennya yang sangat baik tapi kalau tanpa memberikan sesuatu kepada mereka, itu bukan calon pemimpin mereka.

Ini fenomena proses politik di wilayah Nusa Tenggara Timur. Dengar kalau ada hajatan politik mereka mulai sibuk menjadi tim sukses bukan untuk 1 orang atau 1 pasang tetapi malah menjadi tim sukses bagi semua kandidat. Tujuannya untuk menyeleksi siapa yang lebih banyak memberi kepadanya. Itulah yang menjadi pilihan akhirnya. Inilah praktek politik TENDER POLITIK di NTT.

Baca Juga :  Ibu-Ibu Bertelanjang Dada

Pertanyaannya, dari mana mereka belajar politik dagang sapi ini, bahkan Politik Tender Politik ini.

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment