RAJA HERODES, TOKOH KEJAM DI HARI NATAL DALAM BIBEL (Secuil Fakta Natal di Alkitab Dalam Kacamata Sejarah)

Dibaca 355 kali

Oleh : Pina Ope Nope

 Injil Lukas 2: 1-2 : “Kelahiran Yesus – Pada waktu itu, Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia, inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Syria”….

“Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. (injil Lukas 1:5) …. ketikaHerodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah sesuai dengan waktu yang diketahuinya dari orang-orang majus itu” (Injil Matius 2:16)

Bila dimasa modern sekarang ini, saya yakin Herodes telah diseret untuk diadili sebagai penjahat di Pengadilan Internasional karena membunuh semua bayi-bayi di Bethlehem dan sekitarnya. Namun kejadian ini terjadi 2000 tahun lalu?. Kita semua tahu bahwa dalam catatan Injil, kisah kelahiran Yesus dimulai dari berita kehamilan perawan Maria dari Nazareth yang bertunangan dengan Yusuf seorang tukang kayu dari Betlehem yang menetap di Nazareth. Juga tentang pencacatan jiwa (sensus) pada masa Kaisar Romawi Agustus. Yusuf sebagai keturunan Daud ben Isai (raja Israel 800 tahun sebelumnya) harus kembali ke kuamnasi(kampung halamannya) di Betlehem dan akhirnya Yesus lahir disana di dalam palungan di kandang domba. Kisah ini dilanjutkan dengan kunjungan para gembala domba dan juga 3 bangsawan majus yang datang mempersembahkan barang-barang mahal yang hanya diberikan untuk Raja yaitu emas, mur dan kemenyan untuk sang-bayi Yesus.

Namun kisah natal ini ternyata dirusak oleh peristiwa kejam dengan pembunuhan bayi-bayi tak berdosa di Betlehem dan sekitarnya oleh raja Yudea bernama Herodes. Ia takut akan hadirnya mesias yang dinanti-nantikan oleh bangsa Yahudi. Injil mencatat kekejaman Herodes sebagai tokoh yang tidak berperi kemanusiaan. Bayi-bayi direngut dari pangkuan ibu mereka dan yang lainnya masih menyusui juga dibunuh secara kejam oleh pasukan-pasukan Herodes. Bayangkan bagaimana jika anak anda berusia 2 tahun yang sedang lucu-lucunya dirampas dari tangan anda untuk dibunuh secara kejam. Lalu bagaimana catatan sejarah kontemporer(catatan eksternal di luar Injil dan teks-teks kristen) benar-benar mencatat tentang eksistensi Agustus dan Herodes?. Benarkah Herodes kejam seperti catatan Injil?. Sulit untuk percaya seorang raja harus ketakutan kepada bayi berusia 2 tahun.

Siapakah Herodes?

Yahya Waloni sang ustad kontroversial adalah orang yang paling terkenal saat ini dalam mengkritik Alkitab / Injil sebagai kitab palsu yang penuh dengan kisah dongeng. Hal ini tentu karena ia sendiri tidak belajar tentang sejarah dunia ditambah pemahaman Yahya Waloni yang terbatas tentang kisah Yesus (nabi Isa). Baik nabi Isa dan Zakaria (ayah Nabi Yahya), kedua nama ini ada termuat dalam kitabnya agamanya, akan tetapi nama Agustus dan Herodes tidak ada rujukannya di sana. Namun nama Kaisar Agustus tidak asing bagi banyak orang karena dipelajari dalam sejarah di bangku sekolah, lalu bagaimana dengan eksistensi Herodes?. Apakah sejarah memang mencatat tentang Herodes?. Akuratkah injil dalam lintasan sejarah?.

Catatan Injil seringkali mendapat kritikan, namun ternyata kemudian kitab injil pantas mendapat predikat sebagai salah satu bahan guna merekonstruksikan ulang suatu peristiwa sejarah yang terjadi beribu-ribu tahun lalu. Herodes sendiri dalam Injil disebutkan dalam tiga fase. Fase pertama adalah ketika peristiwa kelahiran Yesus, peristiwa kedua adalah pembunuhan Yohanes pembaptis pada saat Paskah dimana Yesus di bawa ke hadapan Herodes sebelum divonis mati. Lalu ada Herodes yang memerintahkan untuk memenjarakan murid-murid Yesus. Lalu terkait dengan Herodes ini, siapakah dia?. Benarkah dia kejam seperti gambaran Injil?.

Dalam tulisan sederhana ini kita akan membahas tentang Herodes. Apabila anda suka membaca kisah sejarah, maka saya sarankan anda untuk memperbaiki posisi duduk anda dan menajamkan konsentrasi anda sebab dalam tulisan ini kita akan mengupas sedikit tentang Herodes yang dicatat oleh sejarahwan dunia dan kisah ini tidak kita temui dalam injil atupun teks-teks kristen. Disini anda akan mengetahui sifat Herodes apakah sesuai deskripsi Injil atau tidak.

Herodes sesungguhnya bukan orang Israel sebaliknya dia adalah keturunan bangsa Edom, bangsa yang mendiami wilayah di bagian dari Selatan Yerusalem dan mereka secara masal berpindah agama pada masa John Hycarnus (134 Sebelum Masehi/ SM) dari keluarga Maccabee yang menjadi pendeta tinggi dan pemimpin kota (Ethnarch)di Yerusalem. Saat itu, di Yudea belum ada seorang raja. Beberapa dekade kemudian, 2 orang cucu John Hycarnus bernama Hycarnus II dan adiknya Aristobolus II saling berebut jabatan Ethnarch. Hycarnus II kalah dan melarikan diri ke Petra, di Arab Nabatea dan disana Hycarnus dibantu oleh Antipater seorang pembesar dari Edumea (Edom/ Edomites). Antipater ini kemudian akan menjadi orang sangat berpengaruh ketika Hycarnus berhasil menjadi pendeta tinggi di Yerusalem.  Antipater adalah ayah kandung dari 2 bersaudara yaitu Phasael dan Herodes.

Pada masa itu, kekaisaran Romawi adalah kekaisaran terbesar yang menguasai hampir separuh dunia termasuk di Yudea. Di dalam kekaisaran Roma bersaing dua orang penting yaitu Caesar dan Pompey. Pada tahun 49 SM, Caesar berhasil menyeberangi sungai Rubicon, suatu tindakan yang berlawanan dengan undang-undang dan dia berhasil mengalahkan Pompey yang kemudian lari ke Mesir. Caesar memburu Pompey sampai ke Mesir yang dia tiba setelah dua hari sebelumnya orang-orang Mesir telah membunuh Pompey. Caesar ngeri sekaligus lega setelah menerima kepala Pompey yang telah diawetkan menjadi hadiah bagi Caesar. Disanalah Caesar terperangkap oleh petualangan Seksual-Politik seorang ratu Mesir bernama Cleopatra.

Namun kemudian, orang-orang Mesir bangkit melawan Cleopatra dan Caesar. Melihat hal ini, maka Hycarnus II dan Antipater memandangnya sebagai kesempatan. Hycarnus dan Antipater membawa 3.000 orang pasukan dari Yerusalem serta mengajak orang-orang Yahudi yang menetap di Mesir untuk menyelamatkan Caesar dan Cleopatra. Sebagai ungkapan terima kasih, maka Caesar menunjuk Hycarnus sebagai Pendeta Tinggi dan ethnarh-penguasa-Yahudi dan membiarkan Hycarnus memperbaiki tembok-tembok Yerusalem. Tetapi kekuasaan yang sesungguhnya diberikan kepada Antipater sebagai Prokurator Yudea bersama putra-putranya sebagai tetrach lokal : yang tua, bernama Phasael yang menguasai Yerusalem dan yang muda bernama Herod atau Herodes yang mendapatkan Galilea. Saat itu Herod masih berusia 15 tahun.

Baca Juga :  SIAPAPUN PEMIMPINNYA PERLU PENYEDERHANAAN UNDANG-UNDANG

Herodes muda mulai menunjukan tabiatnya. Ia memerintahkan membunuh sekumpulan Yahudi fanatik yang dipimpin oleh seorang imam bernama Ezekiah. Sanhedrin (majelis Bait Suci yang kemudian mengadili Yesus beberapa puluh tahun kemudian) memanggil Herodes untuk diadili karena pembunuhan-pembunuhan yang dilakukannya. Namun pembesar Romawi yaitu gubernur Syria memerintahkan pembebasan Herodes karena mereka menggangap ketegasannya ini perlu guna menangani orang-orang Yahudi yang memang merupakan rakyat paling sulit diatur dalam imperium Romawi. Bahkan kekuasaan yang lebih besar justru diberikan kepada Herodes. Herod sebagai orang Edom yang menjadi Yahudi telah menjadi pusat kebencian orang Yahudi – ia disebut Anjing Idumea.

Persaingan Herodes dan Antigonos

Pada tahun 44 SM atau 5 tahun sesudah Caesar berkuasa, Caesar dibunuh oleh komplotan Brutus di ibu kota Roma. Salah satu anggota plot yakni Cassius datang dan memerintah di Syria dan Antipater ayah Herodes harus berganti pihak. Tapi intrik politik dan rivalitas di Yerusalem membuat Antipater diracun dan rivalnya dan menduduki Yerusalem namun balik dibunuh oleh Herodes. Tak lama kemudian Cassius dan Brutus di bunuh di Philippi. Akhirnya pemenang atas kekuasaan di Roma adalah seorang jenderal berusia 22 tahun bernama Octavian dan jenderal yang lebih tua bernama Mark Anthony. Mereka akhirnya membagi Imperium Romawi ini menjadi dua bagian, Octavian di barat dan Anthony di timur. Octavian inilah yang kemudian hari menyandang gelar Kaisar Agustus (seperti yang disebutkan dalam Injil). Sedangkan Anthony memilih Mesir sebagai pusat pemerintahannya yang kemudian ia terjebak oleh petualangan seksual bersama ratu Mesir Cleopatra.

Di tengah politik kekaisaran Romawi yang sedang berubah ini, satu domain lain sedang bangkit yaitu kekaisaran Parthia dari sebelah timur Kaspia yang menginvasi Syria. Antigonos putra dari Aristobolos II, seorang keturunan Maccabee yang juga adalah keponakan Hycarnus II melihat peluang. Ia menawarkan kepada Parthia 1.000 upeti dan 500 perempuan untuk mendapatkan Yerusalem dan menumbangkan Phasael serta Herodes sang-boneka Romawi. Akhirnya orang Parthia menjebak Phasael dan Herod lalu menjarah kota. Kekuasaan atas Yudea diserahkan kepada Antigonos dan Phasael diperkirakan mati dibunuh. Antigonos lalu menangkap pamannya Hycarnus II dan memotong kedua telinganya sehingga membuat pamannya ini tidak akan pernah pantas menduduki jabatan pendeta tinggi di Yerusalem sampai selamanya. Sedangkan Herod dengan sisa-sisa kekuatannya setelah pingsan melarikan diri ke Mesir kepada Anthony dan Cleopatra.

Ketika Herod tiba di Mesir, ternyata Anthony sudah kembali ke Romawi. Walau dibujuk Cleopatra untuk tinggal di Mesir, Herod tetap bertolak menuju Roma bersama pangeran Maccabee bernama Jonathan yang adalah daik dari tunangannya. Jonathan adalah putra Hycarnus II dan kakak perempuannya bernama Mariamme adalah tunangan Herod. Ketika tiba di Roma, Anthony dan Octavian mengawal Herod menuju Majelis dan Herod dinobatkan sebagai raja Yudea dan sekutu Romawi : rex socius et amicus populi Romani. Ini adalah awal kekuasaannya sebagai raja selama 40 tahun penuh dengan kekejaman teror sekaligus kemegahan bagi kota Yerusalem. Namun itu bukan perkara mudah sebab orang Parthia masih menduduki timur, Antigonos masih menjadi penguasa Yerusalem sedangkan bagi orang Yahudi, Herod adalah antek Romawi dan anjing Edom. Herod harus menaklukan setiap senti kerajaannya hingga ke Yerusalem.

Herod menuju Ptolemais dan menggalang angkatan bersenjatanya disana, Herod membutuhkan Anthony untuk menaklukan Yerusalem. Pada tahun 38 SM, Anthony mengepung satu benteng Parthia di Samosata (bagian tenggara Turki) dan menghalau mundur orang Parthia. Namun dalam suatu peristiwa orang Parthia menyerang balik Anthony ketika itu munculah Herod yang saat itu bergerak ke utara dan membantu Anthony dan memukul orang Parthia. Akhirnya Herod disambut secara megah oleh Anthony dan sebagai balasan, ia membantu Herod dengan 30.000 tentara infanteri dan 6.000 kaveleri guna mengepung Yerusalem. Sementara pasukan Romawi membuat kemah disebelah utara Bait Suci dan mengepung Yerusalem, Herod menikahi Mariamme wanita Maccabee ini.

Setelah dua minggu pengepungan, Yerusalem diluluh lantakan oleh keperkasaan pasukan imperium Romawi. Situasi begitu kacau dan bengis sehingga Herod harus menyuap orang Romawi ini untuk menghentikan pembantaian terhadap orang Yahudi. Pendeta Tinggi yaitu Antigonos – raja Maccabee terakhir ditangkap dan dikirim kepada Mark Anthony dan disana Antigonos dipenggal. Herod lalu memerintahkan melikuidasi 45 orang anggota Sanhedrin dari jumlah keseluruhan 71 anggota Sanhedrin. Herodes lalu membangun benteng dan mengukuhkan kedudukannya.

Herod – Alexandra -Cleopatra

Namun Herod masih was-was terhadap dua musuhnya yang lain. Yang pertama adalah Cleopatra ratu Mesir yang licik namun menggoda dan yang kedua adalah orang-orang Maccabee itu sendiri terutama mertuanya Alexandra, ibu Jonathan namun yang paling berbahaya justru ada di ranjang tidurnya sendiri -Mariamme istrinya yang adalah Maccabee. Persaingan ini terjadi pada saat yang paling penting dan menentukan.

Hycarnus tua yang cacat telinganya tidak bisa hadir di bait suci, maka Alexandra ingin agar Jonathan menjadi Pendeta Tinggi namun Herod menolaknya. Jonathan adalah orang yang sangat populer sebab kemanapun ia pergi selalu dikerumuni oleh orang-orang. Jonathan bukan hanya karena dia raja yang sah dari kaum Maccabee namun ia juga sangat tampan, sesuatu yang dianggap sebagai restu Tuhan pada masa itu. Alih-alih mengangkat Jonathan, Herod justru mengangkat seorang Yahudi Babylonia yang tidak jelas silsilahnya menjadi pendeta tinggi. Hal ini membuat Alexandra melaporkan peristiwa ini kepada Anthony dan Cleopatra. Akhirnya Herod tak kuasa melawan popularitas Maccabee dan juga rengekan istrinya siang dan malam, akhirnya mengangkat iparnya Jonathan sebagai pendeta tinggi pada saat hari raya Yahuid : Tabernakel.

Baca Juga :  Hubungan Erat antara Bung Karno dan Gereja Katolik

Pada waktu pelantikan itu, Jonathan yang memakai busana perlambang istana dan pendeta tinggi, orang-orang Yerusalem bersorak kegirangan dan memuji Jonathan dengan suara keras. Herod yang semakin iri kepada Jonathan merencanakan pembunuhan iparnya itu. Herod lalu mengundang Jonathan ke istana mewahnya di Jerikho dan didorong untuk berenang sedangkan kaki tangan Herod telah bersiap di dalam kolam yang menahan kaki Jonathan di dalam kolam hingga Jonatahan mati. Alexandra melaporkan peristiwa ini kepada Cleopatra dan Anthony sehingga Herod dipanggil. Ketika Herod berangkat untuk bertemu Anthony dan Cleoptra, Herod menempatkan Mariamme istrinya itu dibawah pengawasan adik perempuan Herod bernama Salome, wanita paling berbisa dalam istana yang namanya juga disebut dalam injil dan juga dibawah pengawasan Joseph pamannya. Herod berpesan apabila ia dihukum mati oleh Anthony maka Mariamme harus dibunuh juga. Akhirnya Herod yang sangat ahli dalam menghadapi para pembesar justru dapat meyakinkan Anthony dan selanjutnya Herod dimaafkan. Herod kembali rujuk dengan istrinya.

Pada tahun 34 SM, Anthony menginvasi Armenia Parthia dan Cleopatra menemaninya ke Eufrat. Dalam perjalanan pulangnya, Cleopatra mengunjungi Herod. Kedua psikopat ini menghabiskan waktu bersama-sama di istana Herodes, mereka berselingkuh dan terus sama-sama berpikir bagaimana membunuh rekannya. Herod bercerita kepada para penasihatnya bahwa ia ingin membunuh Cleopatra si naga dari sungai Nil itu tetapi para penasihatnya menyarankan untuk Herod tidak melakukannya.

Cleopatra lalu meneruskan perjalanannya ke Mesir. Tak berapa lama Anthony membuat sebuah acara yang megah dengan mengangkat Cleopatra menjadi “Ratunya Raja” dan putranya berusia 13 tahun menjadi Firaun. Akibatnya pada tahun 32 SM, Majelis di Romawi mencabut imperiumAnthony di timur dan berdasarkan persetujuan Majelis, Octavian menyatakan perang terhadap Anthony beserta istrinya Cleopatra. Perang perebutan Imperium telah dimulai dan tentu saja sebagai patron dari Anthony, maka Herodes harus mendukung Anthony dan Cleopatra. Namun akhirnya Octavian-lah yang muncul sebagai pemenang dan Anthony serta Cleopatra memutuskan bunuh diri. Octavian menjadi penguasa tunggal Imperium Romawi dan bergelar Kaisar Agustus seperti yang ditulis dalam Injil.

Kecerdikan Herod

Kali ini Herod harus bersiap lagi untuk mati. Sebelum ia pergi menemui Octavian sang Kaisar Agustus, ia menempatkan adik dan ibunya di benteng Mesada sedangkan istrinya dan ibu mertuanya Alexandra di benteng Alexandrium dimana sebelumnya Hycarnus tua telah mati tercekik. Ia memerintahkan apabila ia tidak kembali atau dihukum mati maka istri dan mertuanya harus dibunuh.

Herod bertemu dengan Octavian di Rhodes dan ia menghadapi pertemuan ini secara cerdik dan ramah. Herod menaruh mahkotanya di kaki Octavian kemudian tanpa mengingkari kedekatannya dengan Anthony, ia meminta kepada Octavian agar “tidak memandang siapa teman dirinya sebelumnya tetapi sosok seperti apa saya sebagai seorang teman”. Octavian lalu memulihkan kekuasaan Herod bahkan mereka menjadi patron yang sangat dekat bahkan dengan sahabat kaisar yaitu Markus Aggripa. Sejarahwan Yosepus menyebut “tidak ada yang lebih disukai kaisar dari Herod di samping Aggripa dan Aggripa tidak punya sahabat yang lebih baik ketimbang Herod disamping Kaisar”. Bahkan Agustus menambah kerajaan Herod hingga mencakup wilayah Israel, Yordania, Syria dan Lebanon dan menghadiahi Herod dengan pengawal Galatian sebanyak 400 orang menjadi pengawal pribadinya yang tadinya sudah terdiri dari beberapa orang Jerman dan Thrace. Orang-orang barbar pirang ini menjalankan pembunuhan dan penyiksaan atas nama Herod di Yudea. Tentu saja kemudian pembunuhan bayi-bayi seperti laporan injil beberapa puluh tahun kemudian adalah pekerjaan orang-orang barbar ini.

Herod juga secara cerdas berhasil menangani bencana kelaparan dengan menjual emasnya dan membeli biji-bijian dari Mesir dan rakyat Yudea luput dari bencana kelaparan. Ia juga meruntuhkan Bait Suci kedua yang dibangun semenjak Zaerubabel (515 SM) – kepulangan bangsa Yahudi dari pembuangan Babel itu dan Herod membangun Bait yang sangat megah. Walaupun awalnya orang-orang Yahudi takut bila dia menghancurkan Bait Suci dan tidak sanggup membangunnya kembali. Herod mengerahkan 1000 kereta, menggali batu-batu besar yang satu potong beratnya bisa mencapai 600 ton atau bahkan lebih dan mengerahkan tenaga kerja yang tidak terhitung banyaknya. Ia membangun Bait Suci ini dengan substruktur dengan 80 pilar dan 12 lengkungan kubah. Ia membangun platform seluas 3 hektar atau 3 kali lipat Forum Romawi dan Kuil ini benar-benar megah. Seluruhnya bertudung plat emas dan begitu diterpa sinar matahari memantulkan keindahan yang luar biasa. Itulah sebabnya dalam injil kita dapat membaca bagian dimana murid-murid Yesus berdiskusi dan mengagumi bangunan bait suci yang dibangun Herodes ini-(baca injil Lukas 21:5 : ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai barang persembahan”).

Selain bait suci ia juga membangun tembok kota dan juga istananya dan kehidupannya benar-benar mewah ala kosmopolitan. Beberapa sejarahwan menyebutnya “secara garis nasab, Herodes adalah orang Phonecia, secara budaya ia adalah Hellenis, dari kelahirannya ia adalah orang Idumea, dari agamanya ia orang Yahudi, dari tempat tinggalnya ia orang Yerusalem dan secara kewarganegaraan ia orang Romawi”. Ia dan istri yang sangat dicintainya namun juga musuh bebuyutannya, Mariamme tinggal di benteng Antonia. Disana dia adalah seorang raja Yahudi, dengan membaca Deutronomi setiap tujuh tahun di bait suci dan menunjuk pendeta tinggi yang jubahnya dia simpan di benteng Antonia. Tetapi di luar Yerusalem, ia adalah seorang raja Yunani yang pemurah dan membangun kota-kota pagan bagi patronnya Agustus.

Herod dan Penerusnya, Yesus Lahir

Herod memiliki 12 anak dari sepuluh istri, namun yang paling disayangnya adalah anak-anak dari istri tercintanya sekaligus musuhnya Mariamme. Kedua anaknya itu bernama Alexander dan Aristobulos yang memang setengah Maccabee dan setengah Herod. Namun kebengalan kedua anaknya itu membuat Herod sangat kecewa terutama Herod di suatu malam bermimpi Alexander mengambil belati dan menikam ayahnya. Herod memerintahkan untuk menangkap mereka dan akhirnya mereka mengakui bahwa mereka berencana untuk melarikan diri. Herod mengirim mereka ke Beirut yang berada diluar Yuridiksinya untuk diadili karena dianggap bebagai upaya yang adil bagi kedua pangeran ini. Namun muncul desas desus bahwa kedua pangeran ini menyuap tentara. Herod memerintahkan untuk membersihkan 300 perwira dan kedua pangeran itu dibawa kembali ke Yudea dimana mereka berdua mati dicekik. Mendengar itu, Agustus tidak terhibur namun juga tidak terkejut. Ketika ia mengatahui bahwa orang Yahudi tidak membunuh dan memakan babi, maka ia mengatakan “Aku lebih suka menjadi babinya Herodes ketimbang lahir sebagai putranya (Herodes)”.

Baca Juga :  Lanjutkan Perjuangan "AYAHMU"

Herod sangat frustasi dengan suksesi dalam kerajaannya. Ia yang sudah berusia 60-an mulai sakit-sakitan. Tersisa putranya bernama Antipater, namun ketika Antipater berada di Roma untuk bertemu Agustus, ular berbisa bernama Salome yaitu adik perempuan Herod menemukan seorang pembantu yang mengakui bahwa Antipater berniat meracuni ayahnya. Ketika Antipater baru pulang dari Roma dan belum bertemu ayahnya ia di tangkap dan dimasukan ke dalam sel. Sakit Herod semakin berat dan mulai merasakan pembusukan dimulai dari gatal-gatal dengan rasa sakit yang menggila pada ususnya kemudian bengkak pada kakinya dan perut dan komplikasi pada borok di usus besarnya.

Disaat itulah berita tentang kelahiran seorang anak dari seorang tukang kayu dari Bethlehem berdasarkan informasi 3 orang ahli perbintangan dari timur bahwa dari bintang yang muncul menunjukan bayi itu adalah seorang raja yang besar. Herod resah dan memanggil beberapa imam dan bertanya apabila mesias (raja orang Yahudi) lahir maka dimanakah tempat yang dinubuatkan oleh nabi-nabi terdahulu?. Para imam kompak menjawab “di dusun kecil Bethlehem”. Herodyang pusing memikirkan suksesi kerajaannya dan anak-anaknya yang meresahkan, maka ia merencanakan untuk membunuh bayi mesias itu. Herod memanggil ketiga orang itu dan berpesan : “sesudah kalian menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya aku pun datang menyembah Dia” (injil Matius 2:8). Kata Herod penuh harap.

Namun ketiga orang majus itu tidak pernah kembali ke Herod hampir dua tahun lamanya, Herod marah dan memerintahkan pembunuhan bayi-bayi Bethlehem yang berusia 2 tahun kebawah. Walaupun harus diakui bahwa belum ada satupun rujukan sejarah kontemporer yang menyebutkan tentang perintah pembunuhan bayi oleh Herod, namun melihat dan memahami kejiwaan Herodes, maka membunuh bayi bukanlah hal yang terlalu merisaukan Herod. Satu-satunya yang dirisaukan Herodes saat itu adalah pengganti dirinya sehingga ia bahkan sampai meminta pendapat dari Agustus terkait putranya Antipater.

Sedang, penyakit Herod kian parah walaupun upaya pengobatannya dengan melakukan mandi air sulfur di Callirhoe dekat laut mati justru menambah kesakitan dan ketika dia diolesi dengan minyak panas, dia pingsan dan dibawa kembali ke Yerikho. Saat itu ia mendapat jawaban dari Agustus bahwa ia bebas menghukum putranya Antipater. Herod begitu terguncang sehingga dia mengambil belati untuk bunuh diri dan Antipater senang dan yakin bahwa ayahnya sudah mati. Didalam sel ia menyatakan diri sebagai raja dan memerintahkan penjaga untuk membebaskannya. Ketika para penjaga mendengar teriakan itu dan bergegas menuju istana, ternyata Herod belum mati tetapi gila. Ketika mengetahui tindakan Antipater, maka Herod yang sudah mulai gila memerintahkan untuk membunuh putra terkutuknya itu. Lima hari kemudian setalah berkuasa selama 37 tahun, Herod agung yang telah selamat dari “puluhan ribu bahaya” meninggal dunia dalam keadaan yang membusuk dan bau yang tajam. Demikian Herodes mati dan anak-anaknya menari-nari seolah bukan ayah mereka yang mati tetapi musuh mereka. Herodes dan keluarganya bukan hanya sinting tapi juga gila.

Yesus Raja Yang Sejati

Ketika masa itu kita semua yakin bahwa orang-orang Yahudi hidup dalam ketakutan. Herod dan anak-anaknya yang setenga gila, para Majelis Agama yang terinspirasi oleh kehidupan Maccabee bersaing dengan Herod muda untuk menguasai Yerusalem bahkan Yehuda. Bait Suci merupakan tempat bertemunya seluruh kepentingan politik dan orang Yahudi muak dengan semua persaingan ini.

Ketika itu muncul seorang pribadi yang lembut namun berbicara secara tegas seperti seorang raja. Ia bahkan melakukan mujizat-mujizat yang belum pernah dilihat atau bahkan didengar oleh leluhur-leluhur orang Yahudi. Mereka hanya selalu menantikan Mesias yang dijanjikan namun mereka bingung. Pada awalnya mereka percaya leluhur Maccabee adalah mesias yang dijanjikan namun kemudian ternyata bukan. Figur yang tepat bagi rakyat kecil Yahudi adalah Yesus. Dalam injil Yohanes 6:15 disebutkan “Karena Yesus tahu, bahwa merekahendak datang dan hendak membawa Diadengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri. Karena mengetahui bahwa orang banyak itu berencanadatang dan memaksa Dia menjadi Raja atasmereka, Yesus menyingkir lagi ke bukit seorang diri”.

Namun gambaran Mesias yang diimpikan oleh para pemimpin agama Yahudi tidak ada pada Yesus. Mereka percaya bahwa mesias itu akan mengalahkan keluarga Herod, menaklukan Imperium Romawi dan menaklukan dunia seperti dahulu yang dilakukan oleh leluhur Yesus yaitu Raja Daud. Itulah sebabnya kemudian Yesus dituntut sebagai mesias palsu sebab Yesus dalam banyak kesempatan menyebut dirinya Mesias. Seorang mesias yang tidak sesuai dengan keinginan pemimpin gama Yahudi.

Namun Yesus memiliki tujuan dan visi yang berbeda. Ia memang sedang membangun suatu kerajaan, namun bukan kerajaan yang diimpikan oleh Herod, Agustus atau Sanhedrin. Yesus membangun kerajaan yang tidak pernah mati. Kerajaan Herod telah berakhir, kerajaan Romawi telah berakhir, Bait Suci telah hancur tetapi kasih Yesus sebagai Raja tetap ada sampai hari ini dan semua orang percaya diseluruh dunia mengakui dia sebagai Raja diatas segala raja.

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment