Rencana Pemberian Beasiswa PEMKAB SIKKA Terhadap Mahasiswa UNIPA

Dibaca 260 kali

Marianus Gaharpung Penulis (Dosen Fakultas Hukum Universitas Surabaya).

Oleh: Marianus Gaharpung, S.H., M.H.

FaktahukumNTT.com, O P I N I

Realita biaya pendidikan adalah sesuatu yang tidak dapat dipungkiri setiap tahun terus meningkat dan ini kasihan bagi anak anak prestasi dari keluarga yang sangat tidak mampu.

Sehingga sangat baik jika Pemkab Sikka berinisiatif mau melakukan pemberian beasiswa kepada mahasiswa prestasi. Dan, hal yang mulia ini perlu pula diikuti oleh badan usaha lain yang ada di Sikka misalnya, bank pemerintah dan daerah atau perusahaan swasta yang sedang melakukan penanaman modal disini (jika ada).

Ada beberapa mekanisme yang harus dikakukan misalnya :

1. Seleksi administrasi.
Unipa sebagai penyelenggaran pendidikan wajib melakukan seleksi administrasi yang ketat tidak boleh ada titipan dari keluarga pejabat (ini moral yang tidak baik). Proses seleksi yang ketat baik dari segi prestasi, karakter, maupun latar belakang sosial dan ekonomi para pelamar (mahasiswa).

Baca Juga :  Penyembuhan Gaib Pengobatan Alterrnatif, Digandrungi Masyrakat - Pelayanan Tersamar.

Dari hasil seleksi administrasi Unipa, maka kandidat calon penerima beasiswa oleh tim Seleksi Pemkab Sikka dilaksanakan wawancara mendalam terhadap calon penerima beasiswa. Jadi Pemkab Sikka tidak asal memberi begitu saja uang negara tetapi ada kisi-kisi test yang juga disiapkan oleh pemerintah dan program apa saja yang diberikan kepada calon penerima beasiswa. Misalnya ada kewajiban penerima beasiswa sekian bulan kuliah kerja nyata di dinas- dinas atau di desa- desa sehubungan dengan pengelolaan dana- dana desa yang menjadi masalah selama ini dengan pembenahan kas desa dll.

2. Pemkab Sikka dalam kerjasama pemberian beasiswa perlu mencanangkan di tahun 2020 dan seterusnya bagi mahasiswa penerima beasiswa menjadi ANGGOTA GENERASI BARU SIKKA, dan setiap semester wajib melaporkan perkembangan rekap nilai dan prestasi lainnya kepada pemberi beasiswa.

Baca Juga :  English Day Bagaimana Nasibmu Kini.?

3. Tanda tangan kesepakatan pemberian beasiswa.Jadi penentuan pemberian beasiswa kepada mahasiswa bukan oleh Unipa tetapi harus oleh pemberi beasiswa.

Jadi Unipa hanya memberikan kelengkapan administrasi mahasiswa sedangkan Pemkab Sikka yang memutuskan melalui seleksi yang ketat yang dilakukan oleh tim independen yang dibentuk oleh Pemkab Sikka dengan alasan pakai uang negara (aspek akuntabilitas) sehingga tidak asal beri dan sekali lagi hindari nepotisme alias titip- titip nama oleh pejabat di Sikka.

4. Ada dua model tanda tangan kesepakatan oleh pemberi beasiswa dengan calon penerima beasiswa dan saksinya adalah Unipa. Atau kesepatakan antara Pemkab Sikka dan Unipa dengan lampiran nama-nama penerima beasiswa.

Baca Juga :  *Solusi Pengelolaan Hutang BUMN*

5. Penyaluran dana beasiswa, sebaiknya langsung dari Pemkab Sikka kepada penerima beasiswa sehingga pemberi beasiswa mewajibkan penerima beasiswa membuka rekening dan Unipa tinggal debit otomatis ke rekening mahasiswa ketika ada kewajiban bayar SPP dan lain-lain terhadap Unipa. Oleh karena itu, dana tersebut tidak boleh masuk ke rekening Unipa, sebab ini hak mahasiswa bukan haknya Unipa. Kalau dipaksakan masuk rekening Unipa dengan glontoran uang begitu banyak,

pertanyaannya bunga tabungan di rekening Unipa menjadi hak mahasiswa atau Unipa. Jika masuk rekening Unipa itu ada dugaan tindakan penggelapan Pasal 372 KUH.Pidana. Oleh karena itu Bupati dan DPRD Sikka harus hati-hati dan dengan harapan pemberian beasiswa harus pula memberikan manfaat riil bagi Pemkab Sikka. (Red)

Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment