Restorasi Organisasi Mahasiswa Unila Lampung

Dibaca 592 kali Reporter : DK verified

Nick Kurniawan Rozali, S.A.B., M.M. Kader Muda Nasdem Provinsi Lampung

Oleh: Nick Kurniawan Rozali, S.A.B., M.M. Kader Muda Nasdem Provinsi Lampung

Pekan lalu, Universitas Lampung (Unila) dihebohkan dengan adanya karangan bunga yang dikirimkan oleh para alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dengan isi pesan duka atas wafatnya kebebasan berorganisasi di Unila. Peristiwa disinyalir karena telah setahun lebih BEM Unila mati suri karena sengketa Pemilihan Raya Presiden Mahasiswa pada 2021 silam .

Sebagai alumni dari Fakultas Ilmu Sosial Politik (FISIP) Unila, Penulis terpantik dengan keadaan tersebut. Informasi tambahan yang penulis terima dari teman-teman mahasiswa, ternyata kondisi mati suri juga dialami BEM FISIP Unila yang telah vakum/mengalami kekosongan kepemimpinan sejak empat tahun lebih.

Menurut Prof. Yulianto selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan memastikan tidak ada organisasi mahasiswa di lingkungan kampus hijau yang mati suri atau dikekang kebebasannya. Ada sebuah paradigma,nafas dan kerangka kerja kegiatan aktifitas mahasiswa secara idealnya adalah “dari mahasiswa, untuk mahasiswa”.

Baca Juga :  Refleksi 1 Tahun Berdiri, Partai UKM Indonesia Terus Mengembangkan dan Memajukan UMKM, Koperasi dan Pedagang

Intervensi Rektorat mengatur jalannya demokrasi kampus tertuang pada Pasal 26 poin 1 Peraturan Rektor (Pertor) Unila Nomor 18 Tahun 2021, berbunyi; Panitia pemilihan raya Unila dibentuk oleh Rektor dengan Keputusan Rektor. Selain BEM, terdapat Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) selaku legislator yang bertugas membentuk Peraturan Mahasiswa Universitas yang notabene isi peraturan tersebut merujuk pada aspirasi yang telah diserap dari para mahasiswa, peraturan mahasiswa tersebut juga seharusnya mengatur aturan penyelenggaraan teknis pemilihan raya dan membentuk anggotanya.

Selanjutnya
Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment