Seberapa Sakti-kah Aplikasi Sakti ?

Dibaca 1.2K kali Reporter : ** verified

Oleh :Ibnu Haris Felama

Seksi Pencairan Dana dan Manajemen Satker KPPN Larantuka, Flores Timur)

Pendahuluan

Di era digital digital 4.0 sekarang ini, kita mau tidak mau, suka tidak suka harus  ikut ambil bagian dari era tersebut.

Sebuah era dimana terdapat fase baru, revolusi industri yang fokus di interkonektivitas, otomatisasi, machine learning, dan real time data. Ciri utama dari era ini adalah bagaimana data menjadi sesuatu yang penting. Di jaringan internet setiap harinya ada miliaran orang yang berbagi data.

Secara umum, Indonesia sudah secara aktif menapaki era baru yang ditandai dengan bergeraknya berbagai sektor kehidupan ke arah digital dan serba otomatis. Fenomena ini bisa kita lihat dengan bukti semakin banyaknya perusahaan berbasis digital di sekitar kita. Perusahaan ini menawarkan cara berbisnis baru yang tidak kita temukan pada puluhan tahun yang lalu, tak terkecuali pada organisasi di tempat saya bekerja, Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan.

Baca Juga :  WILLIAM : SUARA KEBENARAN YANG DICOBA UNTUK DIBUNGKAM

Seiring berjalannya waktu semenjak dimulainya proses reformasi birokrasi pada tahun 2003 yang ditandai dengan lahirnya tiga paket undang-undang pengelolaan keuangan negara, yaitu undang-undang nomor 17 tahun 2003 tentang keuangan Negara, undang-undang nomor 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, dan undang-undang nomor 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan pengelolaan dan Pertanggung Jawaban Keuangan Negara sampai dengan saat ini, Kementerian Keuangan senantiasa membawa inovasi-inovasi yang berkesinambungan.

Selanjutnya
Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment