Pariwisata

Wisata Pantai dan Laut Nangadhero, Destinasi Wisata Baru Kabupaten Nagekeo Di Pesisir Utara

 

FAKTAHUKUMNTT.COM_Nagekeo,┬áPemerintah Desa Nangadhero hingga hari ini masih terus merampungkan sejumlah kesiapan menjelang diadakannya Festival *Seafood* Nagekeo 2019. Pasca Pilkades 2018 kemarin, Mohammad Roslang, Kades Nangadhero terpilih langsung “tancap gas” mewujudkan mimpi besarnya menjadikan wilayah pesisir Utara sebagai destinasi wisata baru yakni dengan menjadikan Desa Nangadhero sebagai Desa Wisata Pantai dan Laut. Dia menggandeng rival politiknya, Paskalis Uwa serta masyarakat Nangadhero lainnya yang tergabung dalam kelompok Pemuda Bahari dalam menyukseskan kegiatan yang dimaksud.

Siang tadi 30 April 2019, Panitia dan sejumlah perangkat Desa menggelar konferensi pers terkait kegiatan itu. Dari informasi yang disampaikan panitia dan penyelenggara, hajatan Festival Seafood Nagekeo 2019 yang sejatinya akan digelar 2 Mei mendatang, terpaksa harus ditunda hingga 14 Juni 2019. Penundaan itu merupakan keputusan panitia dengan mempertimbangkan alasan kondusifitas pasca pemilu 2019.

“Alasan lain, panitia juga ingin memberikan rasa aman dan nyaman bagi kaum muslimin dan muslimat serta umat Nasrani Kabupaten Nagekeo menyongsong bulan suci Ramadhan dan bulan Rosario.”

Dalam agenda panitia, sesuai schedule kegiatan, pergelaran pentas seni budaya dan wisata kuliner direncanakan akan dilaksanakan di dua lokasi tepisah dalam wilayah Desa Nangadhero terhitung sejak tanggal 14 – 19 Juni 2019. Pentas seni budaya dan hiburan musik direncanakan akan digelar di Lapangan Desa Nangadhero sedangkan wilayah pesisir desa dijadikan tempat bagi penikmat kuliner laut (Seafood), hasil tangkapan nelayan setempat, ungkap Paternus Agung Rewa Bay, ketua panitia penyelenggara.

“Guna menambah semaraknya Festival, panitia juga menghadirkan pedangdut kondang, Azizah, juara KDI Tahun 2015.”

Sebagai Informasi, Kepala Desa Nangadhero,
Mohammad Roslang, bertekad mewujudkan visi dan misi melalui sejumlah kebijakan strategis di bidang pemerintahan, bidang perekonomian, bidang kesejahteraan sosial, pertanian dan peternakan, perikanan dengan berorientasi kepada kesejahteraan masyarakat. Tekad itu dilakukan Roslang sebagai upaya meningkatkan dana Bumdes bagi petani dan nelayan, meningkatkan infrastruktur jalan desa, serta memberikan bantuan modal dan bibit ternak serta bantuan alat tangkap bagi nelayan dan alat pertanian bagi petani.

Roslan menargetkan, dari kebijakan yang dia tempuh, Desa Nangadhero akan mendapat tambahan Pendapatan Asli Desa hingga Rp. 200 juta / Tahun.

Saat ini penyelenggara kegiatan tengah membenahi lokasi dan panggung acara dengan lokus utama ditengah perkampungan nelayan tradisional Desa Nangadhero, Kabupaten Nagekeo. Sejumlah urukan material pasir dan pecahan batu terus ditimbun ditempat itu. Design panggung berbahan bambu dan interior juga tengah digarap. Panitia setempat juga menggandeng pihak swasta guna mendukung terselenggaranya kegiatan itu.

Terkait jumlah dan sumber pembiayaan penyelenggaraan, panitia memprediksi angkanya mencapai Rp. 177 juta. Anggaran itu diluar anggaran pemerintah daerah termasuk bukan dari anggaran Desa Nangadhero. (Patriot)

Tags
BACA LEBIH LANJUT

Berita Terkait

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close