Benyamin Kanuk Beberkan Program Listrik Masuk Sulamanda

Dibaca 543 kali

Foto : Benyamin Kanuk Kepala Desa Mata Air dan Lukas Nurak saat ngopi bareng di Pantai Sulamanda

Sulamanda, faktahukumntt.com – 12 Januari 2021

Kawasan Pantai Sulamanda saat ini menjadi salah satu objek pilihan warga masyarakat yang berdiam di daratan pulau Timor khususnya warga Kabupaten Kupang dan Kota Kupang. Dan kebanyakan kaum milenial (mahasiswa) manjatuhkan pilihan di Pantai Sulamanda menjadi tujuan wisata. Melihat animo warga dan bertambahnya jumlah pengunjung setiap harinya, Pemerintah Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang terus berupaya membenahi kawasan wisata Pantai Sulamanda.

Pembenahan yang dilakukan ada 4 hal yakni jalan, air bersih, penahan ombak untuk menjaga habitat mangrove dan Listrik. Dan saat ini sudah terlaksana pemasangan listrik untuk kios jualan pedagang sebanyak 28 unit, 2 Lopo, 1 Weding dan ditambah aula yang selama ini menggunakan penerangan apa adanya.

“Akhirnya kawasan wisata ini sudah diterangi lampu listrik dari PLN yang diprogramkan pemdes setempat”, ujar Kepala Desa Mata Air Benyamin Kanuk kepada media ini saat ngopi bareng di Taman Wisata Pantai Sulamanda, Selasa (12/01/2021).

Baca Juga :  Wakil Gubernur NTT Minta  Setiap Hotel di NTT Siapkan Minuman Kopi Asli NTT 

Diakuinya, memang antusias warga yang mendatangi kawasan ini, meningkat jumlahnya namun hal ini justru menimbulkan keresahan bagi para pedagang pasalnya penerangan yang kurang memadai. Untuk itu, Pemerintah desa memprogramkan listrik masuk Sulamanda dan saat ini sudah terpasang tiang listrik sepanjang 1,200 Kilometer dari Kantor Desa menuju kawasan wisata. Pantauan media ini sudah terpancang tiang listrik dan kabel listrik serta para petugas dari PLN sedang melakukan pengecatan semua tiang listrik.

“Saya yakin apabila sudah terpasang semua termasuk bola lampu di kawasan wisata ini tentunya menambah keindahan kawasan wisata pada malam hari. Dan pastinya Pengunjung juga akan betah duduk pada malam hari untuk menikmati keindahan pantai Sulamanda,” jelas Beny Kanuk sambil mengisahkan kembali asal muasal nama Sulamanda (Sudah Lama Aku Menanti Anda)

Baca Juga :  Simon Nahak : Yang Utama Bukan Soal Diskusi Tentang Kemanusiaan Tetapi Eksekusi

Untuk mencegah terjadi penyebaran covid-19 di Pantai Sulamanda, Benyamin Kanuk menjelaskankan, di setiap lapak dan kios yang ada sebanyak 28 unit, Lopo 2, 1 tempat Weding dan Aula sudah disiapkan tempat cuci tangan dan hand sanitizer. Para pengunjung diwajibkan cuci tangan dan mengenakan masker sejak masuk dan selama berada dalam kawasan wisata Sulamanda.

“saya sendiri kontrol langsung ke Kawasan Wisata untuk memastikan protokol kesehatan dilaksanakan dengan ketat. Seperti sore ini kita bertemu di sini. Ini penting dilaksanakan karena namanya lokasi wisata pasti adanya kerumunan warga yang beresiko untuk penyebaran covid sangat tinggi sehingga saya harus kontrol agar kawasan ini tetap steril betul,” tutup Benyamin Kanuk (JB)

Baca Juga :  Traveloka Mempromosikan Kawasan Desa Wisata Koja Doi Sebagai “Destinasi Populer”
Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment