Tenun Koja Doi Memiliki Khas Berbeda Dari Tenun Ikat Maumere

Dibaca 815 kali

FaktahukumNTT.com, KOJA DOI MAUMERE

Menenun adalah salah satu budaya atau tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi, sampai dengan saat ini masih mudah ditemui dalam keseharian warga di desa. Aktivitas wisata di desa turut merangsang warga untuk memanfaatkan nilai ekonomis karya tenun Koja Doi didalam semangat pelestariannya. Lebih dari pada itu, tenun koja doi memiliki khas berbeda dari tenun ikat Maumere. Keunggulan ini, sekaligus menambah khazanah tenun yang ada di Kabupaten Sikka dan daratan pulau Flores lainnya. Karena itu, belajar tenun koja doi juga menjadi bagian dari wisata tematik yang ditawarkan.

Baca Juga :  Gubernur NTT Sambut Baik Rencana Kolaborasi Bidang Pariwisata Dengan Pemprov Jabar

Hampir semua ibu-ibu warga Desa Koja Doi, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka-NTT mahir menenun. Teknik menenun warga di kepulauan yang mayoritas berasal dari suku pendatang dari Sulawesi ini tampak beda dengan teknik menenun di Sikka.

Jika di wilayah sikka daratan di pulau Flores, rata-rata tenun tidak pakai ikat dahulu. Benang langsung ditenun setelah disusun atau Goan. Tenun yang dibuat menggunakan benang emas harganya lebih mahal dibandingkan dengan tenun yang dibuat dengan menggunakan benang biasa. Untuk tenun dengan benang emas tenun dijual dengan harga Rp 400.000,- s.d Rp 450.000,- dan jika menggunakan benang biasa tenun di jual dengan harga Rp 300.000,- s.d Rp 350.000,-.

Baca Juga :  PLUT NTT LAKSANAKAN BIMTEK PENGEMBANGAN DAN PENGELOLAAN DAUN KELOR

Keunikan tersendiri dari warna tenun Koja Doi yang sangat mencolok sehingga berbeda dengan kebanyakan tenun di pulau Flores lainnya. Kain tenun untuk kaum laki-laki dinamakan “Katamba” memiliki motif kotak-kotak berukuran kecil, bila kotak-kotak berukuran besar, maka kain tenunnya dinamakan “Palekat” dan untuk kaum perempuan dinamakan “Ragi-Ragi”, lebih lanjut untuk tenun dua warna bagi kaum perempuan dinamakan “Kasopa”. (*/yb)

Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment