Dua Penyair Muda Lembata Terbitkan Buku Antologi Puisi

Dibaca 1.7K kali

FaktahukumNTT.com, LEMBATA

Setelah Milla Lolong menerbitkan Buku Antologi Puisi “Perihal Pulang,” kini hadir dua penulis muda dari Lembata yakni Chee Nardi Liman dengan judul Puisi “Sisi Lain Tuhan” dan Ati D Dengan judul Puisi “Nyanyian Lontar.”

Kehadiran Ati D dalam dunia puisi menambah deretan penyair perempuan Lembata seperti Monika Arundhaty, Lidia Tokan, Milla Lolong dan beberapa yang lainnya.

Sedang Chee Nardy Liman adalah seorang calon Imam yang juga turut menambah jejak kepenyairan penulis muda di Lembata seperti, Erich Langobelen, Selo Lamatapo, Veran Making dan beberapa yang tidak mampu saya sebutkan satu persatu.

Chee Nardy Liman kelihatannya sedang mabuk asmara dengan Tuhan lewat tulisan-tulisannya. Dalam puisinya SISI LAIN TUHAN, dia menulis:

Semilir malam kian berderu
Menghempas riuh jangkrik berlagu
Sedang burung hantu pasang aksi
Kala kalong membuka mata
Sunyi.
Derap Tuhan terinjak kelam
Dipapah lantunan amin bergema
Teriring rintihan pisah mengalun
Merindu beradu bantal
Sepi.
Di ujung senyum mimpi
Tuhan tertatih lesu
Terhimpit detak jam sayup
Lantas lampu Allah berganti off
Senyap.
Dan Tuhan mengeluh lagi.

Baca Juga :  Buya Syafii Maarif Ucapkan Selamat Kepada Listyo Sigit

WG,15 juli 2016

Pada puisi ini, Nardy menggambarkan sisi Lain Tuhan yang bisa “mengeluh”. Bukankah Allah tidak pernah mengeluh? Atau kah Allah tahu tapi Dia seolah diam? Justru disitu kita lihat Nardy sedang mengambil spirit inkarnasi Allah menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus. Nardy dalam kesunyiannya yang tak biasa Ia merentangkan kebiasaannya dalam doa menuju Tuhan lewat setiap diksi-diksinya yang tampak ruwet tapi penuh konotasi yang bermakna frontal. Di situ Nardy sedang berdiskresi (mencari kehendak Allah) lewat puisi-puisinya.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Presiden Erdogan di Turki

Sedang Ati D, perempuan dari Kedang-Lembata yang terampil menanak kata menjadi bunyi, yang setia menetak setiap derita menjadi cerita. Lewat tulisan-tulisannya, Aty menceritakan banyak realitas yang terjadi di kampung halamannya. Dalam satu satu bait puisinya, Ati D menulis: segala nira lontar/memabukan asa yang terputus. Di situ, Ati mengungkapkan sebuah kritik-simbolik terhadap kemapanan diri lewat pohon nira, yang bisa saja mengkerdilkan idealisme. Di situ ada realitas kekakuan yang kacau yang ingin ditulis oleh Ati. Bahwa orang bisa saja minum mabuk dan tidak bisa berpikir kritis dalam berbuat sesuatu.

Baca Juga :  Presiden Maluku FC Apresiasi Gubernur Murad Ismail, Dukung Penuh Eksistensi Dikancah Sepakbola Nasional

Akhir kata, Kabupaten Lembata bisa jadi sebuah kabupaten yang akan menghasilkan banyak penulis ke depan yang sudah dilanjutkan oleh Nardy Liman dan Ati. Semoga dua buku yang dihadirkan oleh dua penyair muda ini, dapat menjadi gambaran bahwa Lembata selalu melahirkan penulis-penulis muda yang berbakat. Buku ini bisa anda dapatkan melalui fb Chee Nardy Liman dan juga Ati D.

Dengan membaca anda menjadi kaya !

Profisiat Nardy dan Ati. Siapa yang ingin memulai lagi? (*Yurgo Purab)

Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment