Guru dan Sekolah Online

Dibaca 455 kali

Oleh: Syl Witin

(Guru SMA Negeri Satu Larantuka)

Tak terasa sudah mendekati dua tahun pelajaran, pandemi Covid 19 meluluhlantahkan semua sisi kehidupan manusia, termasuk dimensi pendidikan.

Hampir semua sekolah yang berada di jalur penyebaran covid 19 memberlakukan sistem pembelajaran jarak jauh atau sistem daring atau sekolah online.

Anak-anak dikondisikan sedemikian cara untuk bisa mengikuti pembelajaran yang dirancang oleh guru dari rumah atau tempat lain yang masih dalam area jaringan.

Pembelajaran online memang merupakan pilihan utama dan dianggap paling tepat sesuai skenario yang dirancang dalam protokol kesehatan covid 19.

Memang, terjadi perbedaan pemahaman perihal pembelajaran online ini.

Bagi kebanyakan guru yang mahir mengoperasikan IT, pembelajaran online memang merupakan pilihan yang jitu.

Tetapi di sisi lain, bagi kebanyakan guru-guru tua, pembelajaran online masih jauh berbeda dengan pembelajaran offline.

Sekolah dan pembelajaran online, secara teknis memang menuntut beragam persiapan, dan perlahan-lahan menuntut guru dan siswa mesti beradaptasi dengan keadaan, tetapi pada prinsipnya semua itu niscaya dihadapi oleh semua orang.

Baca Juga :  UPG 45 Menjawab Keraguan Masyarakat

Guru dan siswa memang selama ini sudah terbiasa dengan pembelajaran tatap muka yang normal, guru bertatap muka face to face dengan siswa dan ada interaksi dan relasi timbal balik yang langsung, tapi kini semuanya dibatasi.

Hanya karena menghindari kerumunan, suasana pembelajaran yang sebelumnya berlangsung normal, kini, guru-guru harus mengadapi kursi dan meja yang diam membisu dan tidak bergerak sedikitpun.

Ruang-ruang kelas yang selama ini selalu dipenuhi dan menjadi seperti rumahnya anak-anak generasi penerus bangsa, ruang komunikasi dua arah dan ruang tanya jawab serta debat kusir seputar ilmu pengetahuan dan tempat pembinaan pendidikan kharakter, kini telah berubah menjadi ruang sunyi, ruang sepi dan seakan-akan menjadi tempat anker dan keramat.

Kursi dan meja-meja perlahan tidak teratur, lapuk dan dimakan anai-anai. Papan tulis yang dulunya jadi tempat parkirnya kapur tulis, kini berubah peran jadi penghias tembok.

Baca Juga :  Pembangunan SMPN 6 Satap Amarasi Timur adalah Wujud Kerjasama TNI dan Pemkab Kupang

Covid 19 memang terlalu. Dia meluluhlantahkan semua keadaan yang normal menjadi tidak normal. Bahkan dia mengubah semua kebiasaan yang selama ini telah membudaya.

Guru dan murid kini perlahan-lahan berubah peran yang sesungguhnya. Guru seakan hanya mahir merancang model pembelajaran dan mahir beraction di depan layar laptop atau hand phone android dengan beragam aplikasi, tapi intensitas komunikasi dua arah dan relasi interaksional dengan siswa, semakin kurang dan bahkan tidak tercipta sama sekali.

Lantas, bagaimana dengan pendidikan serta pembentukan kharakter siswa? Apakah hanya sebatas online saja? Pola serta metode pendidikan di masa pandemi covid 19 mesti juga memberikan tempat yang pas bagi pembentukan pendidikan kharakter.

Orangtua di rumah mesti berubah peran menjadi guru di sekolah yang harus stand by menjadi guru di rumah.

Baca Juga :  Mewakili Wali Kota, Eduard Pelt: Kota Kupang Literasi Digital 

Guru dan orangtua harus tetap berkoordinasi, bekerjasama dan saling membantu serta berbagi peran.

Bahaya, kalau keduanya berjalan sendiri-sendiri. Guru di sekolah giat dengan rancangan pembelajaran online dan orang tua di rumah adem-adem saja.

Guru mesti membuat skenario bahwa walaupun pembelajaran dilakukan secara online, tetapi aura serta sosok guru, yang mengajar dan mendidik harus juga ditularkan secara offline.

Taman pendidikan SMA Negeri 1 Larantuka, dengan pembelajaran online yang hampir berjalan selama dua tahun di masa pandemi covid 19 ini, tentunya juga mesti dievaluasi, bahwa guru itu sesungguhnya tidak hanya mentranswer ilmu pengetahuan tetapi juga pemberi motivasi serta tokoh yang memberikan teladan dalam pembentukan kharakter serta pewaris nilai-nilai budaya, etika dan religiositas.

Guru, tetaplah sebagai pewaris dan penjaga pendidikan kharakter dan pengetahuan di era teknologi canggih ini.

 

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment