Guru Penggerak SMAN 1 Larantuka, Thomas Lewar Bawakan Materi RPP Berdiferensiasi Pada Workshop Pembelajaran

Dibaca 526 kali

Faktahukumntt.com,Flotim-NTT

Dewasa ini sekolah sering diibaratkan sebagai sebuah taman, senantiasa berupaya untuk mencari model atau pola untuk selalu update seiring dengan perkembangan teknologi yang kian canggih.

Bagaikan adagium Latin yang sering dikumandangkan saat ini, “Tempora Mutantur et nos mutamus in illis”, waktu berubah dan kita pun turut berubah di dalamnnya.

Sebagai sebuah lembaga pendidikan, SMAN 1 Larantuka selalu sadar akan eksistensinya sebagai sebuah lembaga yang harus selalu berubah dalam setiap proses pendidikan serta pendampingan para peserta didiknya yang adalah generasi muda harapan bangsa.

Situasi Workshop Pembelajaran di SMA Negeri 1 Larantuka

Dari waktu ke waktu, sekolah ini selalu pro aktif mencari bentuk serta metode-metode baru demi meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya pembelajaran di masa pandemi covid 19 ini.

Hal ini ditegaskan kembali oleh Bapak Kepala SMA Negeri 1 Larantuka, Drs. Yakobus Milan Betan, dalam sambutannya pada pembukaaan workshop pembelajaran bagi guru-guru SMAN 1 Larantuka pada Kamis, 22 Juli 2021.

Baca Juga :  Kepala SMPN 1 Nubatukan Sumbang Peralatan Sekolah Buat Bocah Fitri

Workshop pembelajaran di awal tahun pelajaran 2021/2022 di masa pandemi Covid 19 ini lebih menekankan kesiapan guru-guru dalam melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ online), siswa belajar dari rumah (daring).

Workshop pembelajaran ini menghadirkan pemateri sekaligus narasumber dari sekolah sendiri, yaitu, Drs. Yakobus Milan Betan, mengenai Refleksi Pembelajaran di Masa Pandemi Covid 19 dan Membangun Komitmen. Isni Koten membawa materi Silabus dan Sumber Belajar, Petrus Ratu Ile, membawa materi Keunggulan Pembelajaran offline, serta Thomas Lewar, Pembelajaran dan RPP Berdiferensiasi.

Selain itu ada tema penggunaan beberapa aplikasi dalam pembelajaran online yang disajikan langsung oleh tim IT SMAN 1 Larantuka, Eman Diaz, Claudius Kumanireng dan Handry Diaz.

Menariknya bahwa dalam workshop pembelajaran kali ini, diperkenalkan juga RPP Berdiferensiasi yang disajikan langsung oleh salah seorang guru penggerak dari sekolah ini yaitu, bapak Thomas Lewar. Menurutnya, RPP ini berangkat dari program Nadiem Makarim tentang Merdeka Belajar. Filosofi merdeka belajar ini berangkat dari konsep taman siswa. Gerakan merdeka belajar atau kebebasan berpikir merupakan gagasan yang dicetuskan untuk nenciptakan pendidikan yang menyenangkan bagi siswa dan guru, karena selama ini sistem pendidikan di Indonesia masih mengalami problem yang kompleks.

Baca Juga :  Plan Indonesia Bagikan Ribuan Alat Kebersihan Dan Perlengkapan Sekolah Di Lembata NTT

Selama ini pendidikan lebih menekankan aspek pengetahuan daripada keterampilan atau skill.

Siswa dan guru perlu dibebaskan dalam mengembangkan bakat dan keterampilan dalam dirinya. Aksentuasi Merdeka belajar ada pada aspek pengembangan kharakter sesuai dengan nilai-nilai bangsa Indonesia, saling menghormati, solider dengan sesama, tidak menganggap rendah atau meremehkan orang lain, tidak angkuh dan tidak sombong.

Pendidikan mesti menghilangkan belenggu kesenjangan dan membentuk kharakter calon pemimpin bangsa.

Merdeka belajar merupakan salah satu bentuk implementasi nilai-nilai pembentuk kharakter bangsa yang harus dimulai dari pembenahan sistem pendidikan dan metode belajar.

Baca Juga :  STIKES CHMK KUPANG RESMI MENJADI UNIVERSITAS CITRA BANGSA

Konsep ini diaktualisasikan dalam bentuk mendesain RPP berdiferensiasi, yang dijelaskan dengan sangat baik oleh Bapak guru Thomas Lewar, yang adalah salah seorang dari guru penggerak.

Menurutnya, kini sudah tiba saatnya lembaga SMAN 1 Larantuka mesti mulai melaksanakan konsep pembelajaran ini, walau sedikit demi sedikit.

Kita mestinya optimis bahwa konsep pembelajaran ini pasti juga akan membawa kita ke arah pendidikan yang berkualitas. Kini, sudah saatnya guru mesti mengenal dengan baik dan dekat latarbelakang kemampuan yang dimiliki siswa. Guru harus mengakomodir semua perbedaan dalam hal ini kemampuan, bakat serta ketrampilan yang dimiliki siswa dan selanjutnya mampu mengarahkan mereka untuk lebih serius mengenal kemampuan dan ketrampilan mereka itu (Syl Witin/yup)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment