Ijinkan Belajar Tatap Muka Januari 2021, Nadiem Makarim: Ini Syarat yang Harus Dipenuhi Pihak Sekolah 

Dibaca 424 kali

FaktahukumNTT.com. JAKARTA

Setelah delapan bulan pembelajaran jarak jauh (PJJ) diberlakukan, pemerintah akhirnya kembali merilis aturan baru.

Mulai Januari 2021, Mendikbud Nadiem Makarim perbolehkan adanya sekolah tatap muka diberlakukan.

“Pembelajaran tatap muka kembali diberlakukan, namun pihak sekolah wajib penuhi 6 syarat.

Ya, pada semester genap tahun ajaran 2020/2021, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama tiga kementerian lain di bawah Koordinasi Kemenko PMK serta Satgas Penanggulangan Covid-19 memutuskan untuk kembali memperbolehkan pembelajaran tatap muka.

Akan tetapi, izin tersebut baru bisa diperoleh jika pihak sekolah telah memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan.

Baca Juga :  Pemkot Segera Bentuk KIP Kota Kupang

Sebelumnya, dalam kanal YouTube KEMENDIKBUD RI, Jumat (20/11/2020), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengumumkan bahwa untuk semester genap tahun ajaran 2020/2021 keputusan sekolah bisa melakukan pembelajaran tatap muka bergantung pada pemerintah daerahnya.

Artinya, peta zonasi risiko Covid-19 yang dikeluarkan oleh Satgas Covid-19 sudah tidak berlaku lagi.

“Pemerintah pada hari ini menyesuaikan kebijakan, untuk memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah, kanwil, atau kantor Kemenag, untuk menentukan pemberian izin pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah di bawah kewenangannya,” ujar Nadiem Makarim dalam jumpa pers virtual.

Baca Juga :  Dukung Destinasi Pariwisata Super Prioritas, Politeknik eLBajo Commodus Siap Kembangkan SMK D-2 Fast Track

Kendati demikian, sekolah baru diizinkan melakukan pembelajaran tatap muka apabila telah memenuhi daftar periksa yang ditetapkan Kemendikbud.
Berikut 6 syarat daftar periksa yang harus dipenuhi sekolah:
1. Ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan; Toilet bersih dan layak,
Sarana cuci tangan pakai sabun  dengan air mengalir atau hand sanitizer, dan Disinfektan

2. Mampu mengakses fasilitas pelayanan kesehatan
3. Kesiapan menerapkan wajib masker
4. Memiliki thermogun
5. Memiliki pemetaan warga satuan pendidikan yang: Memiliki comorbid tidak terkontrol, Tidak memiliki akses transportasi yang aman, Memiliki riwayat perjalanan dari daerah dengan tingkat risiko Covid-19 yang tinggi atau riwayat kontak dengan orang terkonfirmasi positif Covid-19 dan belum menyelesaikan isolasi mandiri
6. Mendapatkan persetujuan komite sekolah/perwakilan orangtua/wali.

Baca Juga :  631 Sarjana Baru Dikukuhkan Rektor UHT Secara Daring Virtual

Nah, inilah 6 syarat yang harus dipenuhi sekolah jika ingin kembali melakukan pembelajaran tatap muka.

 

Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment