Mewakili Wali Kota, Eduard Pelt: Kota Kupang Literasi Digital 

Dibaca 63 kali

 

 

Faktahukumntt.com – KOTA KUPANG

Bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kupang, STIKOM Uyelindo Kupang menjadi tuan rumah Seminar Literasi Digital yang mengangkat tagline Masyarakat Cakap Literasi Digital. Kegiatan berlangsung Selasa (03/03) pagi di aula STIKOM Uyelindo Kupang, dan dihadiri sejumlah mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi serta perwakilan siswa-siswi SMK di Kota Kupang.

Mewakili Walikota Kupang, Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Ir. Eduard John Pelt pada pembukaan acara menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Kementerian Kominfo RI yang bersedia datang dan memberikan pencerahan tentang literasi digital di Kota Kupang. Ungkapan terima kasih juga disampaikan kepada pihak STIKOM Uyelindo yang telah menjadi tuan rumah untuk terselenggaranya seminar literasi digital.

Pelt menyebutkan, dalam visi Kota Kupang ada disbutkan dua kata kunci yang berhubungan langsung dengan hal literasi digital, yakni layak huni dan cerdas. Karenanya kegiatan literasi digital yang digagas Kementerian Kominfo RI ini perlu mendapat dukungan semua pihak. “Visi pembangunan Kota Kupang adalah terwujudnya Kota Kupang yang Layak Huni, Cerdas, Mandiri dan Sejahtera dengan Tata kelola Bebas KKN, ada dua kata kunci, yakni layak huni dan cerdas. Kata kunci tersebut ada hubungannya dengan kegiatan hari ini, bahwa untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan dari masyarakat pada umumnya, juga untuk mempersiapkan kota kupang ini menjadi kota yang layak huni bagi masyarakat dan bagi para tamu yang mau hadir di kota ini, kegiatan seperti ini perlu mendapat dukungan karena sangat baik.“

Baca Juga :  PGRI FLORES TIMUR GELAR WORKSHOP MENULIS KARYA ILMIAH

Lebih lanjut, Pelt mengungkapkan pengguna perangkat digital terus berkembang, termasuk di Kota Kupang, kegiatan ini sangat berguna terutama agar masyakat melek dan paham bagaimana menghadapi perkembangan digital yang ada. Sebab selalu ada sisi positif tapi juga negatif. “Ada persoalan positifnya, tapi juga ada negatifnya dari perkembangan digital. Ini bentuk persiapan menghadapi revolusi 4.0 dan tentu itu harus kita persiapkan dengan baik. Supaya kita bisa mengantisipasi sisi negatifnya, menjadi santun dalam menggunakan berbagai aplikasi di era digital. Berharap kegiatan ini membawa manfaat dan dapat diteruskan oleh para peserta. Terutama oleh lembaga-lembaga pendidikan.”

Baca Juga :  TINGKAT KELULUSAN SMP NEGERI 12 KOTA KUPANG MENCAPAI 100 PERSEN

Pelt juga menggarisbawahi pentingnya pihak perguruan tinggi di NTT untuk terus membantu pemerintah untuk menyuarakan hal-hal baik untuk menyadaran bagi masyarakat. “Sangat baik kegiatan ini dilaksanakan di STIKOM Uyelindo.P

Perguruan Tiinggi di NTT yang punya nama, khususnya yang berhubungan dengan informatika, sebab itu kami titipkan pada STIKOM mudah-mudahan menjadi corong, membantu kementerian, pemerintah Kota Kupang, untuk melanjutkan hal baik ini, yakni literasi digital.”

Sementara itu Ketua STIKOM Uyelindo Marinus I. J. Lamabelawa, S.Kom, M.Cs, dalam sambutannya mengungkapkan harapannya agar kegiatan seminar literasi digital ini dapat menambah wawasan pengetahuan para peserta untuk bisa semakin bijak dalam menghadapi tantangan di era digital

Baca Juga :  Kepala LPMP NTT: Menumbuhkan Semangat Belajar Siswa di NTT

“Bagi kami hal digital ini sudah menjadi darah daging kami. Tapi tentu saja kami berharap kegiatan seminar literasi digital hari ini bisa menambah wawasan kita semua, terutama adik-adik peserta sehingga kita bisa secara bijak menghadapi revolusi 4.0.”

Seminar yang digelar dalam bentuk panel tersebut dimoderatori oleh Kepala Bidang Layanan e – Government pada Dinas Kominfo Kota Kupang, Wildrian Ronald Otta , SSTP , MM., dengan pemateri Sekretaris Diskominfo Kota Kupang, M. Alan Y. Girsang, SH, MH, Indriyatno Banyumurti dari ICT Watch, dan Bagio Prihartono, Kepala Seksi Penerapan Literasi Digital pada Kementerian Kominfo RI. (*Red)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment