PJJ SMA NEGERI 1 LARANTUKA : GURU PRO AKTIF CARI BENTUK PEMBELAJARAN DI MASA COVID19.

Dibaca 502 kali

FaktahukumNTT.com, Larantuka

Oleh : Silvester Witin

(Humas SMAN 1 Larantuka)

Pandemi Covid 19 yang  melanda dunia pada umumnnya dan Indonesia pada khususnya memang membawa dampak yang signifikan dalam berbagai bidang kehidupan manusia.

Selain memberikan dampak negatif, wabah ini juga memberikan warning sekaligus teguran yang keras bagi manusia untuk selalu berhati-hati dan bahkan selalu sadar akan pentingnya menjaga pola serta perilaku hidup sehat di tengah situasi hidup yang semakin sophisticatedWitin

Dalam bidang pendidikan, efek dari pandemi covid 19 ini membuat pembelajaran tatap muka di kelas terpaksa ditiadakan. Hal ini akan berdampak pada lembaga pendidikan formal maupun non formal, di mana aktivitas pembelajaran tatap muka di kelas akan terganggu. Gejala yang muncul yaitu bahwa skenario pembelajaran yang telah disiapkan dengan baik oleh guru dan murid, terpaksa ditiadakan. Inilah yang menjadi hambatan terbesar bagi guru dan murid ketika pembelajaran tatap muka di kelas tidak dilakukan selama pandemi covid 19.

Situasi serta fenomena tersebut sesungguhnya tidak menyurutkan semangat juang guru dan siswa untuk selalu pro aktif mencari serta mendesain model pembelajaran yang cocok untuk situasi tersebut. Sebagai sebuah lembaga pendidikan, SMA Negeri 1 Larantuka sejak awal masa pandemi covid 19, selalu berupaya mencari model pembelajaran yang cocok untuk peserta didiknya.

Hal ini ditegaskan kembali oleh Bapak Sirilus Bali Sabon, SPd, selaku Wakil Kepala Sekolah urusan Kurikulum pada SMA Negeri 1 Larantuka. Menurutnya, sekolah pada prinsipnya selalu pro aktif mencari bentuk pembelajaran yang dianggap cocok sesuai dengan arahan Bapak Kepala Sekolah Drs. Yakobus Milan Betan yang selalu disampaikan pada setiap kali pertemuan dengan para guru.

Baca Juga :  Hari ke-2 Dibimbing, Sudah 80% Guru Sekolah Swasta Mampu Terbitkan Artikel Populer

Menindaklanjuti hal ini maka kami selalu berupaya untuk tetap mencari model pembelajaran itu. Pada awalnya memang dilakukan pembelajaran dengan sistem shift dalam jumlah kecil, yang mana para guru diwajibkan untuk menyiapkan tugas dan bahan ajar atau modul sambil terus melakukan kontrol terpadu terhadap peserta didik dan semua tugas yang diberikan. Awalnya sekolah secara swadaya melaksanakan diklat penyusunan Silabus dan RPP masa darurat covid 19 serta pembuatan video pembelajaran. Setelah itu, ada MGMP untuk mengevaluasi kembali pembelajaran itu. Selama bulan Agustus 2020, para guru juga dalam kegiatan MGMP mulai merancang pembelajaran jarak jauh melalui aplikasi aplikasi yang dianggap bermanfaat. Ada yang menggunakan aplikasi google classroom, webb meeting, time link, zoom meet dan juga aplikasi lain yang dianggap cocok dengan pembelajaran jarak jauh. Ada tatap muka secara online dengan siswa dengan mengikuti jadwal yang dibuat oleh sekolah dalam hal ini Kurikulum. Terakhir, selama pertengahan bulan Agustus hingga September dan Oktober pembelajaran tatap muka secara online diatur dengan baik dan terjadwal yang dikakukan guru dari sekolah. Para peserta didik mengikuti pembelajaran ini dari rumah sambil mentaati ketentuan yang diberikan sekolah, diantaranya harus mengambil daftar hadir dan juga menyiapkan suasana yang kondusif. Dalam perbincangan singkat dengan Wakasek Kurikulum, Bapak Sirilus Bali Sabon, kelihatan optimis dengan pola pembelajaran online secara terstruktur dan terkontrol tersebut.

Baca Juga :  *Semarak Sumpah Pemuda, BMPS NTT Selenggarakan GENCAR Hybrid Festival Sekolah Swasta Se-NTT*

Menurutnya, guru harus pro aktif dan selalu berupaya dengan pelbagai caranya untuk pembelajaran online ini. Guru diberi ruang untuk berkreasi dan berinovasi demi anak didik. Intinya yaitu orangtua dan guru di sekolah perlu berkolaborasi demi perkembangan pendidikan anak. Kita tetap optimis di masa pandemi covid 19 ini, karena tanggung jawab pendidikan itu ada di tangan kita bersama. Selama Flotim masih berada di jalur merah, pembelajaran online ini tetap dipertahankan dan akan kita evaluasi untuk menemukan solusi yang solutif.

Baca Juga :  Tumbuhkan Karakter Anak Bangsa Sejak Dini untuk Mencintai Lingkungan Hidup
Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment