Selenggarakan PKM kepada Guru SD, Intje Kleden Fokus Tanamkan Konsep Yang Benar Kepada Anak-Anak

Dibaca 162 kali Reporter : Yurgo Purab verified

Faktahukumntt.com, Flores Timur

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) melakukan Pelatihan dan Pendampingan Penggunaan Alat Peraga dalam Pembelajaran Matematika Bagi Guru Sekolah Dasar di SD Larantuka 4 di San Dominggo pada Sabtu, 25 September 2021.

Dr. maria Agustina kleden, M.Sc hadir sebagai pemateri bersama dua orang lainnya sebagai tim pengabdian yakni, ibu Astri Api, Ibu Ria Lobo.

Pada kegiatan tersebut, Tim memperkenalkan konsep pecahan dan bidang datar serta pelatihan dan pendampingan penggunaan alat peraga kepada para guru gugus 1 Larantuka.

“Kegiataan ini namanya program kemitraan masyarakat. Jadi kami sebagai orang matematik mau shering dengan teman-teman guru SD ini dalam pembelajaran matematika. Kali ini konsep tentang pecahan dan bidang datar. Jadi ini kami sebut sebagai pelatihan dan pendampingan penggunaan alat peraga dan pembelajaran matematika. Jadi guru-guru mengoptimalkan penggunaan alat peraga dalam konsep pecahan bidang datar,” jelas Intje Kleden, panggilan akrab bagi Maria Agustina Kleden itu.

Dari sisi pelaksaan, tim memberikan materi juga teknik membuat alat peraga. Dan mereka terus mendampingi hingga memperaktekan di kelas.

Baca Juga :  TINGKAT KELULUSAN SMP NEGERI 12 KOTA KUPANG MENCAPAI 100 PERSEN

“pelatihan dan pendampingan ini diberikan kepada Guru-Guru kelas 2 dan 3 SD. Target awal 23 guru tetapi ada permintaan sehingga menjadi 38 guru,”beber dosen Undana tersebut.

Adapun fokus dari terselenggaranya kegiatan tersebut adalah satu guru menjadi pioner bagi guru-guru lain. Intje Kleden mengatakan, targetnya anak-anak SD karena mereka harus dibekali pengetahuan yang benar dan memahami secara tepat.

Dan di situ, guru SD berperan penting. Hal itu menjadi fondasi yang kuat bagi anak melangkah ke jenjang pendidikan lebih tinggi.
Dalam shering dengan para guru, ditemukan kendala bahwa konsep pecahan menjadi permasalahan yang cukup serius bagi anak-anak. Untuk itu, konsep-konsep dasar itu harus diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Fatuleu dan Batulesa Dibidik 2000 Peserta Pan Indo Hash 2019

Saat ditanya seberapa pentingkah pendidikan matematika itu? Adik Kandung, Dr. Paul Budi Kleden, Kepala Misionaris SVD dunia itu pun menukas dengan santai.

“Ya, pada Kenyataan sekecil apa pun kehidupan itu, kita harus tau matematika. Contoh orang ke kios bawa uang 10.000 jadi ketika dia beli gula dua ribu berarti kembali 8000. Itu sudah ada perhitungan matematis,” jelasnya singkat.

Sementara itu, salah satu peserta pelatihan, Beni Timu merasa bangga atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Sangat membantu karena selama ini guru mengajarkan hal abstrak. Saya bangga. Materi yang diberikan serta diajarkan sangat membantu, sehingga kami mendapat wawasan tambahan. Harapan saya setelah mendapat banyak hal dari pemateri kami bisa menerapkan di bumi Flores Timur sehingga dapat berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan di Flotim,” tuturnya.

Baca Juga :  Ijinkan Belajar Tatap Muka Januari 2021, Nadiem Makarim: Ini Syarat yang Harus Dipenuhi Pihak Sekolah 

Tak lupa pula Intje Kleden menyoroti pemberlakuan pembelajaran secara daring.

Menurutnya, anak-anak SD setingkat kelas 2 dan 3 banyak yang belum tahu membaca dan menulis. Sehingga tidak relevan kalau diadakan secara daring.

“Anak-anak SD secara perkembangan mereka itu belum bisa dengan daring. Anak SD kalau kita jelaskan secara daring, anak-anak SD kan banyak yang belum tahu membaca dan menulis,” tandasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment