Sengit, Sesado Hokeng Selenggarakan Debat Osis, Anjas Peurapeq Ajak Warga Sesado Budayakan TPS dan PPS

Dibaca 392 kali Reporter : Yurgo Purab verified

FaktahukumNtt.com, Flores Timur-17 Desember 2021

Seminari San Dominggo Hokeng Larantuka menyelenggarakan debat Osis tahun ajaran 2022/2023 di Aula Sesado, pada Kamis, 16 Desember 2021.

Debat itu berlangsung riuh, dan disaksikan para siswa dan pembina Sesado Hokeng.

Dengan tema, “Berani untuk memimpin, berani untuk dipimpin”, ketiga paslon sedang mempertontonkan visi misi mereka dengan gagah.

Ketiga paslon amat lihai menjelaskan visi-misi mereka. Riuh tepuk tangan terdengar  menggelegar di balik aula.

Tiga paslon pun segera memaparkan visi-misi mereka kepada warga Sesado.

Adapun tiga paslon tersebut sebagai berikut; Paslon satu, Anjas Peurapeq (Calon Ketua) dan Alvan Lamatokan (Calon Wakil).

Paslon dua, Rian Wain (Calon Ketua) dan Mario Ritan (Calon Wakil).

Paslon Tiga, Anjelo Kristanto (Calon Ketua) dan Jelo Payon (Calon Wakil).

Paslon pertama hadir mengusung visi : Menjadi Sesado yang bersih, Asri dan Sehat.

Dengan misi : Bergerak Menuju Sesado yang Asri, Bersih dan Sehat dengan Gerakan TPS (Tunduk Pilih Sampah), dan PPS (Pilih Pilih Sampah), menjadi sosok yang berkepribadian peka dan bertanggung jawab terhadap lingkungan, menjadi rumah belajar yang kondusif, dan menjadi Sesado yang kreatif yang mengolah sampah.

Sementara Paslon kedua menghadirkan Visi : Warga Osis yang menghayati dan melaksanakan silentium. Dengan Misi : Mewujudkan warga Osis yang menghayati silentium dengan pemberian sosialisasi mengenai pentingnya melaksanakan silentium, mewujudkan warga Osis yang menghayati dan melaksanakan silentium dengan pengawalan secara baik, juga mewujudkan warga Osis yang menghayati dan melaksanakan silentium dengan kegiatan membaca dan menulis.

Baca Juga :  Gelar Diskusi Akhir Tahun, Inilah Rekomendasi BMPS Mengenai Pembangunan Pendidikan NTT Tahun 2020

Paslon ketiga hadir dengan Visi: sosok yang berkembang dalam bidang intelektual.

Dengan misi : Menjadi Sesado yang berkembang dalam bidang intelektual dengan membudayakan literasi, menjadi Sesado yang berkembang dalam bidang intelektual dengan kemampuan menulis, dan menjadi Sesado yang cerdas dalam berpikir, menulis dan berbicara.

Mantan Ketua Osis, Rian Liarian, mengatakan meskipun mendadak tetapi segala persiapan sudah berjalan dengan baik.

Proses persiapan debat mendadak. Seharusnya yang awalnya Bulan Januari tahun depan, nyatanya mendadak dimajukan malam ini. Tapi calon-calon kandidat sudah menyiapkan visi misi mereka sebulan sebelumnya. Kegiatan debat ini sudah dikonsultasi dan pelaksanaan debat dipersiapkan dengan baik,” ungkapnya.

Baca Juga :  Wagub Ajak Politani Wujudkan Visi NTT Bangkit

“Mereka memiliki keunggulan masing-masing dan bisa dipertanggungjawabkan,” lanjutnya.

Ia berharap, siapa yang memimpin nanti harus memimpin dengan hati dan tanggung jawab.

“Dan pilihan harus bijaksana tanpa melihat calon tertentu dari etnis tertentu,” tandasnya.

Calon Paslon pertama, kepada media, ia mengatakan bahwa proses pemilihan Visi Misi itu, berawal dari mereka melihat hal-hal yang urgen, yang penting dalam Seminari.

“Visi Misi yang disusun berkaitan dengan Visi Misi Sosok 3 Ber- : Beriman, Berkepribadian dan Berilmu,” ujar Anjas.

Anjas menyebut, tantangan yang dihadapi adalah kesibukan dan kunjungan Uskup waktu itu, sehingga terkesan kegiatan itu agak mendadak.

Pada kesempatan lain, ketika dihubungi, Romo Vinsen Lamawato, sang Moderator Osis mengatakan, bahwa segala persiapan sudah terlaksana dengan baik.

“Mereka menyiapkan itu dengan baik,” tukasnya.

Saat ditanyai media, Fr. Goris Weking menyebut,
dengan adanya debat kandidat Osis, hal itu dapat menumbuhkan sikap ilmiah dan dapat membangun argumentasi rasional siswa.

Ia berharap, debat kandidat Osis tetap berjalan maksimal dan seharusnya dilaksanakan terus.

“Mereka tidak hanya memaparkan visi dan misi tetapi terus dikawal,” ungkapnya.

Baca Juga :  Yohanes Keso: SD Santo Yoseph Melaksanakan Ujian Online Berbasis Komputer

Dialog berlangsung ramai dan setiap peserta mempertahankan setiap argumentasinya dengan baik.

Sesi dialog, Rm. Silu Wutun, Pr
menanggapi visi misi paslon nomor urut dua berkaitan program unggul tentang memberikan sosialisasi kepada warga Osis mengenai pentingnya silentium.

Dari sosialisasi sebelumnya, siswa kurang sadar akan pentingnya nilai silentium. Apa yang Paslon pahami tentang silentium,” kata Romo Silu.

Rian Wain pun langsung menukas jawaban Romo Silu, lugas.

“Silentium suatu suasana keheningan,” katanya.

Romo Silu pun kembali menanggapi argumen paslon nomor urut dua itu dengan jawaban yang mengagetkan.

“Silentium adalah diam yang berbicara,” tandasnya.

Seorang siswa kelas XII, Neto namanya. Ia bertanya kepada paslon nomor urut 3 tentang publik speaking.

“Apakah Publik Speaking ini diikuti oleh seluruh siswa ? Atau kah hanya pada siswa yang memiliki minta bakat English Club?” tanya Neto, singkat !

” Ya, harus dimiliki oleh semua siswa, karena kita semua calon imam harus mampu berbicara di depan umum,” tanggap Anjelo, jelas.*** (Rey Watokolah dan Satria Weruin)

Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment