SMPN I Demon Pagong Terapkan Pembelajaran Non Daring.

Dibaca 644 kali

FaktahukumNTT.com, Flores Timur.

Masa Pandemi menyebabkan kegiatan belajar mengajar tidak berjalan sebagaimana mestinya. Oleh karenanya, melalui rapat dewan guru SMPN I Demon Pagong menetapkan pembelajaran tugas terstruktur yang mana sebagai bentuk tindak lanjut Surat himbauan Dinas PKO Kabupaten Flores Timur No PKO.420/335/ Sekret.1/2020 Tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan Pembelajaran Pada Satuan Pendidikan di Kabupaten Flores Timur.

Ronald Lein, salah satu guru SMPN I Demon Pagong ketika dihubungi menguraikan beberapa hal terkait pelaksanaan pembelajaran di sekolah tersebut.

Foto : Ronald Lein, salah satu guru SMPN 1 Demon Pagong.

“Kami pada awalnya melakukan rapat dengan orang tua siswa. Pada kesempatan itu, kami membagi angket untuk diisi dan hasilnya kami sama-sama sepakat untuk tidak melakukan pembelajaran tatap muka maupun pembelajaran daring”, tukas Ronald.

Baca Juga :  PAKET PROGRAM SARJANA INOVASI DESA (PROSINDES) UNIVERSITAS KARYADARMA KUPANG

Lebih jauh, Ronald menjelaskan beberapa kendala dan pertimbangan terkait tidak dilakukannya pembelajaran secara daring.

” Siswa SMPN I Demon Pagong menyebar dalam 7 Desa wilayah Kecamatan Demon Pagong. Dan beberapa desa terdekat di luar Kecamatan Demon Pagong. Tidak semua Desa memiliki akses internet yang baik”, ujar Ronald Lein menjelaskan.

Yuven Tukan, Kaur Kesiswaan menambahkan bahwa ada pertimbangan lain tidak dilaksanakan pembelajaran daring.

” Kami tidak mau pembelajaran daring menimbulkan masalah baru. Bisa jadi, jika pembelajaran daring diterapkan, para siswa menggunakan kesempatan ini untuk menipu orang tua dan memaksa orang tua untuk membeli hp di tengah kondisi ekonomi yang terganggu karena Pandemi ini”, ungkapnya.

Baca Juga :  *Gubernur VBL : Pendidikan Harus Hasilkan Manusia Berpengetahuan, Berkelakuan Baik dan Berketrampilan*

Seperti diketahui, para siswa/siswi SMPN I Demon Pagong di data per angkatan di setiap desa.

Selanjutnya, mengikuti diarahkan untuk mengikuti protokol kesehatan.  Yang mana para siswa/siswi tersebut di bagi ke dalam beberapa titik lokasi sesuai jumlah maksimal 15 orang.

” jadi mereka dibagi per angkatan. Kelas VII,VIII dan IX. Satu titik lokasi ada satu pendamping yakni orang tua/guru yang ada di desa tersebut. Setelah dibagikan modul dan tugas, para siswa akan dikontrol oleh pendamping yang berkoordinasi melalui grup WA. Pendamping akan terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan wali kelas dan para guru melalui grup WA. Para guru akan terus hadir di sekolah. Jika ada kesulitan di lapangan kami akan turun.Namun untuk mengumpulkan tugas dan rangkuman bersama, para guru akan turun tiap pekan ke masing-masing titik lokasi” , ujarnya menambahkan.

Baca Juga :  Bupati Malaka : Kita Butuh Praja IPDN Untuk Majukan Daerah

Segala kegiatan tersebut berjalan dengan baik dan diaturo sesuai dengan protokol kesehatan seperti jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan.  Semua ini merupakan bagian dari usaha mengentas mata rantai penyebaran covid-19 di kabupaten Flores Timur (*/Ronald Lein/Yurgo-FH)

Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment