STIKES CHMK KUPANG RESMI MENJADI UNIVERSITAS CITRA BANGSA

Dibaca 6.6K kali

FAKTAHUKUMNTT.COM-KUPANG (NTT), Sekolah Tinggi Kesehatan Citra Husada Mandiri Kupang (STIKES CHMK) dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Citra Bina Nusantara (STKIP CBN) bergabung dan berubah status menjadi Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang. Selama ini STIKES CHMK dan STKIP Citra Bina Nusantara Kupang, sama-sama bernaung dibawah Yayasan Citra Binan Insan Mandiri.

Perubahan Status tersebut secara resmi diputuskan melalui Izin Perubahan Bentuk dari Dirjen Pendidikan Tinggi (DIKTI) KEMENRISTEKDIKTI dengan Nomor Surat: 285/KPT/l/2019 tentang Izin Penggabungan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Citra Husada Mandri dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Citra Bina Nusantara, Berahli Menjadi Universitas Citra Bangsa yang  Diseleranggakan oleh Yayasan Citra Binan Insan Mandiri di Kota Kupang.

Sesuai dengan Izin tersebut, Universitas Citra Bangsa Kupang Memiliki 10 Program Studi, dengan perincian Sebagai berikut: Pendidikan Profesi Ners Program Profesi, S1 Keperawatan, S1 Farmasi, S1 Pendidikan Informatika, S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, S1 Pendidikan Bahasa Inggris, D3 Kebidanan, S1 Arsitek, S1 Teknik Sipil, S1 Teknik Informatika.

Perubahan Bentuk Status Dari Sekolah Tinggi ke Universitas ini merupakan bukti Konsistensi perkembangan STIKES CHMK dan STKIP Citra Bina Nusantara dari Tahun ke tahun. STIKES CHMK sendiri berdiri 12 tahun yang lalu, Pada tahun 2007 dengan nama Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan CHMK”, yang terdiri 3 Prodi; Keperawatan, Kebidanan dan Farmasi serta Profesi Ners. Setelah 3 tahun berdiri, Pada Tahun 2010, didirikan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Citra Bina Nusantara dan memperoleh ijin pada tahun 2013 dan tahun 2019 secara resmi berubah bentuk menjadi Universitas Citra Bangsa Kupang.

Baca Juga :  Pemerintah Provinsi NTT Dukung Festival SMA/SMK Swasta

Demikian dikatakan Heryon Bernard Mbuik, S.PAK.,M.Pd., Sekretaris sekaligus Wakil Ketua Tim  Pembentukan Universitas Citra Bangsa  saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Sabtu (4/5/2019). Menurut Bernard Mbuik, semua program studi (prodi) yang selama ini berada dibawah STKIP Citra Bina Nusantara dan Stikes CHMK akan dialihkan ke Universitas Citra Bangsa.

Bersamaan dengan beralih status, menurut Bernard Mbuik, mahasiswa STKIP Citra Bina Nusantara angkatan pertama tahun 2013 akan mengadakan wisuda perdana pada bulan Oktober 2019. Jumlah wisudawan sebanyak 100 orang dan saat ini calon wisudawan sedang melaksanakan tugas akhir.

Baca Juga :  Fatuleu dan Batulesa Dibidik 2000 Peserta Pan Indo Hash 2019

Bernard Mbuik berharap, dua sekolah tinggi yang merupakan dua gerbong utama yakni Pendidikan dan Kesehatan digabungkan menjadi universitas melalui proses pergumulan pendiri, Abraham Paul Lianto. Dan akan terus bersaing dalam menciptakan calon sarjana yang berkualitas sesuai bidang ilmu yang ada.

Sementara Dr. Frans Salesman, M. Kes selaku ketua tim penggabungan dan pembentukan Universitas Citra Bangsa via telephone seluler menjelaskan, universitas baru tersebut akan mempunyai 3 fakultas yaitu fakultas ilmu kesehatan yang mempunyai 4 prodi, fakultas keguruan dan pendidikan memiliki 3 prodi dan fakultas teknik yang mempunyai 3 prodi.

Bagi Dr. Frans, perjuangan untuk perubahan status Universitas melalui dua sesi yakni sesi pertama memperjuangkan berdirinya Universitas baru namun Kandas karena adanya regulasi baru, moratorium pendirian Universitas baru. Namun kemudian pada sesi kedua, dibuka kesempatan dengan dibolehkan proses penggabungan unit kerja. sehingga STIKES CHMK dan STKIP Citra Bina Nusantara digabung menjadi satu lembaga baru dengan nama Universitas Citra Bangsa (UCB). yang mempunyai 3 fakultas yaitu fakultas ilmu kesehatan yang mempunyai 4 prodi, fakultas keguruan dan pendidikan memiliki 3 prodi dan fakultas teknik mempunyai 3 prodi.

Baca Juga :  Dua Penyair Muda Lembata Terbitkan Buku Antologi Puisi

Menurut Dr. Frans yang menarik adalah Fakultas Teknik dengan 3 prodi tersebut akan menunjang sektor pariwisata sebagai ikon pembangunan 5 tahun ke depan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Program studi teknik sipil dan arsitek akan menghasilkan mahasiswa-mahasiswa yang berkompeten di bidang design dan pembangunan khususnya bangunan-bangunan berbasis budaya lokal. Hal ini tentunya menunjang program pemerintah NTT di bidang pariwisata.

“Jadi kita menyadari betul bahwa ada banyak sarjana teknik yang kita miliki di NTT baik teknik sipil maupun arsitek tetapi kurang memiliki kompetensi di bidang bangunan-bangunan berbasis pariwisata budaya”, ujar Dr. Frans.

Lanjut Dr. Frans, Universitas Citra Bangsa nanti dalam kurikulumnya di Fakultas Teknik akan memfokuskan pada pembentukan kompetensi di Bidang teknik kepariwisataan. Terutama bangunan-bangunan berbasis budaya dan bisa dijadikan aset budaya sebagai salah ikon pembangunan bagian dari pariwisata. Sedangkan fakultas kesehatan dan Keguruan tetap seperti sekarang.

“Khusus untuk program studi teknik informatika adalah satu-satunya di NTT. Sasaran yang hendak dicapai yakni mempercepat proses peradaban masyarakat; dari peradaban industri ke dunia informasi”, tegas Dr. Frans (Indrawati)

Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment