Wisudakan 130 Mahasiswa, Ketua STKIP NBF patahkan isu Kampus Ilegal

Dibaca 172 kali

NAGEKEO_(faktahukumntt.com), Rapat Senat terbuka Wisuda Perdana Strata Satu (S1), Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Nusa Bunga Floresta (STKIP NBF), resmi digelar sabtu (01/09) kemarin. Kegiatan itu disebut sebagai wahana pembuktian tentang keabsahan kampus sekaligus menepis tudingan miring tentang legalitas kampus STKIP NBF seperti yang pernah diperguncingkan.

Terhitung, sebanyak 130 Wisudawan dan Wisudawati dikukuhkan menjadi sarjana pendidikan dalam momentum itu. Senin pekan kemarin, Ketua STKIP Nusa Bunga Floresta, Prof. A. M. Mandaru pernah menyampaikan adanya rumor itu kepada Wartawan FHI. Penjelasan itu kembali dia pertegaskan dalam sambutannya pada momentum pengukuhan 130 Wisudawan dan Wisudawati, pada sabtu (01/09) di Aula Sekda Nagekeo.

Mandaru menuturkan bahwa tertundanya proses wisuda dikarenakan ketatnya syarat standar yang harus dipenuhi oleh STKIP Nusa Bunga Floresta sesuai syarat formal perguruan tinggi se- Indonesia berdasarkan ketentuan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Baca Juga :  Dukung Destinasi Pariwisata Super Prioritas, Politeknik eLBajo Commodus Siap Kembangkan SMK D-2 Fast Track

Untuk itu, bulan April kemarin, bertepatan dengan perayaan hari raya paskah tahun 2018 melalui tim-tim Asesor, dua program studi di kampus itu akhirnya resmi diakreditasi.

“Terima kasih atas pengawasan dan pembinaan dari Pemerintah Pusat, L2Dikti, dan BAN-PT atas terakreditasinya dua program studi, Bahasa Inggris dan PG-PAUD secara bersamaan, sehingga proses pelaksanaan wisuda perdana ini dapat dilaksanakan secara legal” kata Mandaru.

Isu ilegalitas kampus diduga kuat muncul akibat dari adanya kisruh internal antara pembina dan yayasan yang lebih dari setengah dekade telah direpresentasi kepada Badan Pengelola Harian (BPH) Sandi Nung.

Baca Juga :  Akibat Pemangkasan Anggaran Kesra dan ULP Guru SMA dan SMK Belum Realisasi

Untuk itu, Mandaru berterima kasih kepada para pembina, pengurus, dan pengawas yayasan pendidikan “Wini Unggul”, atas semua perhatian, usaha dan kesediaan untuk tidak meng-intervensi penanganan masalah akademis dan administratif institusi, sehingg iklim pembelajaran berjalan dengan aman tanpa adanya kegaduhan yang berarti.
(Patrick)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment