Monsinyur Piero Pioppo, dalam tanggapannya, mengungkapkan apresiasi atas sambutan hangat yang diterima di NTT dan menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat hubungan antara Vatikan dan Indonesia, khususnya dengan NTT.
“Kami berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan dan kerjasama antaragama di wilayah ini,” kata Monsinyur Pioppo.
Selain para pemimpin agama, acara tersebut juga dihadiri oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Timor Leste, Okto Dorinus Manik, beserta rombongan KBRI Dili, Timor Leste. Keberadaan mereka menunjukkan pentingnya kerjasama lintas negara dalam mempromosikan toleransi dan perdamaian di wilayah ini.
Acara jamuan makan malam ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kerjasama antaragama dan lintas negara.
Di tengah dinamika masyarakat yang multikultural, kehadiran para pemimpin agama dan diplomatik seperti ini menjadi landasan yang kuat dalam membangun kedamaian dan kemakmuran bersama.
Dengan suasana yang penuh kehangatan dan kebersamaan, jamuan makan malam ini tidak hanya sekadar acara formal, tetapi juga merupakan simbol dari semangat persaudaraan dan toleransi yang dijunjung tinggi di NTT.
