Informasi Terupdate Hari Ini

Sosok Guru yang Ingin Mengabdi pada Masyarakat

0 94
 Caleg DPRD Sumba Barat Daya
 Nomor Urut 6 Partai Perindo 
 Dapil 3 Wewewa Barat dan 
 Wewewa Selatan

Dewasa ini masyarakat Indonesia pada umumnya sudah sangat cerdas dalam mengomentari tabiat, watak dan perilaku sehari-hari dari para wakil rakyat yang duduk di lembaga legislatif, baik di tingkat pusat, provinsi maupun daerah.

Pemilihan legislatif 2019 semakin mendekat (tinggal beberapa bulan lagi) dimana ada ratusan caleg tampak sibuk mempromosikan dirinya lewat nomor urut, atribut partai, muncul sebuah pertanyan sederhana “ apakah keterwakilan mereka yang duduk di kursi wakil rayat, benar-benar untuk memperjuangkan nasib orang kecil ataukah hanya demi kepentingan pribadi dan golongannya semata?”

Lalu, bagaimana dengan sikap dan prinsip politik yang tertanam dalam hati Marlina Selva Eflin Walu, S.Psi., MM., M.Psi., Psikolog caleg Partai Perindo dengan nomor urut 6 Dapil 3 Wewewa Barat dan Wewa Selatan Kabupaten Sumba Barat Daya ini?.

Sosok guru yang pernah mengajar di TK, SD, SMP, SMA, SMK di Jawa Tengah, Yogyakarta dan kota Metropolitan Jakarta ini yang dalam jangka waktu 3 tahun memperoleh 2 gelar S2 nya yakni MM dan M.Psi., Psikolog mengatakan bahwa ada berbagai mcam cara yang dilakukan oleh para caleg untuk menarik simpati rakyat, ada yang dengan memasang berbagai atribut, ada yang melakukan kegiatan amal, sampai memberikan pupuk dan obat semprot hama tanaman serta ada yang membagi-bagikan uang.

Hal ini menyebabkan disaat anggota dewan ini duduk di parlemen, ia hanya sibuk memikirkan bagaimana mengembalikan semua uang yang sudah ia habiskan untuk kampanye dan kurang memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan rakyat yang diwakilinya. Situasi inilah yang menggelitik hatinya untuk maju sebagai caleg dari partai Perindo dengan nomor urut 6 Dapil 3 karena ia ingin hadir sebagai seorang perempuan yang akan berjuang untuk memperjuangkan kaumnya akan kesetaraan gender.

“Saya ingin berjuang bahwa anggota legislaif terpilih bukan karena uang tetapi karena kualitas pribadi , kemampuan intektual dan hati nurani untuk menjadi wakil rakyat serta integritas yang dimiliki teruji sehingga dipercaya dapat membawa aspirasi rakyat yang diwakinya. Imbasnya, citranya sebagai wakil rakyat menjadi jelas kontribusinya dalam meningkatkan kehidupan masyarakat serta membawa perubahan untuk daerahnya”, tutur Eflin.

Menurut Eflin seorang pemimpin memiliki 2 kriteria yaitu: “Memiliki kapasitas serta kemampuan akademis sehingga ia mampu memecahan masalah dan Memiliki integritas yaitu tidak terlibat dlam kasus hukum”

“Marilah kita memilih orang yang cerdas yang mampu mencarikan solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat dan daerah bukan kita pilih berdasarkan KKN ( Korupsi, Kolusi dan Nepotisme)”, ajak Eflin

Bila sebagai wakil rakyat yang dicari adalah untuk memperkaya diri, mencari popularitas, kemudahan , fasilitas dari negara, semuanya tidak akan abadi tetapi bila yang diperjuangkan adalah untuk kepentingan rakyat maka nama, persahabatan, kepercayaan dan martabat diri sang wakil rakyat akan terpatri di hati rakyatnya. Demikian prinsip Marlina Selvia Eflin Walu, S.Psi., MM., M.Psi., Psikolog Caleg Partai Perindo Nomor Urut 6 Dapil 3 Sumba Barat Daya.

Kesetaraan Gender juga menjadi hal yang diperjuangkan oleh Eflin, Ia mengatakan bahwa Perempuan juga mampu untuk melakukan yang terbaik dan berjuang untuk kepentingan rakyat. Patrialkal yang ada di masyarakatnya tidak melemahkan semangat Eflin untuk berjuang dalam membangun masyarakat. Selama ini perempuan sebagai kelas nomor dua dalam masyarakat membuat orang sering berprinsip bahwa bagi kaum perempuan pendidikan cukup seadanya karena pada akhirnya akan di dapur juga dan akan menjadi milik orang lain disaat ia sudah menikah.

Hal ini terkadang membuat kaum perempuan terkadang pasrah dengan keadaan bila memang hanya bisa memperoleh pendidikan seadanya. Bila dilihat seolah-olah kaum laki-laki lah yang menyelesaikan masalah, padahal kalau mau ditelusuri, yang menyelesaikan masalah dalam rumah tangga kebanyakan adalah kaum perempuan. misalnya : selain mengerjakan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga, bekerja di kebun, memeilihara ternak yang dapat digunakan untuk acara adat, menenun, dll. Ini menandakan bahwa kaum perempuan memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalah. Dan contoh konkrit lainnyayang dapat kita lihat di masyarakat.

Untuk keterwakilan perempuan Eflin juga akan memperjuangkan kesetaraan antara kaum laki-laki dan perempuan dimana laki-laki dan perempuan mendapatkan kesempatan yang sama , perempuan adalah bagian tak terpisahkan dari kemajuan daerah. Keberadaan kaum perempuan di daerah harus diberi kesempatan untuk terlibat dalam urursan kebijakan publik sebagai wujud kesetaraan kaum perempuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Di era reformasi tampaknya tidak otomatis diikuti lembaga pendidikan dan rekrutmen politik terutama parpol untuk secara srius dan berkelanjutan dalam membuka kesempatan partisipasi perempuan dalam fungsi dan tanggung jawab organisatoris yang signifikan selain mempersiapkan dan menempatkan caleg perempuan.

Upaya menegakkan kesetaraan gender harus terus diperjuangkan termasuk di dunia politik. Kaum perempuan harus terjun ke dunia politik untuk memperjuangkan eksistensinya dan usaha untuk memperjuangkan kepentingan rakyat yang diwakilinya.

“Menegakkan hak asasi manusia dan perwujudan kesetaraan gender membutuhkan sinergi dari bebagai pihak kesetaraan gender ini dapat terwujud ketika pemerintah, hukum, budaya dan tokoh-tokoh saling mendukung.”, tegas Elfin. (Ubas)

Comments
Loading...